Tan Boen Hin menelepon Armando yang masih di Toronto sepulang dari Suriname dan mengabarkan kalau omma Kim Song Tan sakit sudah seminggu ini tak mau makan dan menginginkan ketemu dengan Saskia, Armando ingin segera terbang ke Beijing untung masih ada penerbangan langsung ke Beijing Capital International Airport dengan naik Canada Air, Saskia mempersiapkan diri kesehatannya karena akan pulang ke Beijing dan menyelesaikan pekerjaan di Canada khususnya Toronto. Pengecekkan dan sertifikasi kemampuan Toronto yang di kelola miss Carren Young dibantu ayah ibunya Mrs Monica Hangat dan Mr Doltan Young serta pamannya Robbin Warren sebagai ketua Asosiasi di USA. Pertukaran bisnis antara keluarga Carrren Young yang berada di Pakistan mengirim permadani serta kain songket serta wool sebagai penghangat badan dan dari Amerika mengirim berbagai buah-buahan, dan produck makanan seperti susu dan keju, sambil menunggu launching perdananya Saskia menelepon omma Kim Song Tan . Tan Boen Hin mengatakan omma sudah tak bisa bicara sementara Liely berusaha memberikan obat-obatan dari tabib agar omma mau bicara lagi. Di depan omma Kim Song Tan, Liely akhirnya menikah dengan Roy yang sudah seminggu tiba di Beijing dijemput Tan Boen Hin, pernikahannya berlangsung secara sederhana dibawah tangan, Armando mendengar pernikahan maminya dengan om Roy sedikit heran tak mungkin rasanya mami melakukannya mungkin hanya situasi darurat saja. Pada saat pengiriman perdana buah dan keju dengan pesawat cargo keamanan begitu terjaga ketat, Saskia dan Armando sekalian pamit pulang meskipun Carren Young menginginkan untuk stay sejenak Saskia tetap belum bisa tinggal lebih lama lagi dan penerbangan ke China sudah siap tinggal menunggu penumpan saja. Jam 02.30 Armando dan Saskia sudah cek inn pukul 03.30 pesawat sudah take off untung tidak terlambat dan Air Canada take off tepat waktu.

Liely membisikkan ketelinga omma Kim Song Tan kalau Armando menuju Beijing besok malam baru tiba di Chaeyong, pelan mata omma Kim Song Tan membuka, membuat Roy dan Liely senang . Omma meminta Roy menjaga Liely, Armando dan Saskia juga cicitnya dalam kandungan Saskia lalu omma tidur lagi. Liely menangis ia ingin menyuapi dan memberikan susu untuk omma. Roy menenangkan Liely agar jangan menangis didekat omma, agar omma berdoa sepanjang waktu. Sehari penuh penerbangan dari Toronto ke Beijing Armando dan Saskia tiba di Chaeyong jam 03.49 waktu Beijing dan langsung menuju Shunyi rumah omma Kim Song Tan dan Liely yang cukup besar rumah itu dan disanalah Armando dibesarkan beberapa tahun. Roy dan Tan Boen Hin menunggu kedatangan Armando dan Saskia diruang tamu. Liely sudah menyiapkan kamar untuk anak dan menantunya Saskia , Omma juga sudah bangun menunggu cucunya Armando dan Saskia. Pintu pagar berbunyi Tan Boen Hin membukakan pagar dan lampu-lampu dinyalakan Roy mereka mengangkati kopor-kopor masuk ke kamar Armando. Saskia mencuci tangan dan muka untuk memeluk omma. Tangis haru dan bahagia menyelimuti rumah kediaman Kim Song Tan. Saskia membawakan jakwe dari Beijing Capital International Airport untuk omma, olala omma senang sekali dan minta disuapi Saskia, Liely menghidangkan susu dan teh hangat karena masih amat pagi dan masih jam 04.02 waktu Beijing. Mereka mengobrol diruang tamu Saskia menyuapi minuman hangat buatan Liely sambil mengelus-elus kepala omma yang akhirnya tertidur. Ayah Saskia menelepon menanyakan kesehatan omma Kim Song Tan. ” Iya pak met pagi adik-adik sudah berangkat sekolah semuanya ya..?, Armando masih ngobrol sama mami Liely dan pak Boen Hin.. disini masih jam lima pagi… Iya pak nanti Saskia sampaikan salam untuk semuanya…waalaikum salam” Liely menyiapkan kursi roda siapa tahu omma minta jalan-jalan ternyata omma malah tertidur dan Liely menyuruh Saskia istirahat. Saskia memeriksa perutnya dan melepas korset bertukar baju tidur, perutnya yang belum begitu membesar dielus menggunakan minyak telon

Armando masuk ke kamar dan membantu istrinya mengoles minyak telon , Ia amat sayang pada Saskia dan calon bayinya. Tiba-tiba Liely menangis dan mengetuk kamar Armando untuk segera kumpul di kamar Omma terlihat Roy sedang menuntun omma Kim Song Tan membaca Laa Illaha Illollah berulang – ulang sesuai permintaan Omma kepada Roy. Saskia dan Liely memegang tangan omma erat sekali sambil membaca alfatikhah dan doa pendek Liely mengikuti Saskia dan Armando sementara air mata Armando menetes sambil memandangi omma, Roy berkata Omma hebat…omma hebat..dan Omma tersenyum memandang semuanya lalu omma pergi untuk selama-lamanya. Innalillahi wa innaillaihi roziun mulut Roy berucap dan Omma sudah tiada. Liely menjerit memeluk omma tangisnya menyayat hati. Roy dan Boen Hin menemui tetangga juga Armando meminta pertolongan upacara pemakaman. Istri Tan Boen Hin menghubungi Jin Han sahabat Omma Kim Song Tan dan suaminya , Jin Han segera datang. Dengan menggunakan kursi roda Jin Han bersama anak kandungnya melayat ke makam Kim Song Tan diantar jemaah kampung Sunyi Chaoyong. Roy mengabari Hasan Torres Hurek kabar duka dan meminta diadakan Yassinan selama seminggu ditiap-tiap cabang. Kantor Pusat Bandung mengirim ke beberapa koran rasa duka yang mendalam, juga Semarang,Surabaya bahkan kantor cabang baru di Padang juga meliburkan karyawannya selama tujuh hari untuk mengirimkan doa duka cita, Jakarta langsung saat itu juga diadakan tahlilan dipimpin Nurozi, karyawan hanya membaca tahlilan selama seminggu. Kabarduka cita itu di share di Bandung Permai Face Book dan banyak yang mengomentari juga prosesi pemakaman yang dibuat Armando sebagai rasa cinta dan sayangnya pada omma. PT BANDUNG PERMAI kehilangan orang yang membesarkan penuh kasih sayang menemani sampai hari ini dikebumikan. Usia omma Kim Song Tan sudah 89 tahun tapi sangat antusias dan bersemangat memberi harapan Liely agar berjuang untuk perusahaan yang dirintisnya bersama Roy. Mang Yayan amat terharu memandang potret omma ketika sedang bergurau dengan Liely dan dirinya sambil mencuci mobil dan omma tersiram tapi malah tertawa.” Innalillahi wa innailaihi roziun, omma Kim Song Tan Binti Wong Fai Han semoga amal ibadahnya diterima Allah dan semoga Husnul khotimah tahlilan di Pasir Kaliki berlangsung hikmat penuh haru. Istri mang Yayan melipat pakaian yang ada di lemari dan dimasukkan di box , air matanya mengalir saat melipat pakaian yang sering dipakai omma lalu sesenggukan dan disimpannya baju-baju itu ke dalam gudang.

Tan Boen Hin dan istri serta Liely dan Roy akhirnya pulang duluan sementara rumah di Sunyi dititipkan anak Jin Han jika ada yang mau menempati karena Liely mengikuti Roy suaminya di Semarang sedangkan Tan Boen Hin menggantikan posisi Liely dibantu Iskandar asisten Liely dan tiap tiga bulan Liely dan Roy mengontrol ke Bandung . Armando mengucapkan terima kasih kepada warga Sunyi dan akan segera pamit pulang ke Jakarta, menyusul mami dan Roy . Liely dan Roy sudah sampai di Jakarta jam empat sore di jemput Hasan Torres Hurek dan Antonie yang langsung mengucapkan turut berduka cita yang mendalam, Liely mengucapkan terima kasih dan meminta segera menuju Kramat Raya di rumah Armando di belakang kantor sekaligus mess. Roy mengamati Liely yang amat capek dan diminta istirahat dulu.Bik Supi melayani mami Liely dan mengucapkan berbela sungkawa . Setelah makan malam Tan Boen Hin dan istri menuju Bandung malam ini diantar Satria dan Nurozi. Tan Boen Hin tak menceritakan pernikahan Roy dan Liely pada karyawan Jakarta karena kelihatannya Liely tak bisa menerima pernikahannya karena Roy sudah dianggap sebagai adiknya dari mendiang Alvian suaminya dan Roypun sudah mengerti hati Liely hanya untuk Alvian almarhum kakaknya hal ini dilakukan hanya membuat kebahagiaan omma yang tinggal sesaat dan dilakukan dibawah tangan. Roy pun sudah menceritakan kepada Armando bahwa itu tak mungkin dan Liely akan selalu menganggap bahwa Roy adalah adiknya, Omnya Armando untuk selamanya. Liely menangis memegang tangan Roy dan meminta maaf. ” Aku tak sanggup melakukan ini semua…maafkan aku Roy…?!” . Roy mengangkat muka Liely dan berkata ” Liely….aku tetap adikmu dan akan selalu menjagamu sampai kapanpun, maafkan kami omma Kim Song Tan kami tetap tak bisa melakukan pernikahan ini”. Liely lega dan memeluk Roy, ” Terima kasih Roy adikku”. Roy mengantar Liely ke kamarnya dan mengucapkan ” Selamat beristirahat semoga tidur nyenyak.” Liely memeluk Roy ” Selamat tidur Roy semoga bangun dengan perasaan segar”. Malam itu begitu damai dan tenang menemani insan yang begitu rela dan cinta pada Tuhannya.

Bersambung…