Cerbung

UNTUKMU KUPERTARUHKAN HIDUPKU episode-6

May 26, 2019

Setelah Saskia diperkenalkan kakek Arman dan meminta restu mereka pulang, karena sudah lama meninggalkan Omma Kim Song Tan di mess. Mak Yan datang sambil membawa makan siang kakek Arman, karena mau bersih-bersih , melihat ada tamu Mak Yan berniat membelikan makanan tapi Liely melarangnya karena mereka mau pulang, Mak Yan melihat Armando Jr seakan melihat Alvian, Armando jr memberi salam hormat dengan membungkukkan badan dan menyalaminya” Ini anak kamu dengan Alvian Liely ?” tanya Mak Yan . Liely tersenyum serta mengangguk. Ketika memegang tangan Armando jr hati Mak Yan terasa nyaman sekali seakan bertemu Alvian, Liely pamit besok pagi akan datang lagi pagi-pagi. Setelah rombongan Liely pergi Mak Yan mengurusi kakek Armando menyiapkan makan siang dan bersih-bersih. ” Mak Yan kamu masih ingat janji kamu kan…? tentang rencana kita bila semua urusan Alvian selesai kita akan menikah…?” tanya kakek Armando pada Mak Yan. ” Masih ..tapi kita begini saja sudah nyaman, aku gak mau adik tiri kamu si Nasrun akan cemburu lagi ..terutama istrinya itu yang tega mengusir Liely pulang ke Beijing hanya karena Alvian menyerahkan toko emasnya pada Liely”. “Sudah..sudah…aku merasa kita hidup sebatang kara dan kita bisa bersama menikmati hidup apa adanya, bisa shollat malam bersama, jalan-jalan waktu selesai shollat subuh dan kamu gak perlu kerja sana sini cukup memiliki toko emas kita bisa hidup karena sampai matipun harta tak kita bawa. Aku hanya ingin membuat musholla buat sangu kematianku saja…karena aku tak punya anak, meskipun Alvian anak angkatku tapi itu anak kandung adik tiriku Nasrun yang memiliki empat anak dua laki-laki dari istri pertamanya yang meninggal dan dua wanita dari istri Zubaidah yang sekarang, makanya Roy pilih ikut aku setelah kakaknya Alvian bisa sukses usahanya. Aku sudah capek ngurus uang dan toko emas itu akan jadi milik Armando, Liely dan Roy serta aku yang menjalamkam saja, jadi aku mengambil upah untuk hidup aku selama inidan kamu Mak Yan akan memiliki rumah ini jika aku yang mati duluan. ” Kalau aku yang mati duluan bagaimana Kek.?” tanya Mak Yan. ” Kamu jelas urusanku, itu yang aku pumya milik kamu seutuhmya jadi kamu gak usah melirik sedikitpun perolehan hasil toko atau menanyakannya pada Liely atau Roy bahkan Armando jr, bagaimana apakah kamu masih bersedia menikah dengan sahabat tua rentamu ini Mak Yan…?” Mak Yan memijit bahu dan leher kakek Armando.” Kalau demi kebaikan kita aku bersedia menikah denganmu yang penting kita syah saja kek..” Kakek Armando senang sekali dan akan diumumkan segera pernikahannya besok pagi menunggu Roy, Liely dan Armando.

Liely dan Roy turun dari mobil dan masuk ke rumah Kakek Armando, Mak Yan menyambutnya karena ia disuruh membantu kakek Armando. Roy ngobrol dengan Mak Yan yang dulu jualan makanan keliling dan membantu menyediakan makanan serta merawat kakeknya. Armando dan Saskia memapah omma Kim Song Tan menemui kakek Armando mereka bercanda kadang memakai bahasa Cina karena mereka sama-sama bisa serta mengenalkan Mak Yan sebagai calon istrinya setelah menyerahkan semua milik Armando dan membagi tugas di toko emasnya. Liely menjelaskan pada kakek Armando kalau dia dan Roy belum bisa konsen mengurus toko emasnya dan biar kakek yang mengurusnya serta keuntungannya biarlah yang urus kakek saja sebagai kebutuhan hidup kakek seperti dulu. Liely berterima kasih pada Mak Yan karena mau mendampingi kakek, sedangkan Armando dan Saskia akan membuka jassa paket cabang baru di Cirebon, Jakarta dan Padang. Omma Kim akan ikut Armando karena sangat cocok dengan Saskia, Mami Liely akan urus Jabar dan Roy ada di Jateng menemani kakek Armando dan membantu pernikahan kakeknya.

Kakek Armando memang sangat handal mengurus toko emas bertahun-tahun , dia memperkenalkan Liely dan Roy serta Armando dan Saskia sebagai pemilik toko emas sedangkan pengelolanya tetap kakek Armando, karyawan sempat tanya apakah nantinya kakek akan meninggalkan toko emas ini dan dijawab ia tak akan meninggalkan toko ini sampai meninggal dunia dan menyampaikan undangan pernikahannya dua minggu lagi sama Mak Yan, karyawan menyalami semua direksi toko emas Liely. Dan kakek menceritakan riwayat kematian Alvian yang jelang pernikahannya , Liely mengingat masa itu begitu memilukan. Saat itu tahun 1981 terjadi huru – hara di Semarang, Solo dan kota lainnya, pemukulan..pembakaran..dan pengrusakan di areal Sekolahan di toko-toko , di jalan-jalan , Gang Pinggir termasuk toko Liely yang kena keonaran. Liely mencoba menghalangi pendemo yang anarkhi merusak toko Alvian yang akan dibuka dan beberapa karyawan ikut menghalanginya sementara kakek dan Alvian memasukkan emas-emas tersebut kedalam brankas keamanan, pendemo itu ada yang membawa pisau dan akan menusuk kakek tapi dihalangi Alvian sehingga dia yang terkena sabetan pisau tersebut, Liely kena serpihan kaca di kakinya bersama-sama karyawan tapi Liely tak menghiraukannya dia menelepon ambulance dan membawa Alvian ke Rumah Sakit terdekat di Tlogorejo , Roy yang berada di kampus lansung menuju toko mencari kakaknya karena dikampuspun terjadi huru-hara . Roy mendengar kabar kakaknya dia langsung menyusul di Rumah Sakit , keadaan Alvian semakin memburuk karena banyak darah yang keluar dan akhirmya Alvian tak tertolong…sebelum meninggal ia berpesan pada kakek , Liely , dan Roy untuk menjaga apa yang ia miliki semua, dan ia meminta segera dimakamkan tak usah menunggu ayahnya. Dalam pelukan Liely Alvian menghembuskan nafas terakhirnya….Liely tak kuasa menahan duka yang mendalam. Kakek mengabari adikmya Rustam Nasrun di Padang kalau Alvian meninggal Dunia. Jenazah sudah dikebumikan secara Islam. Nasrun tiba di Semarang dua hari setelah pemakaman dan dalam keadaan turut berduka. Zubaidah menanyakan harta yang dimiliki Alvian dan akan dibawa ke Padang serta memindahkan makamnya Alvian di Padang, tapi Liely keberatan karena almarhum ingin dimakamkan di Semarang dekat dengan Liely dan kakeknya. bahkan rumah tinggalnya berhadapan dengan rumah kakeknya yang kini dikontrakkan. Semuanya sudah direncanakan kehidupan Alvian dan Liely jadi ketika Zubaidah meminta harta Alvian Kakek tak memberikan se sen pun dan Zubaidah mengusir Liely pulang ke Beijing. Hati Liely amat sakit diperlakukan ibu tiri Zubaidah dia minta perlindungan Kakek Armando, Liely pingsan dan Roy membantu ke dokter ternyata Liely hamil 8 minggu. Roy menguatkan perasaan hati kakaknya iparnya . Omma Kim Song Tan yang masih di Bandung membawa Liely pulang ke Beijing . Semua meneteskan air mata , lebih-lebih Liely yang tertisak-isak sedih dan ketika menginjak usia kandungan 7bulan Liwly harus bekerja keras di Shanghai membantu ayah Han Ning di jasa paket dan Roy yang pertama membantunya ketika membuka jassa paket di Bandung terus merambat ke Semarang ,Surabaya, dan Solo . Saskia memeluk Mami Liely dan menghiburnya. Mengenang perjalanan hidupnya bersama Alvian yang belum lama, kini anaknya sudah bertunangan maka Lielypun menikahkan sirih antara Armando dan Saskia disaksikan kakek dan Roy dan ayah kandung Saskia beserta ibu, karena menghindari perzinahan selama dirantau keliling kota. Begitu pula kakek Armando dan Mak Yan yang sudah yatim piatu dan kakaknya pun sudah meninggal dinikahkan oleh penghulu agama di Mushola Pasar Yaik sekaligus kakek akan membangun Masjid di Pasar tersebut. Kini Roy yang akan mengatur pertemuan antara Armando dan kakek kandungnya Rustam Nasrun di Padang, menunggu kantor cabang Cirebon lancar dan sukses dulu.

Setengah tahun Saskia dan Armando di Cirebon menggeluti usahanya tanpa lelah dan membuahkan hasil yang lumayan dengan banyaknya pelanggan yang masuk yang selalu di followup dengan baik oleh Saskia, memiliki 7 karyawan yang baik di Marketing, pendistribusian, ekspedisi, Security serta Quality Conrol, Akunting dan keuangan membuat Saskia dan Armando leluasa mengawasinya dan mengoperasionalkan sistem kerja yang kuat, Om Roy menelepon Armando kalau Jakarta sudah siap ditempati disekitar daerah Kramat Raya, dalam minggu ini sudah dibersihkan dan segera ditinjau secepatnya karena akan dikeluarkan uang DP. “Wah ini kesempatan Satrio untuk diuji sebagai manager di Cirebon” kata Saskia yang disetujui Armando dan segera mengecek di Kramat Raya Jakarta. Roy akan menjemput Liely dan dilanjut ke Cirebon karena Omma kangen sama Liely. Roy sudah menjemput Liely dan beristirahat sehari sambil melihat laporan Saskia tentang kemajuan usahanya. ” Gila benar Saskia begitu banyak dia memiliki konsumen tetap, aku akan lihat bagaimana dia bisa mendapatkan pelanggan yang ideal buat kita. ” Roy terkagum-kagum dengan jerih payah yang dilakukan Saskia dan Armando. Pagi hari Roy dan Liely meninggalkan Pasir Kaliki menuju Grage Cirebon. Omma Kim Song Tan sudah menunggu-nunggu kedatangan Liely dan Roy, Saskia menyambut kedatangan Liely dengan senyum ceria dan menuju kamar Omma Kim. Rindu yang amat sangat membuat Omma Kim menangis merangkul Liely,

Bersambung…