Cerbung

WARUNG SAYUR BU SARIYAH episode-13 Perjalanan ke Solo

October 4, 2019

Mas Pengky pagi-pagi sudah sampai di rumah bu Sariyah hampir bersamaan dengan Pak Dalijo sayur, bu Sariyah minta tolong pak Bambang membantu mengangkati sembako dan mengeceknya. ” Lamarannya kapan mas Pengky kok sudah cuti ” Tanya pak Bambang. ” Hari Sabtu besok pak, kalau tidak diantar Kamis ini bu Sariyah akan kesulitan telur dan lain-lainnya harus menunggu Kamis lusanya pak, kan kasihan karena pagi ini jam sembilan saya sudah segera pulang ke Solo” Mas Pengky menjelaskan sambil menurunkan minyak kemas dua karton. ” Jadi pesanannya semua dobel kan mas? ” tanya pak Bambang. ” Gih pak leres, sekalian mau izinkan Darna pak.. dan menitipkan dagangannya disini sampai acara selesai , oh ya pak rencana habis nikahan besok tolong pesankan kos tempatnya sebelah pak atau depan biar Darna gak jauh-jauh kerjaannya. ” pinta mas Pengky sambil menyerahkan undangan pernikahan mas Pengky dan mbak Darna. Pak Bambang membuka undangan tersebut ” Oo… Jadi Sabtu lamaran sekaligus ijab kobul Minggunya resepsi, waaah.. singkat banget mas Pengky ” jelas pak Bambang. ” Inggih pak, saya dapat cuti tahunan juga cuti nikah dan libur saya kumpulin untuk pindahan, doakan ya pak pernikahan kami lancar dan jangan lupa datang ke Solo sekalian nitip undangan buat pak Marzuki , pak Adnan RT dan lainnya gih pak ?!” ” Iya mas, akan saya sampaikan jangan khawatir. ” ” Matur suwun pak Bambang, saya dah merepotkan bapak. ” Mas Pengky minta tolong pada pak Bambang. “Gak apa apa mas, saya iklas kok. ” jawab pak Bambang santai. Bu Sariyah langsung menata sayur, buah, serta ikan dan pak Dalijo pulang dengan motor Tossanya. Bu Sariyah meminta bon dari mas Pengky hari ini dan membayar orderan minggu lalu dengan lunas. dhe Malem membuatkan nasi goreng babat dan teh hangat untuk mas Pengky setiap antar pesanan bu Sariyah dan mas Pengky selalu menghabiskan karena memang nasi goreng babatnya enak. ” Datang ya dhe ke Solo ben weruh bapak lan simbokku ning Palur ” Mas Pengky memberikan undangannya dhe Malem untuk menghadiri resepsi pernikahannya. ” Yo aku sih manut bossku mas Pengky, la yen aku diajak brati aku tekan ‘gonmu.. la yen ra dijak yo maaf aku nitip “. ” Pasti diajak, pak Bambang orangnya perhatian kok dhe.. ..ra sah kuwatir ” mas Pengky memberikan masukan baik pada dhe Malem.

Pak Bambang menyampaikan undangan mas Pengky dan pesan nya pada pak Sastro yang sedang membeli rokok, pak Sastro mau menerima Mas Pengky sebagai penghuni kostnya bersama istrinya. ” Tapi keperluan memasak bukan urusan saya, saya hanya kasih tempat tidur dan almari serta tambahan ruang untuk memasak dekat kamar mandi saja pak Bambang, jadi tolong jelasin ke mas… Pengky ya.. Eh…. saya dapat undangannya kita brangkat bareng sama pak Marzuki dan mas Gandung menantunya yang dosen itu bagaimana ?” Pak Bambang manggut-manggut dan meminta nanti malam ketemuan di warung buat bahas ke Solo, pak Sastro setuju jam 19.00 acara dimulai . Rapat membahas perjalanan ke Solo segera dimulai, pak RT Adnan, pak Marzuki, pak Sastro, pak Zamroni juga pak Yusuf hadir. Rapat memutuskan Pak Bambang menyewa mobil angkot bos Kamto dan boleh dipakai untuk keluarga pak Bambang dan dhe Malem, mobil Mas Gandung akan dipakai keluarga Marzuki dan pak Sastro bersama istri, pak Zamroni sewa mobil bersama keluarga mbak Ratna, Dan pak Yusuf sewa mobil bersama keluarga bu Saroh semua pemesanan mobil menggunakan jasa mas Gandung suami mbak Erna kecuali mobil yang dikemudikan pak Bambang. Rapat ditutup jam 23.00 dan mas Gandung menyatakan siap apabila ada warga yang ikut diperbolehkan memilih mobil yang masih cukup.

Aris tak ikut ke Solo karena banyak tugas dan ulangan, Gozali menemani Aris dan memginap , mas Raka ikut menemani tiap malam dengan berjaga di warung sambil nonton tv, dua hari warung tutup rasanya pasti amat lengang, Aris membayangkan kesunyian itu tapi dengan belajar dan tugas yang seabrek dari sekolahan pasti tak akan sepi. Sabtu pagi jam sembilan mobil sudah siap berangkat, mobil pak Bambang masih bisa dimuati delapan orang, mobil mas Gandung ada pak RT Adnan dan istri serta keluarga pak Maszuki masih bisa ditambahi dua orang, pak Zamroni mobilmya penuh karena mbak Ratna dan pak Zamroni sama-sama mengajak keluarganya rekreasi di Taman Jurug, pak Yusuf keluarganya ikut semua tapi bu Saroh tak mengajak suaminya yang lembur dan anak-anaknya masih pada kerja di pabrik jamu Sekarmerah dan yang masih tersisa empat orang yang ikut se Solo, semuanya terangkat dan masih ada tempat yang kosong buat tempat sarana yang dibutuhkan waktu istirahat. Bu Sariyah pamit pada Aris yang sedang istirahat sekolah kalau rombongan akan segera berangkat. ” Hati-hati di jalan ya buk, bapak jangan ngebut-ngebut perjalanan hanya dua jam buat santai dan enjoy saja…jaga keselamatan” begitu pesan Aris dan bu Sariyah agak mewek meninggalkan Aris yang begitu rela dan iklas. Rombongan mulai berangkat , Mas Gandung memimpin paling depan diikuti pak Zamroni, lalu pak Yusuf, terakhir pak Bambang yang mengawasi dari belakang. Baru kali ini RTnya pak Adnan mengajak warganya pergi bersama sambil rekreasi..warga sangat antusias dan bahagia sepanjang perjalanan bernyanyi-nyanyi saling video call antar mobil membuat mereka semangat , jalan tol Semarang Solo yang nyaman dan indah pemandangan membuat asik mereka pada berselfie di mobil yang berlatar belakang tol yang rapi , tak terasa akan keluar tol dan masuk Karanganyar Solo. Bu Marzuki meminta rombongan berhenti untuk istirahat di Puri Tamansari yang berada di kompleks Candi Cetho yang amat sejuk karena dilindungi gunung Lawu dan sekalian Ishoma. Tilam , piring dan gelas plastik diturunkan dimobil pak Yusuf, dhe Malem membawa rantangan sayur dan lauk, bu Marzuki menbawa nasi hangat di thermos besar, mbak Ratna membawakan minuman , bu Zamroni membawa buah jeruk dan pisang , mereka bergantian melakukan sholat dan makan, Aris menelepon bapaknya dan ingin bicara sama ibu Sariyah, yang hanya menanyakan sampai di mana ? bu Sariyah senang sekali diperhatikan anaknya. Mereka merasakan keheningan Taman saraswati dan menikmati gemericiknya air pancuran serta berfoto bersama , setelah beristirahat mereka melanjutkan perjakanan menuju Palur keluarga mas Pengky sudah memberikan petunjuk arah serta rumah untuk menginap keluarga Semarang tepat di samping rumah mas Pengky, mbak Darna tinggal didepan rumah mas Pengky ikut bibinya karena mbak Darna yatim piatu, bibinya Darna mengucapkan selamat datang pada rombongan. ” Darna ditinggal bapaknya waktu berumur dua tahun dan ibunya menyusul setahun kemudian, bibinya mengambil dari Klaten yang aslinya Darna dibawa ke Palur dan sekolah di Palur, demikian bibinya mbak Darna menceritakan keadaan Darna sesungguhnya dan nanti sekalian ijab kobulnya baru besok resepsinya. Kakeknya mbak Darna yang menikahkannya , kakak mas Pengky namanya Pambudi mengajak perwakilan dari Semarang menjadi saksi dan pak RT Adnan dan pak Zamroni yang mewakilimya harena sudah pernah menikahkan anaknya. Pak Marzuki tak bisa mewakilimya karena cucunya rewel minta digendong keluar. Mbak Erna dan anak pertamanya yang berumur tujuh tahun bersama mas Gandung juga rombongan menonton tivi, pak Bambang dan Bu Sariyah sedang shollat isyak bersama dhe Malem dan keluarga mbak Ratna juga beberapa anggota rombongan.

” Lo…?? itu kan Arisnya bu Sariyah…?” mbak Erna berteriak dan mas Gandung membenarkan. ” Dia penyiar muda dan berbakat peliput acara Festival Seni Tari Se Jawa Tengah sedang diwawancarai di sekolahnya di SMAN 2 , semua pada nonton Aris di tivi termasuk bu Sariyah yang sudah selesai sholat karena mendengar anaknya di sebut-sebut langsung menuju ruang istirahat, dan mendengarkan wawancara tersebut pak Bambangpun ikut nimbrung. Aris yang dikabarkan akan mendapat kesempatan pertukaran pelajar Indonesia-Malaysia dalam bidang seni tari selama setengah tahun setelah kenaikan kelas tahun ini. ” Jadi nanti Aris kelas xi ada di Malaysia pak..?!” tanya bu Sariyah pada suaminya pak Bambang, yang juga bingung dengan kabar itu. ” Kita serahkam saja pada Tuhan dan Aris yang melakukannya, semoga kebaikan selalu menyertai Aris Bu…” pak Bambang hanya bisa bersyukur untuk senua kabar yang didengarnya baik. Acara ijab kobul berjalan lancar, dan acara lek-lekan segera berjalan , rombongan Semarang lek-lekan sambil leyeh-leyeh karena capek, ada yang bermain kartu, main games dan mengobrol dan ada pula yang mengaji dan ada pula yang istirahat karena capek. Pagi hari semua sudah persiapan untuk mengikuti resepsi yang diadakan jam 11.00 sampai jam 14.00 rencana nanti mau langsung pamit . Mas Pengky senang sekali bertemu dengan ibu-ibu yang membantu mas Pengky dan mbak Darna dalam usaha. Mereka berfoto bersama , mbak Darma Nagita alias Darna cantik memakai kebayak Solo juga mas Pengaribuan Rizky alias Pengky begitu tampan dan gagah memakai beskap landung. Selesai acara mereka pamitan dan langsung menuju taman Jurug. Anak-anak mbak Erna senang berada di Taman Jurung yang satwanya lengkap dan bersih taman serta indah bunga-bunganya sehingga satwa kelihatan bersih serta sehat. Jam 16.00 mereka segera pulang balik ke Semarang , tak lupa mampir untuk membeli oleh-oleh khas Solo seperti : Serabi notosuman, intep goreng manis dan gurih , juga Abon sari manis yang tahan lama . Sampai di Semarang hampir maghrib , Aris sudah menyiapkan teh hangat untuk mereka bertiga di bantu Asih menantunya dhe Malem.

Bersambung….