Cerbung

UNTUKMU KUPERTARUHKAN HIDUPKU episode 4

February 2, 2019

Saskia dan Armando akan mengaudit kantor Semarang, setelah empat bulan berada dibandung dan mempelajari tipykal karyawan sampai selesai menuai hasil, mami Liely ikut ke Semarang juga dan tinggal di konrakanya Armando jalan Tampomas II. Omma ikut sekalian dan malam itu amat ramai sekali kecuali mang Yayan mulai sendirian lagi dan mengajak istri serta anak-anaknya tinggal di mess Pasir Kaliki , tapi anak-anak mang Yayan tak mau tinggal disana gak nyaman katanya terpaksa mereka berdua tinggal di mess, sedangkan kedua anak mang yayan berada di Cicadas bersama kakek dan neneknya. Anak sulung mang yayan sudah bekerja di konveksi di Cicadas dan belum tamat SMA anak keduanya kelas 2 SMP mereka semua perempuan dan sering di tinggal kerja di Jakarta dan setelah ketemu Liely di kantor CV titipan kilat Bandung permai mang yayan awet bekerja sampai sekarang dengan mengurusi mess.

Rapat berlangsung jelang keberangkatan ke Semarang . Perjalanan ke Semarang memakan waku tujuh jam tapi Om Roy meminta mampir ke Cirebon untuk mengecek lokasi baru disana semoga mami Liely suka dan omma menyetujuinya. Om Roy mengajak lewat Sumedang tapi Armando tak mau karena kasihan omma dengan jalan yang berkelok-kelok omma bisa mual nanti , tapi karena omma mau membeli tahu sumedang dan manpir ke Jatinagor unuk menikmai jajanan dan oleh-oleh serta melihat pemandangan yang indah akhirnya diputuskan lewat Sumedang . Pagi-pagi mereka berangkat dan yang memegang setir om Roy. Mami Liely didepan , Armando , omma dan Saskia di tengah, dibelakang kopor dan keperluan penunjang lainnya. Mang Yayan dan istrinya membantu mengangkatkan kopor dan keperluan lainnya. Perlahan mobil berjalan ” Hati-hati aden dan non, bos Roy dan Mami serta Omma semoga diberi kelancaran, amiin ” begitu ucap mang Yayang sambil melambaikan tangannya. Istri mang Yayan membantu memberesin makanan di meja makan dan merapikan kamar-kamar sesekali mereka bercanda seolah-olah menjadi orang kaya yang berkaca dan makan dengan nikmat sisa makanan pagi tadi, kelakaran mereka berdua membuat bahagia dan kelihaan sekali kasih sayang mang Yayan terhadap isrinya.

Omma kelihatan senang sekali dalam perjalanan, Indonesia ternyata indah sekali apalagi sewaktu mampir di resoran di Jatinagor untuk menikmati dan membawa tahu Sumedang , peyem , dan lainnya. Jam 12 mereka sampai di Cirebon dan langsung menuju arah Hotel Grage karena karena kantor letak nya dekat hotel Grage dan mess ada di belakang kantor , lagi pula murah konrakannya dibandingkan dengan harga konrakan di Bandung , itu yang membuat om Roy semangat dan ketika dicek kantor dan messnya sangat cocok sekali apalagi dekat dengan pusat makanan yang enak dan murah, ada nasi jamblang khas makanan Cirebon dan rencana akan bekerja sama dengan hotel Grage dalam pelayanan pesanan barang dan jasa tidak di hotel ini saja tapi nanti akan merembet disekitarnya. ” Lokasinya saya cocok dan nanti kita bicarakan ketika sampai di Semarang, bagaimana menurut kamu Armando dan Saskia ?” tanya mami Liely kepada Armando dan Saskia . ” Waaahh…ini lokasi yang baik buat usaha mi …!!” begitu semangatnya Armando dan Omma kelihatannya juga suka ”Kantornya besar dan messnya bersih dan luas” puji Omma tentang rencana kantor baru di Cirebon. Perjalanan dilanjutkan lagi ke Semarang kali ini yang bawa mobil Armando. Perjalanan lancar sampai Semarang dan langsung ke Tampomas II tempat konrakan Armando dan om Roy karena Mami Liely menginginkan om Roy jadi satu dengan Armando karena sudah malam Saskia bermalam ke konrakan Armando , kamarnya besar-besar ada 2 dan satu kecil buat pembantu. Saskia tidur bertiga karena didalamnya ada bed nya empat dan sangat efektif sekali dengan kamar mandi cukup besar sehingga Saskia harus bangun pagi-pagi dan untuk ganian ke kamar mandinya, mbok Minah sudah dikasih tahu kalau Mami akan menginap di konrakan dan sudah diperintahkan Armando untuk mempersiapkan diri karena ini konrakan baru maka mbok Minah harus melayani juragannya dengan baik seperti dulu-dulu lagi.

Pagi sekali Saskia menemani mbok Minah mengurus sarapan. ” Sudah mbaak….. mbak duduk saja, biar mbok Minah yang buatin minumannya”. ” Gak apa mbok…saya sudah biasa melakukannya seperi ini di Bandung” “Mbak Saskia asli Bandung ya…..?” tanya mbok Minah ” Saya asli Semarang mbok di Taman Belimbing asli saya” ” O…walaaahhh…wong Semarang to…mbok kira dari Bandung, perawakannya pantes sih jadi orang Bandung…..cantik …putih ..lagi bersih ” ” Semua orang juga akan seperi itu , butuh cantik, bersih dan putih unuk menjaga penampilan bukan orang Bandung saja mbok…” ” Iya mbak…bener…” jawab mbok Minah sekenanya Sarapan sudah disiapkan dengan menu nasi ayam dan kerupuk terung juga ada kornet daging sapi dan mendoan. Saskia membuat teh hangat buat Om Roy dan Saskia serta susu putih buat Armando, Mami, dan Omma, mbok Minah memperhatikan kebiasaan tuan rumahnya dengan baik Saskia membuka kulkas dan dilihanya ada lumpia basah dan mbok Minah disuruh menggorengnya lima yang lima biarkan basah saja karena Saskia lebih suka lumpia yang basah. ” Lumpianya beli kapan mbok..?” tanya Saskia ” Tadi pagi mbak, karena mbok ke Gang Baru tadi pagi diatar anak mbok si Fatimah , dia yang bertugas melayani mbok kalau pas keluar ” ” Apa Faimah gak kuliah mbok…? ” tanya Saskia ” Dia kerja di Asuransi jadi jamnya bebas dan Fatimah yang membantu mbok untuk bekerja, dia selalu ada disini kalau pas tidak ngantor” Saskia segera mandi dan meninggalkan mbok Minah keika mencuci piring kotor dan membersihkan dapur. Keluar kamar mandi Saskia meliha Mami Liely sudah bangun dan menunggu kamar mandi kosong. ” Pagi Mami….diluar ada taman bunga mawar…cantik sekali, mami gak ingin jalan-jalan ?” sapa Saskia ramah. ” O..ya..nanti mami temenin jalan – jalan ya…? ” ” Dengan senang hati mami…tapi mami mau mandi dulu apa langsung cuci muka…udaranya mumpung masih segar loo…?! ” ” Di Semarang lumayan hangatnya jadi bisa mandi dulu ” mami bergegas mandi dan Saskia merapikan diri, omma sudah bangun dan menyapa Saskia ” Kamu cantik 你想去哪裡?” Omma sudah bangun…ayuk omma kita jalan-jalan mau…? ”

” Iya..我想去 ” Omma menyikat gigi di wastafel dan mengambil mantelnya lalu melepas lagi karena udara di Semarang sepertinya hangat. ” Sudah omma pakai ini saja gak apa-apa ayuk minum susu dulu” Saskia menggandeng omma menuju ruang tamu dan menemani makan sneck dan meminum susu. Mami menyusul dan mencium bau lumpia ” Ini makanan khas Semarang omma…enakkan ….?” mereka mencicipi lumpia Semarang express, lalu mereka keluar dan melihat bunga mawar warna-warni bermekaran di taman sungguh indah ada bunga anggreknya juga ” Ini bener Armando yang cari konrakan…? ” Saskia tersenyum dan mengatakan kalau ini rumah temennya kuliah yang sekarang jadi dosen di UNDIP. Armando dan Om Roy mengajak sarapan bersama mereka segera ke ruang makan unuk sarapan. Jam 09.00 mereka berangkat ke kantor Semarang di Kyai Saleh, teman-teman Saskia dan Armando kini sudah mengerti posisi Armando dan Saskia naik jabatan sebagai tiem audite mereka diberi tahu pak Hasan manajer barunya pindahan dari Surabaya, tapi mereka belum tahu kalau Saskia segera dilamar Armando. Mereka berjabatan tangan mengucap selamat datang kepada owner ny Liely Song Tan

Saskia segera melakukan audiet karena tiga bulan yang lalu sudah terkonrol pekerjaan rapi jadi sediki sekali ada kesalahan di keuangannya juga bagian bendahara lagian pak Hasan jebolan akuntansi dari UNAIR jadi selalu mengawasi dengan ketat. Kurniawati Susanti alias Nia dipanggil Saskia ke ruang meeting dia amat malu sekali karena tercium menggoda pak Hasan sampai istrinya meminta cerai, Nia amat malu sekali dan meminta maaf atas kekilafannya dan tak akan mengulangi lagi di lingkungan pekerjaan, Saskian heran mengapa selalu seperi itu kelakuan Nia dan Saskia tak mau tahu apa alasan Nia melakukan itu. ” Ini peringaan terakhir buat Nia selanjunya tak akan di maafkan lagi ” Senin sampai Jum’at Armando dan Saskia mengobrak abrik kantor disaksikan pak Hasan , ini merupakan pengalaman yang baik buat pak Hasan dan ama simpati dengan tanggung jawab pak Armando dan ibu Saskia yang amat disiplin dan tegas menghadapi persaingan antar perusahaan lain. Pak Hasan dan istrinya datang di Tampomas II untuk bersilaturahmi dan akan mengawasi semua pekerjaan dengan lebih baik lagi, amat bangga dengan pimpinannya Pak Armando dan ibu Saskia yang menunjukkan eksistensinya di depan anak buahnya agar mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan agar lebih sering melakukan audite paling tidak persemester agar kami terjaga keuangannya. Didepan pak Roy dan Mami Liely pak Hasan mengutarakan ketakjubpannya melihat kinerja Armando dan Saskia. Sayang mereka sedang keluar ada urusan yang perlu di lakukan segera.

Saskia diantar Armando ke Taman Blimbing dan bertemu dengan bapak ibu Saskia serta mengabarkan besok Sabu sore Armando akan melamar Saskia dan akan melakukan perjalanan audite ke berbagai kota serta membuka cabang baru sebagai bekal pernikahannya. Ayah dan Ibu Saskia amat menerima dan besok sore sehabis maghrib akan menyambut Nyonya Liely Song Tan dan omma serta pak Roy.
Lamaran itu berjalan lancar seperti yang diharapkan Saskia dan Armando dan pernikahannya menunggu enam bulan lagi

Bersambung…