Cerpen

PERAWAN DAN JAKA TUA KETINGGALAN JODOH

November 4, 2018

Mariam seorang wanita pedagang kaki lima di pasar Yaik  (Johar ) Semarang yang menjadi korban kebakaran tahun lalu, harus menangis lagi karena dia kena gusur satpol PP. “Harus berjualan kemana lagi akuuu…..” dia pulang dengan sepeda motornya sambil mboncengin dagangannya dibelakang dan sebagian di depan ….dia taruh di kamarnya  dibelakang  ruang tamu . Hujan  deras banget…Mariam pingin makan yang enak-enak tapi tak punya  duwit  ada juga pas-pasan, biasanya juga lewat mie ayam ataupun cilok . Mariam merenungi nasibnya…kenapa Tuhan tak adil padaku…perutnya semakin melilit terpaksa deh  dia melihat  ke dapur  masih ada bumbu  bumbu …eeehhh ada lombok….Mariam membuat sambal dan mendadar telur campur sambal tadi …waaahhh nikmat banget….setelah mencuci piring dia mulai ngantuk….dan tidurlah Mariam…….

” Hallo cantik…….” Sapa Krisna,” Kenapa ngelamun terus….?”

” Emang kenapa….mau ngelamun kek…ngorok kek itu terserah aku..mang  kau  pikirin..?”

” Duh…duh…duh…. galak amat…..jangan gitu dooooong…”

” Kamu mau minta tolong lagi ..pasti…, pagi pagi gini dah merayu…apa kamu tak lihat aku lagi apa…?”

” Iya …lihat.. lagi nglamun…sambil….nyuci…he..he…” digoda Krisna terus Mariam tambah jengkel.

” Udah…!! kamu mau apa…!! ngomong saja tak usah basa-basi..” teriak Mariam sambil marah.

” Iya ..tapi ..aku ingin ngomong serius….nanti saja kalau kamu habis nyuci dan mandi.”

” Aku harus sarapan dulu…kalau begitu..”

” Iya nanti aku beliin nasi ayam gak usah kawatir….”

Mariam segera menyelesaikan cuciannya dan menyapu bersih rumah  kontrakan  sepetaknya yang berhimpitan di kampung Kauman Pompo,  Mariam ini sudah yatim piatu ketika umur sebelas tahun, waktu itu dia kelas 6 SD . Bapak, Ibu nya kecelakaan dan meninggal dunia di rumah itu pula. Kerjaan orang tuanya sebagai binatu dan Mariam harus menyelesaikan kerjaan orang tuanya sampai selesai, karena dia tak mampu mencuci pakaian besar-besar maka Mariam tidak menerima cucian lagi. Rumah  itupun dia tak pernah bayar PBBnya karena yang punya rumah sudah tiada dan tidak memiliki ahli waris.Maka pak RT membagi tanah itu untuk lima Kepala Keluarga dan memakai nama pak RT dan sudah dipecah-pecah untuk sementara Mariam KK nya sendiri tapi diawasi pak RT yaitu ayahnya Krisna yang selalu menolong Mariam untuk membayar listrik dan airnya sampai ia lulus SMP. Setelah itu Mariam kerja di konveksi menjahit hiasan pakaian yang disulam pakai benang warna-warni. Kerjaan Mariam lumayan seminggu bisa memperoleh 100.000 sampai 150.000 bisa untuk makan. Ketika Mariam umur 17 tahun sertifikat rumah diberikan disitulah Mariam merasa betapa sulitnya kehidupannya ..harus menanggung sendiri semua kebutuhan rumah termasuk listrik , air dan PBB rumah itu, makanya dia tak bisa menyelesaikan sekolah SMA nya, tapi Ia merasa bersyukur karena pak RT ayahnya Kresna memberikan sertifikat rumah dan tanahnya meskipun hanya berukuran 3×5 m2 jangan sampai dijual itu untuk bekal dihari tuanya begitu kata pak RT sebelum meninggal dunia.

Krisna dan Mariam teman ngaji dan bermain di kampung Pompo, Krisna menjadi tukang parkir setelah lulus SMA dan Mariam berjualan pakaian bekas hasil dari konveksi lumayan hasilnya kadang ia diberi uang Krisna , dan kadang Ia memberi uang kepada Krisna kalau lagi bokek.Mereka seperti saudara dan sama-sama masih lajang. Rumahnyapun tak begitu jauh hanya selisih dua rumah tapi berhadapan sehingga Kresna tahu betul keadaan Mariam bisa dilihat dari rumah Kresna. Bila hujan turun Krisna hanya lari saja atau lewat diteras tetangganya baru nyebrang ke rumah Mariam biasanya hanya minta teh hangat untuk Ibunya Kresna yang sudah tua dan jompo. Adiknya Kresna wanita dan sudah menikah belum bisa menjaga ibunya karena harus melayani suaminya dan menjaga kedua anaknya yang masih kecil-kecil jadi Kresna meminta tolong Mariam mengurusi ibunya kalau mandi dan membuatkan makanan dan minumannya saja. Kresna dan Mariam begitu akrab kesedihan Mariam kesedihannya Kresna juga..mereka hanya bersahabat tidak lebih….hanya kepedihan hidup yang selalu mereka rasakan.

Kresna kerumah Mariam yang pintunya terbuka lebar untuk penerangan maksud tujuannya sambil membawa nasi ayam  dan kerupuk buat sarapan.

” Piye…ada apa pagi-pagi dah tamu-tamuan .”

” Gini kita makan sambil cerita bagaimana …laper nih…”

” Oke…kita makan bareng nih….ini teh angetnya..kerupuknya tadi dimana …nah ini dia..” Sambi ngobrol Kresna menceritakan apa yang ia dapat dari berita barunya.

” Jadi kita berangkat ke rumah pak Lion sekarang ya Kres..?”

” Iya pakai motor kamu sekalian tapi aku yang bawa motornya ya…?”

” Oke boleh..” Mariam segera mengunci  rumah dan menuju jalan Jagalan menemui pak Lion. Rumah pak Lion masih dalam jangkauan keamanannya Kresna dan disini pak Lion akan pulang ke Negeri asalnya Hongkong  tanah dan rumah Ia titipkan sama Kresna dan Mariam untuk dibersihkan dan boleh dikontrakkan kalau mau ,  untuk urusan listrik, air dan telepon menjadi tanggung jawab Mariam dan Kresna untuk bulan ini  sudah terbayar semuanya dan rekening- rekening it ada di dalam tas kopor itu beserta sertifikat rumahnya dan lain-lainnya . Kopor diterima Mariam dan kunci rumahnya diberikan pada Kresna  juga memberikan amplop kecil  untuk dibaca kalau dia sudah berangkat sedangkan kopor itu boleh dibuka kalau pak Lion sudah memberikan paswordnya  dan dibuka kalau pak Lion sudah sampai Hongkong. Pak Lion akan menghubungi lewat hape Kresna atau Mariam, karena kopor surat-surat itu memiliki pasword.

” Nah Mariam , Kresna saya berangkat sekarang karena taxi sudah menunggu, tolong jaga semua vasilitas dari saya sebaik-baiknya.” Kresna dan Mariam bersalaman dengan pak Lion ” Hati-hati pak ” begitu ucap Kresna dan Mariam sambil menemani menuju taxi.

Kepergian pak Lion membuat Kresna sedih, bagaimana tidak ..? setiap Kresna diajak menemani pak Lion selau Ia memberikan uang buat Ibunya dan Mariam yang Ia tahu pacarnya Kresna walaupun Kresna mengatakan tidak . Setelah pak Lion meninggalkan mereka Mariam  membuka amplop kecil itu dan ada suratnya ” Mas Kresna dan mbak Mariam yang baik, rumah ini saya berikan kepada kalian berdua tolong dicek seluruh rumah ini semua isi rumah ini milik kalian tolong di foto kopi seluruh surat- surat yang ada kecuali rekening listrik, PDAM maupun telepon dan PBB, dan belilah hape yang baik untuk pembicaraan kita nantinya, uang ada di almari kamar saya ambilah itu uang kalian” berkali-kali mereka membaca dan mereka berpelukan seperti tak percaya apa yang barusan terjadi. ” Ya Allah yang Maha Kuasa…. terima kasih atas segala rezeki yang sudah diberikan kepada kami. Bertahun-tahun kami menderita…dan iklas menerimanya. ..  Ya Allah yang Maha pengasih…kami akan menghitung semuanya yang hamba milik dan akan kami keluarkan 2,5% untuk anak yatim dan piatu seperti saya ini, terima kasih ya Allah….Amiin ”

Mariam  dan Kresna menangis sambil memutari rumah yang besar itu dan mengecek seluruh ruangan dengan segala isinya yang sangat mewah. Ketika mengecek kamar pak Lion mereka berdua menangis terisak-isak dan membuka lemari pakaiannya disitu banyak sekali uang dan menghitungnya ada sekitar 200 jt, Mariam mengambil 10 juta untuk membeli hand phone sesuai pesanan pak Lion dan mem foto kopi surat yang bermeterai yang dimasukkan ke amplop kecil tadi. Sebelum keluar Kresna masuk ke Garasi lewat pintu samping disitu ada mobil Xenia dan motor laki-laki yang sering dipakai pak Lion keliling kampung Pompo untuk menjemput Kresna . Dibelakang garasi ada gudang  besar yang masih kosong  dan ada tulisan besar INI TEMPAT MENYIMPAN USAHA KRESNA DAN MARIAM. Mereka menangis …apa usaha yang akan dia jalani karena tidak tahu….Mariam menangis…” Apapun usaha itu pasti akan saya lakukan pak Lion untuk menghormati pak Lion ”

Kresna mengambil air mineral yang biasa ia ambil ketika bersama pak Lion untuk meminumnya. Dan ketika memasuki ruang kerja  buku-buku itu sudah tak ada digantikan dengan tulisan ” SEGERALAH KALIAN MENIKAH UNTUK MEMUDAHKAN BALIK NAMA DAN FOTOLAH SEGALA TULISAN UNTUK DOKUMENTASI KALIAN . Mariam dan Kresna segera keluar dan mengunci semua pintu untuk membeli hape permintaan pak Lion dan lainnya.

Setelah membeli hape dan mengaplikasikannya nomor tidak diganti karena sudah diregistrasi sejak awal nomor itu sudah ada di hape pak Lion. Hape yang dibelinya pun sama dengan hape milik pak Lion seharga 4.800.000 dan membeli dua buah untuk Mariam dan Kresna. Mariam dan Kresna menemui ibunya dan menyatakan ingin menikahi Mariam, Ibunya senang sekali dan Kresna dam Mariam akan tinggal dirumah baru bersama ibunya.

Pernikahan Kresna dan Mariam berlangsung sangat sederhana sekali di rumah Mariam yang kecil.  Di usia Kresna 35 tahun dan Mariam 30 tahun . Mereka tak menceritakan kalau saat ini ia adalah Jutawan bahkan milyarder. Kresna dan Mariam tetap menjadi sosok orang  yang bersahaja memiliki pandangan hidup yang kuat. Pak Lion menelepon mengucapkan selamat menempuh hidup baru karena surat-surat segera  dibalik nama oleh Notaris dan pengacaranya. Juga mobil dan kendaraan nya sudah jadi balik namanya nanti sore mau diantar jangan lupa membayarnya ya..? Dua bulan lagi pak Lion akan ke Indonesia bertemu dengan Kresna dan Mariam untuk membicarakan bisnis barunya.

 

Selesai.