Cerbung

UNTUKMU KUPERTARUHKAN HIDUPKU episode-8

September 18, 2019

7 Januari 2015 Pernikahan Armando, jr dan Saskia berlangsung sederhana pada hari pertama tamu dari kantor direksi cabang / pusat dan relasi kongsi kerja, hari kedua dari keluarga Saskia dan Armando dibarengi rombongan kampung tempat mereka tinggal dan hari ketiga sahabat Saskia dan Armando dari Undip dan dosen sahabat Saskia Prihatini ada teman Armando dari SMA Kebundalem ditambah sahabat Liely Han Ning dari Shanghai yang menyumbangkan lagu Wo Ai Te Ni Ai yang menari bersama suaminya Yang Tjai pada band yang dikelola dari pesta keboen dan om Roy mengundang paguyupan toko emas Gang Pinggir yang ikut berjoget ria serta karyawan toko emas Liely. Kakek Armando dan Mak Yan senang sekali menghadiri pesta pernikahan Armando, selama tiga hari mendampingi pernikahan Armando dan Saskia merupakan suatu kehormatan buat Mak Yan dan dimohon menemani mami Liely sampai tamu hotel pada pulang, karena banyak yang akan dibicarakan. Kakek Rustam Nasrun datang bersama istri dan kedua anak perempuannya yang sudah bersuami , mereka menginap di Citra Land yang sudah di booking duluan oleh Saskia kumpul dengan kakek Armando mereka bersalaman. ” Nasrun itu kamu ya…. ” kakek Armando memanggil Rustam Nasrun dengan panggilan akrabnya ketika di Padang sebelum kakek Armando ikut bibinya di gang pinggir . Saat Padang terjadi peperangan mami kakek Armando meninggal karena sakit ayah kakek Armando menikah dengan ibunya Rustam Nasrun, satu tahun kemudian lahirlah Rustam Nasrun. Ketika umur sepuluh tahun bibinya kakek Armando dari Semarang membawa kakek Armando untuk sekolah disemarang meskipun beda ibu tapi Rustam Nasrun dan kakek Armando hidup rukun . Zubaidah meminta maaf pada kakek Armando atas segala kesalahannya karena Zubaidah tidak tahu menahu kalau ternyata tak ada ikatan antara Sonya dan kakek Armando mereka hanya berbisnis logam mulia antar sahabat dan Sonya memiliki toko emas naga terbang milik warisan keluarga yang dikelola Sonya dan kakek Armando. Kebetulan kakek Armando kakak tiri Rustam Nasrun dan Alvian pernah diajak disemarang mengurus emas usaha maminya, kakek Armando sangat dekat dengan Alvian dan amat menyayanginya. Tentara Jepang masuk ke Semarang keluarga Sonya pulang ke Beijing, Sonya di tahan harta benda dititipkan kakek Armando yang jujur. Bibi kakek Armando meninggal terbunuh tentara Jepang karena menyelamatkan Sonya . Kakek Armando menitipkan Sonya ke Padang pada ayahnya di situlah Sonya berkenalan dengan Rustam Nasrun. Sonya masih mengurusi toko emasnya dibantu kakek Armando dan Alvian mulai ikut membantu ketika sudah besar. Pertentangan Alvian dan Zubaidah sering terjadi karena hanya salah faham saja. Puncaknya ketika Alvian berkenalan dengan Liely dia getol cari duwit dan sampai lulus sekolah dia sukses lalu mengajak adiknya Roy ke Semarang biaya kuliah yang urus Alvian. Zubaidah mendengarkan cerita kakek Armando merasa malu dan bersalah dan meminta maaf pada kakek Armando juga suaminya. ” Kini marilah kita bersama membantu cucu kesayangan kita agar hidup damai.

Di Pesta Keboen rasanya amat penuh orang dengan jamuan yang beraneka ragam. Ayah ibu Saskia juga kumpul di Citra Land bersama keluarga, juga keluarga Bandung Tan Boen Hin alias Waluyo Santoso yang sudah tua tapi mereka menyayangi Armando, jr anak Liely seakan cucunya sendiri. Omma Kim Song Tan bertemu dengan adiknya Tan Boen Hin dan istrinya yang sudah memakai kursi roda agar tidak capek. Hari ke empat Armando meminta kakek Armando dan kakek Rustam Nasrun untuk rapat keluarga bersama Liely dan Roy. Di ruang rapat itu ada foto Alvian dan Liely makai jas dan gaun pengantin waktu pernikahan siriihnya foto itu sudah di upgrade tampak jernih dan Indah disekitarnya ada taman bunga , Armando memakai peci sebagai muslim didepan foto mengucapkan terima kasih pada almarhum ayahnya didampingi istrinya Saskia, Armando seorang anak yatim yang dibesarkan ibunya dan om Roy, dia menangis… tak tega Liely dan Roy memeluk Armando juga Saskia… Armando berurai air mata, Saskia sesenggukan memandang foto mami Liely dan papi Alvian, Armando mengatakan: ” Papi… Ando akan bagikan wasiat kepada yang berhak untuk Mami Liely , Om Roy, kakek Armando dan kakek Rustam Nasrun, almari papi akan Ando ambil buat cucu papi kelak dan toko emas masih bisa berjalan sampai sekarang yang urus kakek Armando beserta rumah peninggalan papi, papi semoga penerima wasiat ini bisa mengamalkan sebaik baiknya. ” Saskia mengangkat kotak yang sudah ditulis nama-nama penerima waris dan diberikan kepada Mami Liely, Mami Liely menangis memeluk Armando dan Saskia, lalu berdiri disamping Armando sambil memandang foto Alvian kekasih hatinya,suaminya yang amat dirindukan. Selanjutnya Roy , yang begitu terharu atas kebijakan Armando serta memeluk Liely wanita yang kuat mempertaruhkan hidupnya untuk anak kandung tercinta ” Terima kasih om, sudah mendidikku sampai saat ini ” kata Armando sambil memeluk Roy dan Saskia yang matanya basah terharu atas ketulusan hati suaminya membagi yang bukan haknya.

Rustam Nasrun menangis ketika menerima kotak wasiat dari Armando,jr ia memeluk Armando dan memandang dengan tajam cucu kandung dari istri pertamanya Sonya yang sudah tiada ketika melahirkan Roy. Rustam Nasrun mengeluarkan amplop coklat dari baju jasnya dan memperlihatkan foto pernikahan dengan istri pertamanya memakai pakaian adat Minang, yang masih disimpan meskipun sudah mbladus. Wanita yang dinikahi tahun 1960 bernama Sonya adalah nenek kandung Armando ,jr yang bersahabat dengan kakek Armando kakak tiri Rustam Nasrun dan sama-sama berbisnis logam mulia . “Foto ini sengaja kakek berikan untuk kamu dan kakek masih ada beberapa foto yang lain, simpanlah dan tolong dirapikan lagi seperti foto papi dan mami kamu. ” Maafkan kakek tak pernah menyapamu , dari om Roy kakek tahu keberadaanmu ( mata kakek Rustam basah tak sanggup membendung air mata) dan om Roy yang telah menceritakan semuanya tentang kamu, kakek senang punya cucu yang mirip Alvian dan berkulit kuning seperti mami Liely.. main ke Padang ya jika kangen sama kakek “. Rustam menangis suaranya bergetar hatinya lega cucu pertamanya begitu perhatian pada Rustam. Kakek Rustam Nasrun meminta maaf pada Liely atas perlakuan istri keduanya Zubaidah yang sudah mengusir Liely ke Beijing pada hal saat itu sedang mengandung Armando, jr. Liely menangis dipelukan Rustam Nasrun mertuanya. ” Maafkan Liely ayah…. tak sanggup hati ini berucap karena saat itu hanya kemarahan yang ibu Zubaidah tunjukkan ke kami , kasihan udha Alvian merasa dibenci sama ibu tirinya kala itu tapi semuanya sudah selesai dan Tuhan sudah mendamaikan kami sekarang”. Tiga generasi itu berpelukan dan saling bermaafan, kakek Armando, kakek Rustam, Roy, Liely serta Armando, jr bersama Saskia Prihatini berfoto sebagai keluarga yang hidup rukun.

Armando dan Saskia ke rumah taman blimbing dan bersama keluarga Saskia ke panti asuhan Mrican sebelum berbulan madu ke Bali. Armando mengantar kakek Rustam dan keluarga pulang ke Padang dengan penerbangan pertama selanjutnya Armando dan Saskia terbang ke Pulau Dewata. Adik omma Kim, Waluyo Santoso pulang ke Bandung diantar sopirnya naik mobil pribadi. Di mess tinggal Liely dan Roy serta Omma Kim Song Tan. Karena kakek Armando dan Mak Yan pulang setelah mengantar Armando ke Bali. Roy amat menghormati omma dan mengajak menyanyi karaoke untuk menghiburnya. Liely tidur kecapekan, suara nyanyian omma yang terseok-seok karena sudah tua tak menjadi halangan untuk bernyanyi.. Omma tetap pede dan Roy menyemangatinya. Lagu Theresa Teng berkumandang tapi omma diam karena mulutnya capek, dan mendengarkan saja. Omma meminta Roy memindahkan posisi karaoke menjadi suara normal, omma menikmati lantunan suara emas Theresa Teng yang merdu sambil leyeh-leyeh karena ngantuk. Roy melihat omma tertidur mematikan televisi dan memindahkan omma ke kamar. Siang itu mereka tertidur lelap karena kecapekan.

Armando menginap di Inna Grand Bali Beach, kamar yang amat nyaman dibelakang terlihat pantai sanur dan terlihat tamu dengan bersepeda menikmati sunrise membuat capek menjadi hilang, service room yang memuaskan , sarapan pagi nikmat sekali Saskia dan Armando jalan-jalan melewati taman belakang dan menggunakan sepeda menghabiskan pagi di tepi pantai sanur yang berombak sedang . Armando menghidupkan hape hendak telpon mami Liely tapi ketika dibuka… wa langsung bermunculan Armando belum mau membuka karena ingin bicara sama mami Liely saja. ” Mami selamat pagi, sudah sarapan belum..? ” yang dipanggil langsung jawab:” Sayang selamat pagi… ini masih menunggu kiriman dari pesta keboen yang kasih service makanan pagi selama seminggu, katanya managernya temen Saskia makanya dikasih bonus sarapan untuk 5 orang selama seminggu, bilang kan Saskia ya trima kasih sudah memikirkan sarapan mami dan om Roy” ” Oo gitu, iya nanti Ando sampaikan mi.. ” ” Saskia dimana Ando..? “. tanya mami. ” Ada.. masih bersepeda menuju kemari ” Armando memberikan hape pada Saskia ” Mami met pagi… sehat selalu ya? “. ” Iya.. sama-sama sayang, makasih ya ini sarapan dari pesta keboen sudah datang”. ” He.. he.. itu yang service Mariana temen kuliah yang menjadi manager di Pesta Keboen, bagaimana sarapannya pasti lezat kan ?” jawab Saskia senang. ” Ini mami mau sarapan dulu dah ditunggu om Roy yang akan ngantor pagi ini, mami mau sarapan dulu ya sayang.. selesai makan mami sambung lagi ya.. ” ” Oke mami bentar lagi kita juga mau sarapan, sampai nanti ..muach ” Saskia memberikan ciuman dan dibalas mami Liely lalu mematikan hape.

Inna Grand Bali Beach membuat hati nyaman Saskia banyak bertemu sahabat SMA nya yang berada di bagian resepsionis Hastuti bunga SMA yang melanjutkan kuliah di perhotelan di Semarang hanya mampu menjadi resepsionis, Hastuti memperkenalkan managernya ketika datang tinjau kepada Saskia dan Armando, Manager Hotel menyanjung Hastuti cara kerjanya yang optimal

Bersambung…