Cerpen

WEWE GOMBEL PENGGANGGU ANAK

September 28, 2018

Gerimis sore itu membuat anak-anak pak Yacob yang masih kecil-kecil meringkuk di tempat tidur apalagi ini hari libur, keluarga itu serasa mata lengket bukan kepalang. Adzan magrib membangunkan pak Yacob dan harus mengalahkan ngantuk. Pak Yacob mengambil air wudhu…samar-samar pak Yacob melihat bayangan hitam besar, matanyapun besar, berambut panjang hitam dan lebat..pelan-pelan bayangan itu meninggalkan pak Yacob, matanya memandang sampil melotot…pak Yacob gemetar badannya ” Ya Allah makhluk apakah itu…subkhanallah ciptaanMu begitu menggetarkan hati serta menakutkan hamba..Audzubilahiminas syaitoonirrojiim..Ya Allah aku berlindung  dari godaan syetan yang terkutuk , pak Yacob memandang sampai makhluk itu hilang di pohon beringin yang besar di Gombel. Dalam menjalankan shollat Maghribnya pak Yacob masih gemetaran, tubuhnya menggigil, giginya gemeretakkan. Begitu shollatnya selesai…hati pak Yacob  tenang dan Ia membaca Ayat kursi dan membangunkan anak-anaknya untuk shollat…termasuk istrinya. Pak Yacob kaget..!! dimana si Ali ..!!?

” Aliiiiii….. Ya Allah….dimana kamu nak…?!! ”  semua mencari Ali tapi pak Yacob menyuruh mengerjakan shollat dulu…”Biar bapak yang cari Ali kalian membaca surat Yasin selesai shollat sampai bapak pulang.” Pak Yacob segera menuju ke Mushola menemui ustad Soleh.

” Asalamu’Allaikum pak ustad Soleh” salam pak Yacob

” WaAllaikum salam” sahut pak Soleh

” Maaf pak ….saya …anak saya….si Ali….hilang…ketika saya sedang berwudhu tadi .” pak Yacob terbata-bata ..dan gemeteran, pak ustad segera memegang tangan dan hawa dingiin menyelimuti badan pak Yacob, gemetar yang ada di dada menebarkan rasa takut…pak ustad membacakan Alfatikhah, dan memegang tangan pak Yacob….pak Yacob pingsan……

“Dalam keadaan seperti ini, tolong kalian jangan berpencar…dan jangan panik…tolong ambilkan air putih satu gelas.” pak Ustadz  membaca Alfatikhah dan meminumkan ke pak Yacop, sisa air dibasuh ke muka pak Yacob.

” Nah..pak Yacob tolong ceritakan pada saya, apa yang barusan pak Yacob lihat jelang shollat Maghrib tadi.” Pak Yacob menceritakan apa yang ia lihat dan alami ketika saat wudhu… “astaghfirullahal adziim sabar sebentar ya pak, anak bapak masih diumpetin Wewe Gombel, karena Ali sedari tadi ingin bermain tapi kakak-kakaknya pada menghangatkan diri bersama ibunya, dan Ali dibawa Wewe Gombel yang ada di pohon beringin besar itu, saat ini kita shollat Isyak dulu, dilanjut mencari Ali ke pohon tersebut.

Selesai shollat para santri membawa botol kosong, mug, kaleng dll untuk membangunkan Ali biar dia tersadar dengar bunyi-bunyian itu. Pak Ustadz berdoa cukup lama dan menuntun murid santrinya agar menggandeng tangan yang lainnya. ” Pak Yacob pegang tangan saya dan jangan dilepaskan kalau tidak saya suruh, apakah kalian semua dengar ..?” semua serempak menjawab,” kami mendengar dan kami akan membaca shollawat selama perjalanan dan sampai selesai.”

” Ayo kita berangkat, Bismillahirohmaanirrohiim…pak ustad melafal bacaan berulang ulang sambil memegang tasbih dan menuju kedepan dengan gagah dan beraninya. Tiba-tiba cahaya terang benderang terlihat jalan yang dilalui nyaman dan aman..ada yang lewat makhluk bertelinga panjang macam kelelawar bermata merah..melotot bola matanya hampir pecah, berkaki pendek dan cebol, mulutnya kotor bekas menghirup darah, giginya runcing dan berbau busuk, rambutnya hanya beberapa helai dia menghentikan langkah pak ustadz, tangan yang memiliki kuku kotor dan tajam mengeluarkan api dan menyemburkannya ke muka ustadz, pak Ustadz segera membaca Laillahailallah…diikuti murid santrinya…sebanhyak 100x, tapi jumlah makhluk itu semakin bertambah…para santripun dengan gagahnya merapal bacaan yang diucapkan ustadznya, makhluk-makhluk itu terbakar…..para santri berhimpitan satu sama lain mendekati gurunya…ternyata dibelakang ada badai yang ingin memisahkan mereka tapi para santri sudah menyikapinya, angin itu begitu kencangnya… bersamaan ketawa nyaring wanita…hi..hi..hi..hi..hi….wanita syetan ini cantik tapi badannya berujud ular, ranbutnya panjang, lidahnya menjulur-julur dan dia berkomunikasi ” Haiiii….manusia..pulanglah kalian ….!! untuk apa datang kesini….pulang!!!..aku tak menginginkan kamu atau akan aku bunuh semuanya…!! cepat pergiii….!! hi…hi..hi……..ekor ular tersebut menghantam tanah tapi santri lengket terus mendekap pak Yacob dan ustadznya ” lafal ayat kursi” semua santri membaca ayat kursi bersamaan… berdatanganlah ular-ular lain yang menjijikkan tapi para santri membaca ayat kursi bersungguh-sungguh hingga makhluk jadi-jadian tersebut musnah terbakar.

Mereka berdiri dan melanjutkan perjalanan…suasana serentak menjadi gelap…ustadz membaca sesuatu dan para santri mengucap Laillahaillallah..100x tiba-tiba gelap menjadi terang…di depan kelihatan kerajaan yang besar…tapi terdengar suara tangisan anak pak Yacob si Ali, “pak…..buk….. Ali lapar…..pak….pak…..pak….” mendengar suara Ali pak Yacob hampir saja melepaskan tangan pak ustadz untung para santri mengitarinya, hingga pak ustadz menggapai tangan pak Yacob lagi. Dalam perjalanan itu semua melihat Ali sedang berusaha menolak makanan dari wanita tua keriput tak memiliki gigi dan bermata hitam memiliki pupil berwarna putih kemerahan itu memaksa munyuapi Ali, karena takut Ali menjerit-jerit..seluruh santri membunyikan alat-alat yang tadi dibawanya , dan nasi yang siap disuapin ke Ali berubah jadi singgat,  dan mie berubah jadi cacing,kelabang, posisi pak ustadz dan pak Yacob diapit para santri mereka membaca ayat kursi… tiba-tiba Ali menghilang bersama nenek tua renta tersebut, suasana berubah terang …gelap….terang…gelap….

Mereka menuju ke istana syetan tesrebut, pak Ustadz masih komat-kamit melakukan komunikasi dengan pemilik istana tersebut, kelelawar beterbangan menyerbu ke arah ustadz dan para santri berdoa membaca ayat kursi. pak Yacob mulai kecapekan dia mengikuti lafal santri dengan sungguh-sungguh..tiba-tiba  keluar Ali…dan mencari bapaknya…seketika itu juga dibunyikan lagi alat-alat yang dibawa santri sangat memekakkan telinga…dan keluarlah Ali, Ali, Ali, dan Ali , kini ada lima Ali yang keluar dari istana, membuat pak Yacob bingung memilih Ali yang sesungguhnya…, di dalam istana tersebut terdengar menggelegar memekakkan telinga, dan keluarlah makhluk yang bernama Wewe Gombel memilik badan besar berkulit hitam, mata merah berambut hitam lebat dan cirinya memiliki buah dada yang besar menggelantung sampai bawah, karena saking panjang dan besarnya buah dada tersebut harus di sampirkan dipundaknya. Wewe Gombel merasa mendengar kegaduhan dengan bunyi-bunyian itu begitu terusik dia marah mengambil kelima anak laki-laki yang mirip Ali itu dimasukkan ke dalam buah dadanya dan disimpan disana. Hentikaaaaannn…..!! hentikaaaaannnnnn…!!  sambil menutup telinga Wewe Gombel marah  menginjak..injak…anak buahnya sendiri yang gak becus mengusir rombongan ustadz tersebut. Semua bacaan dibaca didepan istana agar Wewe gombel melepaskan Ali, karena tak tahan Sang Wewe berujar, ” Ambilah salah satu dari anak-anakku yang benar-benar milikmu dan hanya satu kali kamu bisa memilih” lalu pulanglah bersama anak dan rombonganmu aku tak akan mengganggumu lagi..tapi hentikan bunyi-bunyian itu, ustadz tak percaya dengan syetan Wewe Gombel dan menyuruh pak Yacob membaca “Allahuma sholiwasalim allaaaa…” Alipun menjawab ” Sayidina Wamaulana Muhammadin….” pak Yacub segera memeluk anaknya dan tak melepaskan lagi , kegelapan….terjadi lagi….semua berkumpul dan bertempelan sambil membaca Laillahaillallah..Alipun mengikutinya…sampai sebanyak -banyaknya dan byaaarrr…..tiba-tiba mereka berada di belakang mushola , mereka pada shollat subuh berjamaah. Pak Ustadz  menanyakan pada Ali, ” Sebenarnya apa yang terjadi padamu hai Ali..?”

” Ali tak tahu pak ustadz yang Ali ingat mbokde Wewe begitu katanya Wewe minta Ali memanggilnya mengendong Ali untuk diajak main karena kak Yahya dan kak Idris gak mau main, dan tenyata di sana banyak sekali mainan Ali senang sekali disana tapi teman-teman Ali gak ada yang shollat dan Ali dipululi gak dikasih makan, Ali ingat ibu sama bapak gak pernah marahin Ali, dan juga kangen sama kak Yahya dan kak Idris. Pak Yacob dan Ali pulang ke rumah terdengar bacaan surat Yasin dibacakan saudara-saudaranya, Ali bertemu ibu dan kakak-kakaknya, tiba-tiba Ali melihat mainan gajah-gajahan dari istana Wewe Gombel, dan Ali menunjukkan mainan tersebut pada pak ustadz, mainan itu disimpan pak Ustadz dikubur di kamar pak ustadz dan tiap hari dikamar itu pak ustadz membaca Alqur’an

 

 

Selesai.