Cerbung

PARMIN episode 6 – bersama Tamazagi

September 4, 2018

Pengumuman dari awak Garuda agar mengencangkan sabuk pengaman karena saat ini cuaca buruk di atas  Samudera Pasifik  membangunkan tidur Parmin,  padahal pingin sekali Ia ke kamar kecil terpaksa ditunda karena cuaca buruk, ketika lampu berubah hijau Parmin langsung menuju kamar kecil. Sial…bener bener  sial didalam sudah terisi orang, terpaksa harus menunggu sambil menahan kencing. Beberapa saat akhirnya keluar juga, Parmin segera masuk, ketika dia melihat sekeliling meja toilet matanya tertuju sesuatu, apa itu..? sambil berkaca dan cuci muka ia memperhatikan benda kecil tersebut ternyata sebuah cincin, apakah milik wanita tadi? Parmin memfoto cincin gemerlap tadi dalam posisi asli letaknya, dan segera menuju kabin pramugari dia menyerahkan cincin tersebut dan meninggalkan nomor tempat duduk, ” terima kasih kak Parmin yang Ganteng “, ucapan pramugari tersebut membuat Parmin pingin berkaca..” We..he..he.. Tamisan ono-ono wae..” Parmin kembali lagi ke tempat duduknya, ” Lama sekali kamu buang air..gantian ya,,,” Tamazagi minta Parmin menjaga tempat duduknya.Iring-iringan pramugari mempersiapkan sarapan pagi  membuat perut Parmin  ikut berbunyi ..bergolak minta diisi.Pramugari menyodorkan menu, ada tiga menu 1. Bihun goreng, 2. nasi goreng, 3. gado-gado, untuk gado-gadonya sudah habis tinggal dua menu saja. Parmin meminta kedua menu untuknya dan Tamazagi,  terserah nanti Ia pilih apa karena Parmin dua-duanya doyan. minumnya susu dan juice, buahnya sama. Tamazagi datang dan langsung makan apa yang ada .

” Kenyang juga ya, dilihatnya jarum jam pukul 05.00 waah dua jam lagi landing dong”

” Di Semarang sudah jam 07.00, tentu mereka sedang beraktivitas seperti biasanya” Parmin teringat mereka semua yang di Semarang. Terdengar pengumuman tentang penemuan cincin di toilet dan mengharap pemiliknya segera mengambil, Parmin sudah lega, mendengar berita tersebut. Pramugari datang menghampiri Parmin dan memberikan kartu nama dan ucapan terima kasih  dari pemilik cincin juga menunjukkan wanita dengan nomor kursi tersebut melambai pada Parmin dan mengangguk, Parmin membalas mengangguk dan melambai. ” OO jadi kamu lama tadi ternyata menemukan cincin wanita cantik itu…? hebat kamu Parmin suka aku sama ketulusan hati kamu”. Parmin menunjukkan ucapan terima kasih dari wanita itu pada Tamazagi . ” Beruntung kamu Parmin mendapat ticket kereta gratis segala jurusan dan berlaku satu tahun tinggal aktifkan saja.” kartu namanya siapa Parmin ?”Nona Akira kerja di Jawatan kereta api swasta”,

” minta nomor hapenya  Parmin, buat relasi saja”.  Pamin menunjukkan kartu namanya  dan Tamazagi mencatat  di notesnya. ” thanks Parmin

Pengumuman dari Garuda 30 menit lagi pesawat akan mendarat di Haneda Airport  pukul 07.15 penumpang diharap mengencangkan sabuk pengaman. Parmin menegakkan kursi duduk demikian juga Tamazagi.

Pesawat sudah landing Nona Akira memberi tanda pada Parmin untuk menunggunya, Parmin memberi tanda ok, Perlahan penumpang turun dan akhirnya Parmin dan Tamazagi bertemu  di tangga turun

” Haloo, kenalkan saya Akira ” ( dalam bahasa Jepang)

” Hallo saya Parmin dan ini teman saya namanya Tamazagi.” Tamazagi mengangguk( dalam bahasa Jepang)

” Parmin kamu akan kemana ?”

” Saya akan ke Yokohama di UNY ” jawab Parmin singkat .Mereka masuk ke ruangan imigrasi dicek segala macam sampai selesai.” Mari ikut saya dan akan saya bantu mengaktifkan kartu kereta berlangganannya”

” Nah ini sudah aktif dan milik Tamazagi apakah sudah diaktifkan ?”

” sudah nona sudah terima kasih” Nona Akira memberikan kartu nama pada Tamazagi dan Tamazagi memberikan kartu namanya juga. Nona Akira meminta kartu nama Parmin. cukup lama Parmin mengambilnya karena ada disaku kopor, dia ambil beberapa kartu untuk ditaruh di dompet.

” Oke ..selamat jalan Parmin dan Tamazagi semoga lancar perjalanan anda, terima kasih.

Mereka foto bersam dan bersalaman selanjutnya Akira masuk kantornya, Parmin dan Tamazagi menunggu di Stasiun Shinjuku menuju  ke Yokohama. Telpon dari Miciko mengatakan kalau sudah berada di Yokohama paling 30 menit lagi kita sudah kumpul kembali. Pukul 07.50 akhirnya kereta datang dan mereka segera memasukinya,  pemandangan begitu indah , Parmin sempat memfediokan momen itu..dan akan dikirimkan ke Reni adiknya biar bapak ibu tahu perjalanan menuju Yokohama , udara begitu sejuk, bersih , Tamazagi ikut nampang di vedio Parmin mereka begitu senang , Tamazagi menyuruh Parmin duduk dan berdiri dengan pose santai , Tamazagi memuji penampilan Parmin begitu gantengnya ketika jongkok bareng-bareng penumpang

Tepat 30 menit kereta sampai di Yokohama pada pukul 08.25. Miciko mengucapkan selamat datang dan mengajak mereka keluar menuju Kaneda, Himeji-shi Hyogo karena besok Parmin memulai test JLPTN 2 dimana mahasiswa asing untuk diuji kecakapannya dan kemampuan tekniknya, Parmin mengambil 3 bulan untuk kelulusannya. Lagi-lagi Miciko menggoda Parmin, untung saja ada Tamazagi yang sedikit agak kolot tentang cewek. ” Parmin kuharap kamu jangan terpengaruh dengan sikap Miciko yang manja, saya akan menemanimu dan membimbingmu sampai kamu LULUS JLPTN2. Setelah itu kamu tinggal ambil jurusan sesuai dengan latar belakang kamu , dan saya akan balik ke Astra gantian menunggumu disana. Jadi kamu harus kerja keras dan bisa membagi waktu dengan baik, kamar kamu ini sudah deposit  satu bulan yang lalu, Program kamu termasuk program beasiswa antara pemerintah Jepang dan departemen Perhubungan yang di ajukan SMK kamu dan di vasilitator Astra sebagai pengadopsi kamu. sesuai perjanjian kamu dengan PT ASTRA saya ditugaskan untuk mengikuti apa saja aktivitas kamu selama tiga bulan” Parmin mengerti semua isi kontrak itu. Makanya pak Trisno yang termasuk dalam Departemen Perhubungan  membantu agar usaha Pamin maju dan meringankan tugas -tugas yang akan datang.

Parmin menggenggam tangan Tamazagi  erat-erat ” Terima kasih Tamazagi atas segala dukungan dan bantuanmu selama ini dan kedepannya, sungguh aku sangat berhutang budi padamu,” Tamazagi membalas genggaman Parmin lebih erat lagi ” Itu sudah tanggung jawab saya, karena sayapun diperlakukan baik oleh Bangsa kamu dan Astra

Parmin memeluk Tamazagi” saya akan berjuang lebih keras nanti”. Parmin juga menanyakan siapa sebenarnya Miciko ? dan Tamazagi menceriterakan ” Miciko gadis yang baik cerdas dan pandai dan wawasannya luas,saya hanya takut kalau kamu terlena karena kemampuannya  makanya saya Tamazagi tak ingin kamu terlena .”

” Saya menjalani hidup dengan penuh kehati-hatian, dan berperilaku sebaik mungkin,semoga tak akan terlena, terima kasih sekali lagi Tamazagi. Parmin merasa amat diperhatikan Tamazagi dan orang-orang disekitarnya.

Test kesetaraan berjalan dengan baik, test bahasa jepang juga baik, maka luluslah Parmin dalam tiga bulan ini, Tamazagi mengucapkan selamat, dan sama-sama balik ke Indonesia , tapi Tamazagi ingin seminggu lagi dan mengajak Parmin jalan-jalan di Yokohama dab sekitarnya untuk refresing dan makan makanan lezat di Jepang.

Lewat skyep di kamarnya Parmin melakukan video call karena kangen keluarganya  juga laporan kemajuan belajarnya ke Astra dan SMK, Tamazagi juga melaporkan Parmin hebat, karena ajuan Parmin untuk menyelesaikan S1 masternya bisa ditempuh dalam tempo dua tahun saat ini Parmin sudah mengajukan kuliahnya di Automotif untuk semester lima sampai selesai, pak Sonny gembira bukan kepalang dan berharap segera ke Indonesia setelah refresing, Bapak ibu dan adik Parmin pun bangga mendengar kabar tersebut.kini Parmin gantian yang mengurus ticket kepulangannya ke Indonesia sampai Semarang. Sekalian dia pamit sama ibu asrama selama 3 bulan dan akan memakai kamar ini lagi karena banyak peralatan yang terpasang disini sementara saya off kan, Ibu asrama memperbolehkan dan titip salam buat keluarga Parmin, Parmin berfoto bersama ibu asrama. Miciko senang melihat kemampuan Parmin sedemikian hebat, dia akan mengantar perjalanan wisatanya menggunakan mobil pribadinya, ini sangat menguntungkan karena orang tua Miciko memiliki beberapa aset di daerah wisata Yokohama  jadi bisa menginap di tempat-tempat wisata tersebut.

Yokohama memiliki pemandangan laut yang indah, memiliki pelabuhan yang eksotis, melihat perahu-perahu yang datang dan pergi

Taman Yamashita merupakan taman yang khas di Yokohama tempat yang sangat populer dan bisa melihat teluk Tokyo yang indah

Minato Mirai tempat belanja yang dilengkapi opservatorium, Landmark Tower, galeri seni merumakan malam yang indah di sana lampu gemerlapan dua malam Parmin menginap disini, dalam hati Parmin bertanya-tanya” Siapa sih Miciko sebenarnya ? kenapa Tamazagi begitu menjaga jarak dengannya ? karena Tamazagi punya hobby fotografer dia menikmati keadaan tersebut, banyak foto-foto Parmin dan Miciko bahkan banyak turis domistik meminta foto bersama Parmin dan Miciko. Yang aneh ada perusahaan jam tangan Seiko yang minta izin Miciko untuk mengambil gambar Parmin bersama Miciko  dan memberikan jam tersebut sebagai hadiah terima kasih sepertinya perlu menginap sehari lagi perusahaan Seiko memohon untuk melakukan pemotretan saat malam dan sudah diagendakan acara tersebut. ” Waaaaah moment yang sangat menakjubkan untuk diabadikan nihh” Tamazaki girang sambil memotret mereka berdua. Karena Perusahaan Seiko mengizinkan Tamazagi boleh memfoto dan foto tersebut untuk dokumen Parmin dan Miciko

Shin Yokohama Romeu disini tempat makan kuliner dan perusahaan Seiko mengikuti mereka ketika Parmin hendak membelikan oleh-oleh untuk mereka yang dirumah pihak Seiko membelikannya dan juga memberikan jam tangan untuk keluarga. Waktu Parmin tinggal sehari dan hanya cukup untuk ke Kanazawa disana ada Akuarium Sea Paradise dan menyediakan makanan olahan ikan seperti sushi dan sushimi kegemaran Tamazagi” O yee..I like this ” kemarin makanan khas barat saja yang dihidangkan Seiko  ” Mas Parmin, saya antar anda bersama nona Miciko sampai Haneda Airport karena ada seison di Haneda yang bagus buat foto-foto ” kata pak Tanaka ketua expidisi Seiko karena  merasa puas dengan hasil foto-fota nya baik yang dari  cameraTamazagi maupun di cameranya,” mereka model-model yang mendatangkan uang ” kata pak Tanaka kepada crewnya sampai mendatangkan pakaian kerja, dasi , sampai sepatu dan diperuntukkan Parmin sebagai perjalanan pulang, pak Tanaka juga lancar berbahasa Indonesia dan sering juga ke Indonesia untuk syuting film . Miciko mengganti tas punggung dan kopor dengan merek tekenal di Jepang, Parmin mengamati dan mengucapkan terima kasih. Waktu sudah mepet dan harus segera chek inn  Miciko memeluk Parmin karena tak tahan dia harus berpisah dengan laki-laki cinta pertamanya, Parmin memeluk dan mengatakan “jaga dirimu baik-baik serta belajarlah sungguh-sungguh”. Miciko tak tahan meneteslah air mata perpisahan itu. Parmin dan Tamazagi sudah boarding pass menunggu keberangkatan, tak lupa dia sms orang tuanya.

 

 

bersambung……