Cerbung

UNTUKMU KUPERTARUHKAN HIDUPKU episode-9

September 20, 2019

Seminggu Saskia berada di Bali, dia ingin mengecek pekerjaan yang di Jakarta Saskia menelepon driver 3 pak Jayadi sebelum menelepon Hasan Torres Hurek. ” AsalamuAllaikum ibu Saskia kumaha ada yang bisa Yadi bantu buk? Sebelumnya Yadi ucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah ” Pak Yadi agak kaget menerima telepon dari Saskia. ” WaAllaikumsalam pak Jayadi, terima kasih ya ucapannya selamat tahun baru juga sedang apa saat ini? ” pak Jayadi meminggirkan mobil boxnya dan menerima telepon dengan tenang. ” Ini Yadi sedang transfer barang ke Cirebon ditujukan Surabaya sama Pacitan dan yang terbanyak kirim Malang buk? ” ” Pak Yadi dapat libur tahun baru gak? “. ” Yadi mah lembur buk diperintah pak Hasan Torres cuma satu orang yang dapat libur, dan harus lembur minggu kemarin pun Yadi lembur karena sudah dapet bonus padahal Yadi kerja mah baru 6 bulan, terima kasih buk kemurahan hati ibu dan bapak Armando”. ” Ya sudah pak silahkan jalan lagi, hati-hati ya pak “. Saskia senang programnya dilaksanakan Hasan Torres dengan baik. Pak Jayadi merasa bangga ditelepon Saskia yang sangat perhatian sama karyawannya. Selanjutnya Saskia menelepon Amelia bagian distribusi. ” AsallamuAllaikum ibu Saskia, Selamat Tahun Baru dan selamat menempuh hidup baru kami dari bagian distribusi meminta maaf tidak bisa ke Semarang, hanya perwakilan dari penerimaan barang mas Basuki dan crew yang bisa hadir” ” waAllaikum salam, Terima kasih mbak Amel, iya kami ketemu pak Johan dan pak Basuki kemarin,mereka sudah mengatakan semuanya minggu kemarin pun pada lembur kata pak Basuki, okey tapi tahun baru kalian libur kan? ” ” Tidak buk maaf kami lembur karena sudah terima bonus dan menghabiskan sisa kiriman 2014 ,yang membeludak orderannya dan harus rampung sebelum tanggal 15 Januari tahun ini, terima kasih bonusnya sudah kami terima buk “. Lagi -lagi Saskia puas dengan hasil kerja Torres Hurek. Armando sedang membalas wa dari kolega dan sahabat-sahabatnya . Saskia memberesi barang-barang , karena besok pagi harus segera cek out. Hastuti menelepon Saskia dan berharap sekali membuka cafe di Bali. ” InsyaAllah semoga terlaksana dan kita bisa bekerja sama”. Saskia senang dengan respon Hastuti meskipun besok Saskia cek out tak ditemani Hastuti karena dinas siang tapi siang tadi sudah ngobrol banyak serta tinjau lokasi rencana cafenya.

Mami Liely sudah bersiap-siap pulang ke Bandung bersama Omma diantar Mang Nawang ke stasiun Poncol, om Roy ikut mangantar juga dan membawakan roti boy untuk bekal omma dan Liely di kereta, om Roy mengantar sampai omma duduk dan memeluk omma, sambil berkata :”Omma hati-hati di jalan besok siang Armando sudah sampai Bandung, Liely jaga omma baik-baik ya, kabari kalau sudah sampai Bandung” Liely mengiyakan dan bersalaman. Roy turun keretapun siap berangkat. Roy melambaikan tangan dan segera menuju pintu keluar. Di parkiran Mang Nawang sedang menelepon mang Yayan kalau kereta Herina sudah berangkat menuju Bandung dan jam 03.30 an sampai stasiun ” Jangan lupa jam tiga pagi kang dah ada di stasiun ,nuwun ” mang Nawang menutup hapenya dan membukakan pintu untuk Roy. Armando menelepon om Roy menanyakan mami Liely dan Roy mengatakan kalau mami sudah berangkat malam ini. Persiapan pulang sudah beres Saskiapun mulai membuka wa membalas ucapan teman dan kolega diantaranya Mariana manager Pesta Keboen dan Saskia nanti akan meneleponnya setelah Armando selesai menelepon mami Liely di kereta Herina . Om Roy langsung tidur selesai mengantar Liely , mang Nawang menemani om Roy tidur dengan menggelar matras , karena kecapekan Roy mendengkur keras, mang Nawang kasihan lalu menyiapkan air putih di meja samping tempat tidur berharap Boss Roy bangun dan meminumnya. Hape berbunyi panggilan dari Liely dan Roy menerimanya, ” Ya Liely… ” sahut Roy agak serak suaranya. ” Kecapekan ya… Ni aku dah dijemput Mang Yayan ..” Roy meminum air putih karena suaranya serak terus menjawab : ” Maaf ya suaraku agak serak nih.. “. ” Waaah kamu kena angin pakai sweeter dan bobok lagi ya biar gak serak besok pagi?! ” saran Liely. ” Okey Liely makasih dah ngabarin tadi Armando juga telpon nanyain kamu dan besok pagi berangkat penerbangan pertama transite Surabaya sampai Bandung jam 11 pagi.. Okey Liely met istirahat ya… sampaikan omma salamku “. ” Okey Roy ni dah sampai rumah, met istirahat juga.. By.. ” Liely mengakhiri telponnya dan memapah omma dibantu mang Yayan juga. Omma langsung tidur karena kecapaian. Liely dibuatkan teh hangat dan dibawa masuk Liely di kamar karena Liely mau bersih-bersih badan dulu lalu makan roti boy dari Roy, Mang Yayan diberi satu buah karena memang tidak banyak Boss Roy membelinya . Tapi lumpia basah tiga dos Liely membawanya yang dibelikan mbok Minah dan Fatimah anaknya di gang baru, karena omma suka sekali dengan lumpia baik basah maupun goreng. Mang Yayan menyimpannya di kulkas. dan istirahat lagi.

Liely mau menelepon Armando tapi tak jadi karena masih terlalu pagi, nanti jam 05.00 saja aku bangunin pikir Liely, karena kenyang Liely tertidur. Armando menelepon maminya Liely kaget ” Ya Allah aku tertidur” Buru – Buru Liely mengangkatnya dan keluar kamar karena omma masih tidur takut kebrisikan. ” Mami kami sudah di Bandara Ngurah Rai bentar lagi pesawat take off menuju Surabaya. Jam delapan sampai Surabaya jam 10 menuju Bandung tolong mang Yayan suruh jemput ya.. jam 11.00 sudah di Bandara ya Mi?! ” ” Iya sayang , mang Yayan sama mami nanti yang jemput ” Armando melarang maminya menjemput: ” Mami dirumah saja, jangan capek-capek temeni omma tidur ya… Mami rest saja dikamar jangan kemana-mana okey…? “. ” Okey sayang kalau maumu begitu mami istirahat ya..muach.. ” . Liely menyuruh mang Yayan menjemput jam 10 di Bandara Husein Sastranegara Bandung menunggu Armando dan Saskia. Pesawat Batik Air mengalami masalah sehingga di delay, Mang Yayan bingung kenapa pesawat itu?. Liely bingung hape Armando maupun Saskia tidak bisa dihubungi padahal sudah jam 11.30 lalu menelepon Roy yang sedang meeting belum keangkat… Liely cemas.. Omma masih mandi dibantu Atih istrinya mang Yayan. Liely menelepon mang Yayan menanyakan keberadaan Armando, ” Punten mami, itu pesawat di delay dan belum ada kabar ” Armando dan Saskia bingung pesawat gak terbang-terbang.. Pengumuman dari awak pesawat para penumpang akan dialihkan ke pesawat lain tapi masih bersama batik air awak pesawat mengatakan ada gangguan teknis karena baling-baling sebelah kanan mati sebelah dan meminta maaf atas keterlambatannya. Para penumpang berpindah pesawat sesuai nomor tempat duduk yang diberikan pihak Batik air . Setelah cargo beres sepuluh menit kemudian pesawat sudah tinggal landas tepat jam 12.10 . Mang Yayan melihat daftar pesawat yang aktif dipapan pengumuman. Ketika terlihat pesawat dari Surabaya Batik Air nongol estimasi mang Yayan segera menelepon mami Liely. Saskia akan menelepon mami tapi Armando melarang : ” Pasti sudah ada laporan keamanan di pengumuman kedatangan dan penerbangan hari ini, sabarlah… mang Yayan bukan orang bodoh ” dan Saskia mengurungkan maksudnya karena memang dilarang menghidupkan hape pada saat pesawat melakukan penerbangan karena mengganggu navigasi

Dari menit ke menit mang Yayan matanya memandang daftar kedatangan pesawat, meski perut mulai kukuruyuk ia tahan berharap pesawat segera masuk bandara. Jam 13.45 pesawat landing hati mang Yayan lega mobil didekatkan agar tidak terlalu jauh. Armando dan Saskia sudah terlihat di pintu kedatangan, mang Yayan melambaikan tangannya dan mengangkat dua kopor ditambah tiga dos besar ke mobil dan menuju mess Pasir Kaliki. ” Capek mang nunggunya.. ” mang Yayan tersenyum dan menjawab ” Tidak aden, cuma mang bingung ada apa dengan pesawat aden..? ” Armando menghela nafas, untung saja baling-baling terkontrol dengan baik, bagaimana kalau tiba-tiba mati di angkasa” ” Oo.. jadi begitu den.. Alhamdulillah den selamat sampai Bandung ” Liely dan omma menanti kedatangan Armando dan Saskia meski jarak antara bandara dan Pasir Kaliki dekat cuma 15 menit sampai tapi Liely amat kangen sama mereka berdua, bunyi klakson mobil mang Yayan membuat hati Liely lega, mobil segera parkir mang Yayan menurunkan barang, Liely langsung memeluk Saskia yang keluar duluan dan Armando memeluk omma . Mereka langsung menuju keruang tamu. Atih istri mang Yayan membantu membawa dos yang lumayan besar dibantu Saskia, Armando dipeluk mami dan omma. “Kalian tinggal seminggu rasanya kayak setahun.. baru kali ini mami merasakan kesepian “. Liely mendekap terus anak lelakinya. Armando tertawa dan menggoda maminya. ” Mami… Mami kan sudah biasa ditinggal kenapa sekarang manjanya kumat lagi”. Ommapun ikut ketawa ” Armando kamu belum pernah jadi tua sih ..ya gak Omma? ” Liely membela diri dan Armando membantu mang Yayan dan bik Atih menaruh kardus oleh-oleh dekat mami Liely dan Omma.

Bersambung…