Cerpen

WARUNG MAKAN UNTUNG

September 12, 2018

Alanso pria lajang  baru lulus SMA,  berasal dari  kota Batang nama aslinya Jaelani Bin Sobri, biar lebih keren dia meminta dipanggilAlanso  dia ingin kuliah sambil bekerja karena orang tuanya tidak mampu membiayai. Ketika Bibi Moonah dari Semarang datang ke Batang , Alanso dipaksa ikut untuk membantu usaha buka warung makan di rumahnya. Tugasnya adalah sebagai kasir

” Bi, terus yang masak siapa..?” tanya Alanso

” Yang masak Bibi sama mbok Atun, juga penyedia pesanan hidangan , cuci piring bersih-bersih termasuk pelayan Asrul dan Ummi yang ngerjakan.

“Kalau kamu sedang kuliah yang pegang kasir bibi, tapi kamu juga mbantu Ummi dan Asrul kalau mereka kewalahan dengan pelanggan. Dan warung dibuka mulai jam 06.00 jadi bangunmu paliiing lambat jam 05.00 , warung ditutup jam 21.00. jadi kamu masih ada waktu untuk belajar, yang belanja bibi, kadang mbok Atun kalau yang dadakan dan yang antar bisa Ummi juga bisa Asrul.” ” Piye gelem ra..? yen gelem enggal cekat-ceket, bibi mrene iki dijaluki tulong  Jamilah ibumu, piye carane ben awakmu bisa kuliah , warunge bibi cedak kampus USM dadi ra perlu ragat transport, gajimu bisa kanggo macem-macem, sarapan yo tinggal njupok ora usah bingung, turu tinggal nglekar, nggosok cuci wis diurus mbok Atun karo Ummi,mbayar ledeng listrik wis diurus Pakdemu, ayook ndang bibi wis di enteni mbok Atun, yen ora melu tak tinggal”

” Gih..gih Bik..nderek niki sih noto klambi..entosi sik ..” Alanso mandinya buru-buru seperti ucapan Bibinya yang kayak kereta. Jamilah ibunya Alanso berterima kasih sama kakak kandungnya yang masih mau mbantu Alanso, mereka ngobrol banyak…… sebenarnya Jamilah ingin ikut..tapi belum izin suaminya ” Yaaahhh kapan-kapan saja kalau kamu mau ikut, wong masakanmu juga enak .. tapi izin mas Sobri, aku ra wani ngomongke..ben awakmu dewe le ngomong ”

“Buk Alan ikut bibi ke Semarang, mugo-mugo Alan lancar kuliahnya” Alan mencium tangan ibunya dan bibi Moonah pun mohon diri “Jamilah , ini sedikit uang buat Yanti , soale aku rak nggowo opo-opo mesakke yen Yanti takon”

” Matur suwun Yu, ati-ati yo..salam kanggo mas Untung.” jawab Ibu Alanso

Laju bis lambat sekali membuat bibi Moonah ngantuk….kepalanya goyang kanan kiri menumpang di bahu Alan, Alan diam saja cuek..disamping tempat duduknya ada cewek kliatan ngantuk juga, tangannya pegang kursi di depannya sementara dibelakang kursi cewek ada lelaki berdiri kelihatannya  mengincar tas cewek tadi..” waduuuuh, kasihan mbak itu bagaimana caranya mbangunkan  mbak itu..?” Alan berfikir untuk bisa menyelamatkan mbak itu , tapi copet itu menakutkan mukanya ….serem..Cewek itu turun di pasar Karangayu diikuti wajah serem tadi…” Jangan-jangan itu bapaknya..hahah….untung aku tidak jadi nubruk cewek itu biar bangun tadi..bisa berabe.. kena bogem bapaknya….”

Akhirnya sampai jalan Gajah  Alanso membangunkan bibinya, sang bibi riyip-riyip melihat keluar jendela dan segera turun oper Ojek menuju warung makan  Untung di dekat USM rupanya tukang ojek tersebut langganan warung makannya bibi Moonah,

” Alhamdulillah makan siang sekalian Bu Untung, sama ponakan yang kemarin diceritakan sama mbok Atun ya Bu..

” Pingin ngerti wae kowe ki ..karo urusane wong..” jawaban bu Moonah ketus

” Waaah kok marah to bu….jangan to bu..saya kan hanya ingin tahu saja, ini kita belok kanan lewat gang kecil bu..di Masjid Agung macet ”

” Yo wis sak karepmu, le penting tekan..selak luwe aku,”

” Nggih..gih….rombongan luwe jalan…” pak Kandar sudah hafal karakter bu Moonah alias Bu Untung dia nggak mikirin ketusnya Bu Moonah ..nikmati saja hidup ini tanpa rasa benci itu slogan hidupnya. Sampai di rumah yang juga tempat warung makan pelanggan pada makan, pak Kandar langsung minta makan, ” Mi..,sop daging minumnya  es teh” yang ditanya jawab ” Gih pak Kandar”, temannya pak Kandar juga ikut-ikutan makan Sop daging, di samping mereka para mahasiswa USM, Bu Moonah masuk lewat pintu rumah induk  Alanso mengikuti bibinya, mbok Atun langsung toto dahar buat ibu dan mas Alanso.

” Ini kamar kamu dekat sama bibi, yang dibelakang sana kamar mbok Atun sama Ummi, sebelahnya lagi kamar Asrul. Kamu bisa tanya-tanya sama Asrul  tentang kuliah, Ini mesin uang bisa kamu pelajari dan kuncinya otomatis, ini panduannya. Tapi kita makan dulu , sekarang bibi hubungi orang yang program mesin kasir nanti kalau datang temui saja,Bibi mau shollat dulu, trus istirahat sebentar. ” Ya bik” begitu saja jawaban Alanso .

” Bagaimana Sop dagingnya…enak kan..?”

” Enak…enak bik…istimewa, bibik yang buat ya?”

” Iya dong, apalagi asem-asem dagingnya wwaaah..mak nyus dua menu andalan itu yang nangani bibi ” Bibi memamerkan kebolehannya. Alanso bangga pada Bibiknya yang jago masak, sebenarnya ibu juga bisa, tapi karena ibunya sering sakit-sakiten jadi bapak melarang ibu bekerja berat, bapaknya Alanso hanya tukang kayu sehingga rumahnya rapi.

Teknisi mekanik datang meminta data warung makan saja, maka dipanggilah mbok Atun dan Asrul untuk dimintai keterangan juga harga, karena masih berurusan sama mbok Atun dan Asrul, maka Alanso membantu Ummi di warung dan mencuci piring-piring karena sudah ada yang nunggu untuk makan,”mbak Ummi kamu disini saja, aku tak yang bersihin meja dan nyiapin pesanan” Ummi menurut saja dan Alanso mencatat permintaan-permintaan pelanggan segera diberikan ke Ummi, sementara Ummi nyiapin pesanan Alanso mengambil piring-piring yang kotor agar segera dicuci Ummi, ketika orang mau bayar mereka di suruh ke Ummi karena yang tahu tadi Ummi, kelihatannya Alanso cocok kerja bareng sama Ummi, cuma ummi kethetheran karena tangannya belum kering sudah terima pembayaran makanan, Alanso melihat itu…tapi harus bagaimana ? Ummi yang tahu makanan dan harganya , Alanso melihat dibawah bangku kursi ada makanan yang jatuh milik pelanggan dan ia pun menyapu bersih kotoran itu, dan Ummi melihat yang dikerjakan Alanso , membuat senang melayani pelanggan, karena ruangan bersih, makanan cepat menyajikannya . Ummi melihat ada es jeruk masih di hadapannya …buru-buru Ia tanya Alan, ini milik siapa..? Alan langsung memberikan pada bapak baju kuning. Mbok Atun akhirnya keluar ruangan kembali ke posisinya langsung mencuci piring.” Wah bersih sekali pemandangannya, cuma suara sendok dan garpu yang terdengar.” batin Asrul yang melihat kegesitan Alanso dia yakin Alanso laki-laki yang rajin, Asrulpun segera meminta sapu untuk melanjutkan karena ini bagian dia, dan Alanso kembali ke mesin kasir. Teknisi ini menjelaskan bagaimana mengoperasionalkan mesin, bagaimana masuk ke modul bila ada makanan baru dan harga berapa , mas bisa langsung cek berapa harga makanan di sini, dan Alan segera mempersiapkan  ketikan untuk uji coba,” mas gak perlu di enter kalau uji coba hanya ketik saja nama makanan  nanti akan muncul harganya,jumlahnya tinggal isi berapa, keluar dah harganya, nah…bener juga..ada angkanya, ” kalau ingin menjumlah apa saja yang di makan ketik  plus ketik makanan lagi dan seterusnya…terus tekan jumlah total maka akan menunjukkan jumlah yang harus di bayar , bila ada harga yang salah masuk ke menu utama ketik edit, crusor diarahkan ke makanan yang perlu di edit setelah selesai baru di ok. Alanso membaca semua harga yang ada di daftar menu sampai bener-bener lincah setelah puas teknisi melanjutkan pemasangan print, setiap pembelian harus diprint dan ada dua kertas warna putih untuk pelanggan dan yang biru untuk pertinggal atau arsip coba contoh bon yang tadi , tolong di cek berapa harus dibayar…Alanso mengetik …nah ketik print…keluarlah kertas dengan catatan bukti pembayaran, bagaimana..? nanti Bibik kamu diberitahu ya, jangan lupa kertas print biru dikumpulkan untuk laporan harian pemasukan hari ini dan seterusnya. Sekarang dimana harus meletakkan mesin kasir ini, teknisi menunjukkan arah yang tepat dan mudah membayarnya lagi pula listriknya menjangkau ke mesin ” Disini mas, cocok banget..tidak terganggu orang yang mau masuk dan mau keluar,  lebar dan nyaman tapi meja ini harus di singkirkan. Asrul dan Alanso mengangkat dan memindah sementara meja itu, karena ada yang masih makan jadi harus pelan , ketika meja kasir sudah porposional pelan-pelan merubah meja kursi makan dengan tidak mengganggu situasi pelanggang memang cukup lama memindah meja kursi makan sambil Alanso melakukan transaksi pelanggan di kasir,” Bagaimana mas apakah masih ada pertanyaan ?” tanya teknisi

” Terima kasih mas, cuma saya mau minta nomor hape sampeyan siapa tahu saya butuh bantuan”

” Oya ini kartu nama saya, salam buat bu Moonah ya ”

” Mas, makan dulu mas, Asem-asemnya nikmat loo…” mbok Atun menyiapkan makan buat teknisi .

Seminggu sudah Alanso membantu Bibi di Warung Makannya, kelihatan gesit dan tidak merasa malas selalu gembira, dan Alanso juga sudah mempersiapkan data untuk mendaftar kuliah dia memilih kelas  Sabtu Minggu biar Bibi senang bisa menaikkan pendapatannya di jam-jam sibuk. Tiga bulan akhirnya Alanso diterima di USM dia ambil jurusan Akuntansi, biar pakem ngurusi uang dan membantu Bibinya . Alanso minta libur untuk ketemu ibu bapaknya sebelum kuliah selama 2 hari untuk meminta do’a dan restu  kedua orang tuanya.

 

 

Selesai