Cerpen

SELENDANG SUTERA MERAH

December 22, 2018

Hartanti menghadiri pernikahan Ganes, dia begitu cantik dan anggun, rambutnya terurai sebahu warna rambut coklat kehitaman menambah daya tarik yang melihatnya, gaun panjang warna merah muda dipadu dengan selendang sutera merah duuu…hhh tambah memikat hati tak akan terlihat kepedihan hatinya meskipun amat runyam. ” Selamat ya Ganes dan Richa semoga kalian berbahagia sampai maut memisahkan…” senyuman Tanti begitu panggilan akrabnya Hartanti amat menawan membuat Richa cemburu pada Ganes yang menatap Tanti dengan tajamnya. Tanti diminta foto dulu disamping Ganes karena ia teman Ganes dan segera turun dari altar setelah di foto. Ganes memperhatikan Tanti ketika ada seorang laki-laki mendekatinya tak lain adalah Baskoro teman satu kantor di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang. Ganes , Tanti , dan Baskoro adalah teman satu fakultas di Kedokteran . Sudah lama Baskoro naksir Tanti tapi yang ditaksir memilih Ganes dan Ganespun mencintaimya . Baskoro tak peduli apa yang ia inginkan harus dapat akhirnya Baskoro mengajak sepupunya untuk bekerja sama mendapatkan Ganes, sepupunya setuju selain Ganes cakep juga seorang dokter. Tanti sendiri bekerja sebagai supervisor di AURUM suatu produsen alat -alat kesehatan yang canggih dan lengkap. Baskoro mendekati Tanti tapi Tanti menghindar dan segera berlalu karena muak melihat Baskoro dengan segala caranya untuk merayu. Ayah Tanti bernama pak Satriyo juga dokter Senior yang mengambil spesialis mata. melihat Tanti pulang amat lesu mencoba bertanya. ” Kenapa…?” pak Satriyo bertanya amat lembutnya, membuat mata Tanti berurai air mata dan pak Satriyo memeluknya. ” Lupakan Ganes Tanti…masih banyak laki-laki yang siap meminang kamu…karena kamu cantik dan pintar, mungkin Ganes bukan jodoh kamu” ” Ayah…tapi bukan begini caranya Richa mendapatkan mas Ganes….mas Ganes dijebak dikasih minuman yang memabukkan sewaktu pulang dari jaga siang dan pulangnya dibawa Richa ke kosannya dan mas Ganes diperdaya sedangkan Baskoro nunggu di ruang tamu ketika Richa berteriak minta tolong Baskoro langsung datang dan menggerebegnya. Karuan Ganes bingung sudah kepalanya pusing ditonton warga kosan dan dipaksa ngawinin pula…..terlalu Baskoro…!!!” ” Kamu tahu cerita seperti ini dari siapa..? ” pak Satriyo jadi sedih mendengarnya. ” Dari dokter Eko teman yang mendengar pembicaraan Tanti dan Baskoro ketika mau visit pasien , dokter Eko saat itu dibelakang dokter Baskoro dan Richa sehingga tak sengaja mendengar percakapan itu. Pak Satriyo kasihan pada Tanti jika harus seperti ini, maka Ia mencari cara terbaik agar anaknya semangat lagi hidupnya.

Pak Satriyo melihat nilai-nilai di sertifikat S1nya dan Pak Satriyo bermaksud mengirim Tanti ke Singapura untuk mengambil spesialis jantung dan nanti akan dibimbing DR Edward Passyry dari Australia, ” ayah harap bahasa Inggris kamu tambah lancar dan belajarlah terus lupakanlah laki-laki yang mengganggu hidup kamu” Nasihat pak Satriyo menambah semangat Tanti untuk belajar lagi dan ayahnya berjanji akan menemuinya sebulan sekali selama ada waktu longgar. Pak Satriyo menghubungi Doktor Edward Passyry dan membicarakan maksud Putrinya ke Singapore dan Doktor Edward menanggapi dengan serius agar segera berangkat karena ini kesempatan yang baik . Pak Satriyo menyuruh Tanti segera persiapan keberangkatannya jangan ditunda-tunda . Tanti amat semangat dan dengab segera Tanti mempersiapkan diri . “Nomor ponsel sudah kamu ganti kan ? ” ” Sudah Yah…ini nomor yang lama tolong ayah simpan saja , ayah aku telpon pakai nomor yang baru ya…?” Tanti menelepon ke nomor ayahnya, dan pak Satriyo senang putrinya mau menuruti perintahnya. Waktu ke Singapura tinggal hari ini persiapan sudah dipacking , catatan dan nomor hape sudah di simpan semua, terutama buku-buku tentang penyakit dalam khususnya jantung dan pembuluh darahnya , visa dan pasport sudah siap, ATM dan buku tabungan sudah lengkap. Tanti menelepon dokter Dewi sahabatnya: ” Dewi..aku berangkat besok tolong jangan dikasih tahu aku kemana ya…bilang saja menghilang, enggak…kamu gak usah telpon, kita ke WA saja dan namaku akan kuganti dan pp aku akan aku buat bunga Lili nanti. ” ” “Kalau dr. Ganes minta telpon kamu bagaimana…..?” tanya dr Dewi ” Gak..jangan kasih nanti kalau diintip istrinya pusing aku..Baskoro bisa tahu dong…jangan kasih ya..bilang saja aku menghilang begitu saja…” ” Okey..okey…pasti aku pegang janjiku ” ” Terima kasih ya dr.Dewi …daaagg” Tanti sudah pamit pada sahabatnya kini saatnya ia menyimpan Selendang sutera merah dari Ganes ia masukkan ke tas cangklongnya sebagai teman perjalanan dan penyemangat, Ganes memberikan selendang itu ketika selesai KKN di Gunung Kidul karena kerja dengan Ganes amat kompak bersama Tanti

Dari Semarang Tanti lansung terbang ke Jakarta dan berangkat pukul 15.00 menuju Singapore sampai di Singapore pukul 17.55 karena selisih waktu Singapore lebih cepat satu jam. DR Edward Passyry sudah menunggu di sana dan Tanti melihat namanya tertulis di selembar kertas, mereka ngobrol cukup lama sambil minum Coca Cola dan Doktor Edward membawa Tanti untuk mengikuti pendidikan di Emergency Departement di NUS. Kebetulan Doktor Edward adalah konsulennya sehingga besok pagi Tanti sudah boleh mengikutinya. Tanti dibawa ke apartemen Doktor Edward untuk menyewa apartemen di sana. Di apartemenitu sudah ada mobil yang disediakan untuk sarana kebutuhan kerja. Telpon genggam Doktor Edward berbunyi ternyata dari pak Satriyo ayahnya Tanti yang menanyakan keadaannya lalu hape diberikan kepada Tanti. ” Bagaimana beres kan…??” dan dijawab Tanti ” Alhamdulillah beres yah, besok pagi saya bareng sama Doktor Edward berangkat ke Emergency Departement di NUS biar hafal dulu jalan jalannya ” ” Iya ..kamu harus aktif apasaja tentang keadaan darurat disana dan pelajari Clinikal medicine agar kamu tak kethetheran.” ” Iya Ayah..terima kasih telah mengenalkan Tanti dengan Doktor Edward dia amat perhatian dengan keadaan Tanti. Pagi itu Tanti sudah berada di NUS dan ternyata disana banyak dokter di Indonesia yang belajar sambil bekerja membuat Tanti betah.

Tiga bulan berlalu konsulen Tanti memanggilnya untuk disarankan mengambil spesialis saat ini karena Tanti amat aktif dan cepat tanggap dengan sikap yang positif pasti jalan terbentang kedepan. Tanti menelepon ayahnya dan menceriterakan kejadian tadi dan Tanti dipekerjakan dicliniknya juga untuk menunjang penghasilan . ” Alhamdulillah….terima kasih ya Allah…Engkau mudahkan perjalanan anakku sehingga diakui di Singapore melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih baik lagi.” Tanti membuka tas dan mengusap selendang sutra merahnya dan berdo’a ” Ya Allah berikanlah kesehatan kepadaku agar aku bisa bertemu dengan mas Ganes dalam keadaan lebih baik…amiin ” Tanti menghubungi dr.Dewi dan mengabarkan kalau Tanti sudah diterima mengambil spesialis penyakit dalam dan juga sudah mulai bekerja di clinik jantungnya DR Edward Passyry di Singapore. dr Dewi bangga sekali dr.Tanti benar-benar tak mau melewati hari-hari dengan sia-sia. Kapok kamu Baskoro kau tak akan bisa mengalahkan Hartanti Satriyo. dr Ganes mengambil spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium di UGM.

Dua tahun berlalu dr Ganes sudah bercerai karena tak mencintai Richa sepenuh hati dan sudah tahu kalau mereka menikah karena di rekayasa. Richa dan dr.Baskoro pindah di Surabaya di RSUD dr. Soetomo. Richa menikah lagi dengan orang Surabaya dan Baskoro sudah memiliki dua orang anak kembar menikah dengan dokter Rahayu di Surabaya. Dr. Hartanti Satriyo SpPD,KKV pulang keIndonesia dan dr Dewi menggendong bayi mungil bertemu di rumah Tanti di Semarang, Dewi mengabari Ganes kalau Tanti pulang dari Singapore. dr Ganes Aditama SpPK segera menuju rumah calon mertuanya dr Satriyo Sp PA untuk meminang Tanti, dan Tanti kaget karena Ganes sudah ada di depan mukanya, ” Apa kabar Tanti…” sapa Ganes ” Baik mas …apakabar juga dengan mas ” Tanti berusaha mengatasi canggung. ” Baik juga, mas kesini mau ketemu ayah boleh…?” ” O…boleh..boleh…mari masuk…” Dada Tanti bergetar kenceng, dan mencoba menarik nafas panjang , ternyata ayah Tanti sudah menunggu kedatangan Ganes. dr Dewi segera keluar menemui Ganes dan Tanti menggendong bayinya Dewi. Ayah Tanti memberitahukan kalau Ganes besok Minggu akan melamar Tanti apakah kamu bersedia Tanti…? Tanti tersenyum dan menghampiri Ganes sambil menangis dan mengambil Selendang sutra merahnya . Ganes senang Tanti bisa menjaga selendang pemberiannya dan bisa bersatu kembali dengan dirinya.

Selesai.