Cerbung

UNTUKMU KUPERTARUHKAN HIDUPKU episode 7

June 20, 2019

Omma Kim Song Tan memeluk Liely erat sekali sambil berurai ait mata, Saskia ikut memeluk Omma terharu hatinya melihat ketabahan Omma memendam rindu yang mendalam pada putri semata wayangnya. Armando sedang berbincang dengan Roy nampaknya sangat asik sekali ketika Armando mengajak bergabung sama Liely tapi Roy mencegahnya ” Biarkan saja mereka sedang melampiaskan kangen rindu jangan diganggu” Armando tak jadi bergabung malahan Om Roy menanyakan bagaimana cara suksesnya mengendalikan customers yang aktif seperti ini, Armando memanggil Saskia dan bersama menjelaskan mengapa pelanggan bisa routin setiap hari dan berkwalitas pelayanannya. ” Oh jadi begitu…pantas mereka kelihatan bertanggung jawab dengan pekerjaannya, dengan hanya menambah gaji dan tambahan bonus maupum kompensasi, mereka loyal..hebat kalian berdua perlu aku lakukan di Semarang.” Satria calon Manager sedang menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan kepergian Armando ke Jakarta, Omma Kim ikut pula karena kangen sama Liely, keperluan peralatan dan lain-lain sepertinya sudah tertata seperti keinginan Saskia, dan kewibawaan Satria terlihat bagaimana dia mengatur anak buahnya amat Bijaksana membuat Armando nyaman meninggalkan Cirebon. Armando manyalami Satria dan berpesan agar selalu waspada dan bersemangat dalam bekerja ” Jika kamu ragu telpon saya atau ibu Saskia ya ..” kata Armando pada Satria . Satria mengantar kepergian tiem direksi Bandung Permai diikuti staf-stafnya.

Liely mengeluarkan tahu sumedang kesukaan Omma Kim karena mereka belum makan siang dan Omma minta makan di Alam Sari Restoran Lesehan kataya ingin makan ikan bakar di Cikampek yang lezat sekali dengan ikan yang segar. Saskia senang sekali karena omma ternyata kepincut ceritanya tentang ikan bakar padahal omma pinter juga buat sambel Beijing yang lain dari sambal Indonesia dan Saskia membuatkan sambal terasi yang di goreng sehingga manis-manis gurih begitu kata Omma. Kini Omma betul-betul merasakan sambal Cikampek dengan ikan bakar dan lalapannya. ” Saskia kamu ternyata benar disini sambalnya mantab sekali” kata omma yang langsung dijawab Saskia, ” Iya Omma tapi jangan banyak-banyak makan sambalnya jaga kesehatan saja omma ” Saskia tersenyum sambil tangannya mencuil ikan gurameh bakar. Armando berbisik pada Saskia tapi Saskia menolaknya Liely melihatnya dan bertanya, ” Kenapa Armando Sas..?” ” Gak apa-apa Mi nanti saja kita bahas kalau sudah sampai Jakarta ” Liely diam saja dan tak tahu apa yang sedang mereka fikirkan. Perjalanan dilanjutkan lagi lewat Tol Cikopo, karena kekenyangan Omma tertidur nyenyak sampai Jakarta menjelang maghrib. Om Roy menelepon pemilik rumah dan katanya pemilik rumah sudah menunggu kedatangannya. Om Roy gantian yang menyetir mobilnya karena sudah tahu jalannya, Liely tak mau pindah tempat duduk karena masih ingin memeluk Omma sehingga Saskia pindah ke belakang dan Armando mendampingi Om Roy. Rupanya Armando tadi salah jalan sehingga Roy memutar arah lagi, Liely memesan hotel Ibis untuk dua kamar yang conecting rencana menginap satu minggu untuk menyelesaikan kontrakan di Jakarta. Akhirnya sampai juga di tempat kontrakan. Saskia, Armando dan Om Roy turun disambut pemilik rumah bapak Tangine dari Flores NTT. Mereka melihat-lihat rumah lantai dua tersebut yang memiliki luas 310m2 dengan halaman yang cukup lumayan, pak Tangine berharap tamunya mau membeli rumah tersebut karena ia ingin pulang kembali di NTT berhubung sudah tidak lagi menjadi anggota DPR di Jakarta. Armando menghitung-hitumg keuangannya dan Saskia mengizinkan untuk melakukan transaksi. “Uang peninggalan papah Alvian akan dibelikan rumah tersebut seharga 4Milyar bersama perabotya dari pada kita kontrak selama 15 tahun dan pertahunnya 250 juta, untung Om Roy belum mengatakan lama kontraknya jadi aman untuk menegosiasinya. Pak Tangine setuju walaupun agak kurang dari budgednya dan atas persetujuan Armando dan pak Tangine serta Liely dan Om Roy rumah itu segera di renovasi dan mengecatnya sesuai warna dan model CV Titipan Kilat Bandung Permai

Seminggu sudah renovasi itu dilakukan, karena kamar-kamar sudah bersih maka mereka segera cek out dari hotel untuk memasuki rumah tersebut. Armando membicarakan tentang uang warisan papahnya yang akan diberikan kepada ibunya Liely, Om Roy, dan ingin memberikan uangnya kepada kakek kandungnya Rustam Nasrun di Padang dan akan membeli tanah di Padang untuk usaha Jassa Paketnya, serta akan membantu kakek Armando di Semarang untuk mewujudkan cita-citanya membuat Masjid di Yaik Permai. Liely dan Armando setuju saja apapun keputusan Armando jr karena itu keinginan kakaknya Almarhum Alvian. Dan Armando akan segera menikahi Saskia di Semarang agar segera mendapatkan keturunan mumpung masih ada Omma dan orang-orang yang menyayanginya. Saskia mengatakan kepada Liely kalau dua bulan lagi Omma ulang tahun ke 86 th dan akan di rayakan di Jakarta bersamaan pembukaan kantor baru. Liely minta yang sederhana saja karena omma akan kecapaian nanti kalau meriah-meriah. Pak Tangine pamitan kepada Liely dan Om Roy karena Armando sedang ada test karyawan jadi tak bisa menemui dan pak Tangine meminta tolong kalau ada butuh tenaga akutansi handal anaknya siap di rekurt untuk menyambung tali silaturahmi tapi untuk saat ini biar ikut mudik dulu. ” Iya pak kami sangat butuh akunting kalau bisa pertemukan saat ini saja pak biar terealisasi susunan tugasnya pak” : begitu kata Om Roy. ” Oh terima kasih kami seminggu lagi berangkat NTT. Pak Tangine segera menyuruh anaknya datang sambil membawa lamaran yang sudah dipersiapkan dan keperluan lainnya. Hasan Torres Hurek begitu nama anaknya pak Abdullah Tangine Hurek segera menemui bapaknya dan menyusul di ruang Armando yang sudah penuh sesak pelamar untuk di test conversation dan negosiasi, Hasan yang pernah bekerja di Restoran Simpang Tiga mengundurkan diri karena mengikuti orang tuanya dan akan tetap di Jakarta apabila menemukan pekerjaan yang cocok dengan keinginannya, kebetulan Armando akan kontrak di situ maka kebetulan sekali Hasan ingin mencobanya. Pengumuman itu menunggu satu Minggu dan pelamar meninggalkan kantor dengan penuh harapan.

Hasan Torres Hurek menunda kepulangannya ia ingin konsentrasi dengan pekerjaan barunya, sepertinya ia amat menikmati pekerjaan barunya. Saskia menguji kemampuan matematik Hasan Torres kelihatannya masih amat bagus dan Armando cocok dengan cara kerja Torres . Saskia dan Armando menempa Ilmu Hasan Torres dengan keras dan disiplin karena tahun depan akan menikah dan butuh persiapan yang harus segera diselesaikan untung keluarga Saskia sudah menghandel keperluan semuanya. ” Hasan, tahun depan kami akan menikah di Semarang maaf kamu di kantor saja dulu mengawasi karyawan, dan jangan lupa di pantau kemajuan kerja juga di followup mereka pelanggan baru kita jika ada penambahan pelanggan kamu akan kami beri hadiah sepulang Semarang.. Okey..? ” begitu janji Armando pada Hasan Torres. Liely dan Omma pulang setelah perayaan ulang tahun Omma bersama karyawan dan diantar Om Roy ke Bandung. Karyawan baru ada 7 orang dan Armando menambah 2 orang driver untuk keperluan kantor. Lokasi yang dekat dengan pasar Paseban dan Paaar Senin amat menguntungkan sekali dan Armando maupun Saskia melumat dari kantor ke kantor menjaring pelanggan dari mall ke mall meraih pelanggan jassa antar paket membeludak sehingga Armando dan Saskia tak bisa tidur karena di bawah berisik. Banyak barang yang segera dikirim ke Semarang , Surabaya , Bandung, serta Cirebon . Jelang akhir tahun ini begitu melelahkan dari data yang masuk dan keluar amat membutuhkan perhatian Armando maupun Saskia, bagian distribusi melaporkan pada Torres sangat membutuhkan sarana akomodasi ditambah juga driver dan bagian penerimaan barang dan Torres menginginkan lembur sampai tutup tahun “Kebutuhan perusahaan sudah difikirkan Ibu Saskia dan pak Armando kalian jalani dulu saja dan uang lembur sudah dipersiapkan tak usah khawatir. Armando dan Saskia melihat laporan dari Cirebon dan di croos cek dengan pekerjaan di Jakarta membutuhkan 4 unit mobil bak tertutup beserta driver. Om Roy geleng-geleng melihat cara kerja Saskia dan Armando, mau tidak mau Om Roy pun harus meminta bantuan Armando dan Saskia

Saskia menyusun Work Shop yang direncanakan selesai akhir tahun ini dan akan dimulai selesai bulan madunya. Satria mengirim email penghitungan rugi laba CV Bandung Permai. ” Bagaimana , apa yang kamu perhatikan dari anak buah kamu, apakah menyusahkan kamu atau malah menguntungkan kamu ?” Begitu tanya Armando pada Satria. “Siap pak !! menguntungkan perusahaan pak !!” Armando tertawa keras sekali karena ia merasa bangga Satria yang baru setahun bekerja sebagai manager sudah menghasilkan keuntungan 2milyar. Jakarta tak mau kalah Torres yang masih setengah tahunpun mencetak uang hampir menyamai, Bandung selisih 200 juta dari Jakarta, Semarang dan Surabaya hampir menyamai Bandung. ” Naaah kini saatnya kita membagi rezeki pada pegawai kita sayang , tapi kita perlu rapat ke Bandung untuk ketemu mami dan Om Roy ” begitu Armando menjelaskan pada Saskia. Kini jatah Saskia menghubungi Om Roy dan menyampaikan pesan Armando. ” Okey Sas malam ini aku brangkat . Saskia dan Armando pagi ini berangkat memakai travel karena ingin santai dan bermanja menuju Bandung umtuk rapat tahunan Torres mengantar dan membantu membawakan laptop. Saskia meminta agar Torres sabar menunggu kepulangannya ke Flores. ” Gak apa buk , tak usah khawatir masih lama kok kira-kira bulan April saya pulang “. ” Okey jaga anak-anak ya…terutama keamanan ditingkatkan ” Begitu pesan Saskia. Jam 10 pagi sampai Bandung Om Roy sudah menunggu bersama Mami Liely di ruang tamu, Omma Kim minta diantar mang Yayan untuk menemui cucunya Armando . Saskia memeluk Omma yang kini memakai kacamata lebih tebal. ” Omma ganti kacamata ya…?” tanya Saskia, yang dijawab senyuman omma. Liely memberikan tempat duduk untuk Omma . ” Pak Boss mobilnya sudah bersih siap brangkat ke kantor ” kata mang Yayan sambil memberikan kunci pada driver barunya Om Roy yang bernama mang Nawang sepupunya mang Yayan . Mereka segera berangkat ke kantor di Pasir Kaliki mengadakan rapat tahunan . Omma didampingi mami Liely dan Saskia. Pembagian bonus di hitung berdasarkan prosentasi, 50 % keuntungan untuk perusahaan , 20% untuk direksi 40% untuk di bagi kantor pusat dan cabang disesuaikan prosentasi masing-masing keuntungannya dan Om Roy yang menghitungnya. Uang langsung di transfer ke keuangan masing-masing cabang. Armando menelepon Satria dan Hasan Torres untuk mengecek kekeuangan dan segera membagikan kekaryawan. Hasan Torres bergembira begitu juga Satria sambil mengitung perolehan masing-masing anak buahnya. Armando sekalian izin langsung ke Semarang untuk melangsungkan pernikahannya.

Bersambung…