Cerbung

PARMIN episode 7 – Berpisah dengan Miciko

September 6, 2018

Jam 10.00 pagi pesawat tujuan Jakarta Indonesia sudah siap, para penumpang diharap segera masuk melalui pintu 7, hati Parmin sudah berdegup kencang ingin sekali dia memeluk keluarganya, tapi disisi lain dia melihat air mata Miciko berlinangan hatinya seperti berontak, ” aahhh…mana mungkin…waktuku masih lama menyelesaikan study..ku harap engkau bersabar Keiko” air mata Parmin menetes  dilihat Tamazagi, tapi Tamazagi pura-pura tak melihatnya malah matanya menabrak pandangan ke pramugari yang memperhatikan Parmin , pramugari itu kaget dan segera mengalihkan pandangannya pada penumpang sambil membenarkan sabuk pengaman mereka.

” Sabar Parmin perjalanan mu masih panjang, banyak tugas yang menanti kamu sebentar lagi.” itulah perasaan Tamazagi yang sesungguhnya tapi ia justru menggoda Parmin,” Cie..cie…yang lagi kasmaran diem saja”. Parmin menghela nafas panjang sambil senyum ” ternyata seperti ini rasanya diguyur cinta”. ” He..he..sakit kah..? goda Tamazagi. ” Sakitnya tuh disini ” kata Parmin sambil menepuk dadanya pelan.” Tiga bulan lagi pasti ketemu sama cantik mu… okey..” begitu balas Tamazagi sambil tersentum . Akhirnya take off juga, Parmin melihat dari jendela pesawat kota Tokyo dan pulau Hokaido, gugusan kepulauan Jepang dan akhirnya melihat samudra yang biru…

Sampai Soekarno-Hatta Jakarta pukul 18.30/ 16,30 WIB agak lambat sedikit karena tadi isi BBM di Singapore, ketika turun tangga dia disapa, ” Mas Parmin selamat jalan, langsung menuju Semarang ya ..? ” ” Oh ya….terima kasih” jawab Parmin sambil tersenyum belum sempat dia melirik nama Pramugari cantik tersebut karena Tamazagi terdorong bapak2 dibelakangnya,

Parmin segera transite ke Semarang untuk melakukan check inn, ” kenapa tas punggung aku jadi berat gini ?, oh iya tas sudah diganti yang lebih baik lagi…tapi ..kenapa..malah berat, apakah Miciko mengisi sesuatu..? ahh nanti saja cek dirumah ” pikir Parmin begitu.

Di ruang tunggu Parmin menelepon adiknya ” assalamuallaikum adik ku yang cantik”. Yang jawab teriak-teriak ternyata Kinanti.” Ibu mas Pamin, hallo…mas sudah ada dimana….mas ini ibu dan mbak Reni..ada juga bapak…..”

” Kinan, mana bapak ” Kinanti memberikan hape pada bapaknya.

“Waallaikum salam anak bapak, ada dimana ini nak..?”

” Parmin sudah di Jakarta pak , tolong jemput Parmin jam 21.00 di Ahmad Yani ya pak.”

” Iya ni Tarjo baru saja sampai” Wajah keluarga Rahmat berbinar-binar dan ingin segera menjemput Parmin

Tamazagi menghampiri Parmin, ” maaf ya Parmin saya tidak bisa mampir di rumah kamu, aku juga dijemput keluarga dan juga calon istriku, jadi aku langsung ke Srondol nanti”

” Iya gak apa, nanti kita telponan saja …paling dua hari kita istirahat di rumah selanjutnya atur saja ya..”

” Okey ..bro..,eh Parmin tas punggung kamu bagus.. juga keren, diganti sama Miciko tadi ya….baru nyadar saya”

” Iya…tapi tas buthuk aku ia bawa entah buat apa tas itu.”

” O itu..ya buat dokumen lah, kan itu tas kenangan kamu , buat temen bobok dong..”

Mereka sama-sama ketawa, tiba-tiba perut Tamazagi berbunyi, tambah kenceng mereka tertawa..”ayoo cari rendang atau seadanya dulu sebelum boarding” ajak Parmin

Mereka menikmati rendang, Tamazagi dan Parmin lahap menikmatinya . terdengar bunyi hape Parmin, ternyata dari Miciko dia video call…

” Hallo sayaagg…sudah sampai Indonesia ya…tadi aku telpon beberapa kali belum aktif”

” Iya ..ni lagi makan ayuuk makan sayang…bentar lagi boarding, harus mati lagi dong..” kamera di arahkan ke Tamazagi yg sedang asik makan

” Telpon kalau sudah sampai Semarang , kenalin sama ibu bapak dan adik-adik yang ada di foto kamu ya..” Miciko memberi kiss bay Parmin membalasnya.

” see you…bay..bay..” Parmin mencium hape itu.

Panggilan untuk segera boarding terdengar, Tamazagi dan Parmin segera menuju area dan hapepun segera dimatikan.

Pak Rahmat dan keluarga sudah sampai di Bandara Ahmad Yani mereka harus menunggu di kedatangan, ” waah ..30 menit lagi  anakku tiba ya Allah berikanlah kelancaran ” Bu Rahmat dan dua anak perempuannya melihat penjemput datang dan pergi. Ketika terdengar pengumuman pesawat Garuda dengan seri penerbangan dari Jakarta segera mendarat pak Rahmat menyuruh Tarjo untuk memajukan parkir mobilnya. Ibu dan anak-anak mencari-cari Parmin…Parmin segera melambaikan tangannya agar mereka tidak bingung mencari kakak atau anaknya karena penampilan Parmin yang cukup glamour..Parmin memberikan kertas kepada petugas bandara untuk mengurus kopornya. Ibu itu kak Parmin melambaikan tangan…tapi yang membalas juga banyak..mereka bingung…” Tapi itu anak ibu yang ganteng dah tiba” teriak ibu Rahmat dan benar Parmin memeluk ibu dan adik-adiknya . “Kalian tunggu disini dulu, kakak mau urus bagasi kopor-kopor kakak” para penjemput melihat Parmin dan melambaikan tangannya, karena tak enak akhirnya Parmin membalas lambaiannya. Ada tiga kopor  dari Seiko, dari Miciko, dan milik Parmin . Parmin mengambil tas-tasnya  karena hafal tas tersebut dan petugas mengumpulkan ke troli dan membawa mengikuti Parmin bergabung dengan keluarga, bapak memeluk Parmin dan segera menuju mobil setelah Parmin memberi tip pada tukang troli, didepan mobil ada Tamazagi dan calon istrinya  berjabat tangan dengan keluarga dan mengucap selamat jalan selamat sampai di rumah..sampai ketemu lagi Parmin, semua memberi salam dan menuju rumah masing-masing. ” Mas Parmin ganteng, kopornya kok manak dua, itu isinya apa saja ?” tanya Tarjo sambil setir mobil

” Ha..ha…kamu kok pingin tahu banget…apa penasaran ? kalau kamu penasaran tanya sama H. Rhoma Irama saja kalau ingin tahu ya…nunggu dirumah….” jawab  Parmin sambil ketawa.” semua ikut ketawa..

” Jok jangan lupa ke Bang Kohar ambil pesanan Martabaknya, Mas Parmin pasti kangen, begitu kan anak ibu yang ganteng ..?”

” Tentu buk, Parmin kangen martabaknya Bang Kohar, ibu tahu saja, trima kasih ya buk, jadi ngiler nih..” Ibu mengambil pesanannya, sekalian membeli buah pear dan pisang, tak lupa buah anggur kesukaan Parmin. Sampai rumah ibu dan Reni serta Kinanti mempersiapkan makan malam,Tarjo memasukkan kopor di kamar Parmin mereka persiapan shollat isyak dulu sambil menunggu kesiapan makan malam.

Di ruang tamu Parmin menceriterakan kesibukannya di Jepang saat musim semi, bunga-bunga bermekaran indah sekali, seperti foto-foto yang Parmin kirim lewat WA di hape Reni, di hape itu terkirim juga foto Miciko dan Reni mulai bertanya, ” Itu cewek cantik siapa kak..? kok Jepang banget..”

“Dia itu  Miciko yang kemarin ke Indonesia ke SMK 3 yang memberikan makalah kemasyarakatan  orang Jepang, cantik bingit kan..?”

” Ah..itu sih paling pacar kak Parmin, kelihatan mesra kok…ya kan bu..? yang kemarin itu…”

” Mana mau dia sama kak Parmin kamu , anak tambal ban….” Ibu mengomentari anak laki-lakinya

” Tapi mas Parmin guanteng banget kok sekarang, bahkan  tetangga sama teman-teman sekolah Reni besok mau kesini ”

” Laaah mau apa nduuk, kakakmu kan butuh istirahat” sahut ibu

” Yaah pingin lihat dari dekat buk, kan kemarin Reni buka-buka hape eehh temen -temen pada lihatin kak Parmin dan baca chat Reni sama kak Parmin, mereka gak sabar pingin ketemu , maaf ya kak ” Reni meminta maaf sama Parmin tentang teman-teman sekolah nya, tapi mau apa lagi dah terlanjur.

” Coba Ren kamu ambilkan tas yang warna ungu muda, itu pemberian dari Nona Miciko dan tas punggung kakak” Parmin membuka tas kopor Ungu dari Nona Miciko.

” Ini Lap Top untuk alat study kakak ” , ” ini kimono untuk Reni, ibu, dan Kinanti, ini Panda mungil untuk Reni dan Kinanti, Parmin heran ada amplop besar disitu dan tertulis untuk Ibu dan Bapak Rahmat tercinta. Parmin memberikan kepada orang tuanya dan meminta untuk membukanya. Mereka membuka dan kaget isinya uang sebesar 50.juta rupiah

Spontan Tarjo yang sedari tadi menikmati martabak langsung memperhatikan hadiah dari Miciko” waaaah… itu masih pacar…bagaimana kalau sudah menjadi menantu ”

” Mas Parmin la untuk Tarjo mana..?”

” Laa itu sudah kamu makan.” semua geeerrr ketawa…

” Sabaaarr kita cek dulu apa saja isi nya..” lanjut Parmin. Ternyata benyak sekali makanan kering sebagai oleh-oleh yang dibawakan Miciko, ada coklat kit kat, crunchy cookies,dorayaki, dango, kue mochi kacang, dan tekoyaki. Makanan sudah di tata rapi di meja. “Nah kini saatnya kita berterima kasih pada nona Miciko kita akan vedio call okey siap..?” Mereka berdua ngobrol pakai bahasa Jepang, selanjutnya bapak mngucapkan terima kasih oleh-olehnya…kami senang sekali menerimanya sambil menunjukkan amplop , ibu  mengucapkan yang sama sambil menunjukkan Kimono dan tanya piye nganggone..? semua tertawa termasuk Miciko dan Miciko menjelaskannya,Reni senang sekali di beliin coklat sambil memperlihatkan oleh-oleh yang ada di meja yang tertata rapi dan bertanya kapan Nona Miciko main kesini ? Kinanti tak kalah heboh mengangkat boneka Panda pemberian Miciko dan memeluknya dan mengatakan ma..acih….ma…acih….kakak Miciko yang cantik ayoo main dooong….Parmin masih ngobrol dalam bahasa Jepang, Miciko  mengatakan foto-foto kita akan beredar di Asia untuk iklan jam tangannya. dan  pak Tanaka  pimpinan exspidisi Seiko meminta kerja samanya kalau akan di Indonesia untuk syuting dan foto-foto lagi Miciko mencium hapenya semua tertawa, Reni memvediokan moment tersebut saat Miciko ngobrol dengan keluarga dan juga Parmin,Miciko menambahkan dia sudah menanda tangani kontrak sama Seiko dengan nilai 1Milyart  yen untuk satu tahun tapi dalam lokasi Jepang, Indonesia dan saat liburan study bisa ke Negara lain dan Miciko menunjukkan kontrak kerja sama tersebut, Parmin manggut-manggut ” terus kontrak kamu sama aku apa sayaaang..?” sambil tertawa Miciko berkata ” kita Pacaran dak ada putusnya dak ada batas selesainya” kontan ibu Parmin ketawa” La kalau ibu kangen bagaimana Nona..?” yang disebrang menjawab ” gak usah khawatir akan  Keiko jemput untuk semuanya..he..he..”. Miciko berkali-kali mencium hapenya…dan bilang ingin tengok ibu kalau Parmin akan berangkat bareng skalian , semuanya melambaikan tangan dengan Miciko dan berucap terima kasih. ” Nah Tarjo kamu tinggal pilih oleh-oleh dari Miciko di meja itu , Ren tolong tas yang biru..itu pemberian dari Seiko.” Tas kopor itu lumayan besar dan harus ditarik dengan gagangnya hingga Tarjo ikut membantu Reni

” Coba dibuka apa saja isinya pak.” Parmin meminta bapaknya untuk membukanya

” Kok isinya box kotak semuanya Parmin, cobalah lihat, bapak tak berani membuka nanti kalau rusak , kamu sajalak Nak ”

” Okey pak….aku buka satu persatu “. Parmin bangkit lagi

” Ini satu set baju kerja  ada 5 set”

” Ini sepatu kerja ada 3 pasang”

” Ini satu set Dasi ”

” Ini…satu set jam keluarga berlapis emas ada 2 set ”

” Ini sepatu sport ”

” Satu set sapu tangan pria ”

” Wahh ini mantel musim dingin ”

” Dan ada 7 jam tangan pria, serta ada 3 jam tangan wanita dan ada amplop berisi cek bernilai  1.500.000 yen sebagai ucapan terima kasih atas kerja samanya bisa diambil di BCA , Parmin langsung menelepon pak Tanaka dalam bahasa Jepang, Parmin mengucapkan terima kasih selama tiga hari diperhatikan dan diberi oleh-oleh, juga terima kasih ceknya, pak Tanaka juga mengatakan kontrak baru sudah di lakukan dan di tanda tangani oleh Nona Miciko dan sebulan sebelum keberangkatan mas Parmin ke Jepang pak Tanaka dan Miciko akan ke Indonesia bertolak ke Singapore dan New Delhi India untuk pengambilan  foto dan syutting film, dan nona Miciko sudah clear mengaturnya dengan study mas Parmin .”Bagaimana apakah nilai kontrak tersebut sudah setuju..? uang yang ada di cek itu untuk iklan baliho yang akan kami pasang besok di Haneda Airport dan stasiun kereta Yokohama” dan Parmin menjawab ” Okey deal” dan Parmin menutup pembicaraan itu penuh kesan.

Tarjo tertidur, Ibu dan bapak pamit untuk istirahat, Reni dan Kinanti menuju kamarnya, Parmin memasukkan oleh-oleh dari Seiko ke kamarnya, tinggal tas punggung yang belum dibukanya, tapi Parmin sudah terlelap.

 

 

 

bersambung……..