Cerbung

PARMIN episode 4 mr Ohagi

August 22, 2018

Berakit – rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang kemudian,sepertinya pepatah itu belum bisa diterima Parmin karena sampai saat ini Ia masih saja berjuang mengikuti laju air..bahkan semakin aku ikuti semakin berat ujian ini. Dia hanya memohon doa kepada kedua orang tuanya agar dimudahkan perjalanan hidupnya

” Parmin shollatlah doa kamu yang utama, karena hanya Allah yang tahu segala isi hatimu dan Allah yang mengabulkan semua kemauanmu..bapak dan ibu selalu mendoakan kamu agar kamu selalu sehat, kuat, dan dimudahkan perjalanan hidupmu agar indah hari-harimu demikian juga untuk adik-adikmu bapak dan ibu tak akan capek mendoakan anak-anaknya ”

Besok Parmin akan presentasi di depan Mister Ohagi dan crew dari Jepang dan beberapa Rektor Teknik, Kepala Sekolah – Kepala Sekolah. Parmin didampingi pak Wondo dan bu Retno, serta pak Mulyana dari Sekolah dan satu lagi pak Mudzakir  dari KaSubag Pendidikan Pemkot dan juga Pak Sadeli dari Dinas Prop Jateng. Acara dimulai pukul 11.00 tapi jam 08.00 Parmin sudah harus di Sekolah untuk di mike up dan lain-lain. Parmin memakai setelan jas dan berdasi sepatunya hitam kinclong, ganteng sekali Parmin sehingga Pak Wondo dan bu Retno terkagum-kagum kecakepannya.

” Waaahhhh kamu mirip artis Par, gantenge uleng-ulengan bedo banget yen nganggo wear pack pakaian bengkel, ketok nglumprut, wis jan jempol opol-opol “. Begitu bu Retno minta foto bersama Parmin. ” Mana hape kamu Par, biar aku fotoin kamu dan serahkan ke keluargamu..mengko rak kaget ibu bapakmu serta adik-adikmu terutama karyawan kamu he…he…

Anak-anak didik pada menunggu presentasi yang akan disampaikan Parmin yang di asuh pak Ruslan karena dihadiri Mister Ohagi dari Yokohama Jepang..sungguh suatu penghargaan mendapat kunjungan dari Luar Negeri. Melihat penampilan Parmin semua siswa pada mabuk darat, Bagaiman seorang Parmin yang ngluprut , bersahaja kini begitu menawan nan cemerlang.

” Thanks You Mister Ohagi and  crew….” begitu sambutan dari Parmin yang dipandu bu Retno “. Dalam presentasi Parmin menggunakan bahasa Indonesia sebagai penduduk asli untung pak Ohagi  dan crew mengerti bahasa Indonesia dan memang sudah diatur demikian. Parmin menceriterakan bagaimana caranya mengerjakan pekerjaan yang harus bongkar pasang mesin dengan cepat, disini harus hati-hati salah pasang akan mengakibatkan mesin jadi lumpuh dan meskipun menggunakan kunci palsupun tak akan conect untuk di stater dan mendapat applause yang luar biasa. ” Hebat…hebat… ini yang saya tunggu-tunggu bapak Mulyana …anda memiliki murid yang hebat “. Pak Mulyana merasa terhormat diperlakukan seperti itu, sudah satu jam acara tanya jawab tapi belumselesai…bahkan semakin banyak pertanyaan yang aneh lagi…seorang cewek bertanya ” mas Parmin sudah punya Cewek belum…saya siap jadi cewek kamu mas……”

Ketawa semua hadirin bagaimana tidak ? mereka seperti terhepnotise pada ketampanan Parmin dan miss Miciko pun ikutan ngomong” Iya Mas Parmin kamu tampan sekali. betul kata mbak tadi ” suasana menjadi hiruk pikuk..Parmin hanya tersenyum sambil berkata ” sudah selesai belum servicenya ?”

Pak Wondo yang tahu persis keadaan Parmin langsung ketawa demikian juga pak Ruslan, diikuti ketawa murid-murid yang senang Mendengar Parmin dipuji bangsa asing.

Acara penutup Mister Ohagi berbagi kepada SMK 3 untuk mengambil Parmin sebagai peserta didiknya di Yokohama Jepang selama tiga tahun dan tiap semester diizinkan pulang, sarana dan prasarana akan di urus pihak universitas dan di Jepang Parmin juga akan dipekerjakan untuk penambah uang saku di Jepang walaupun uang saku sudah di sediakan oleh Dinas Pendidikan Jepang.Pesan pak Ohagi agar Parmin mempelajari bahasa Jepang selama disana. Miss Miciko minta foto bersama dengan Parmin dan semua ikut berfoto ria. Mr Ohagi memberi kenang-kenangan pada SMK 3 demikian juga SMK 3.

Mas Parmin, kami masih ada waktu tiga hari di Semarang, boleh kami minta ditemani muter-muter untuk esok hari ?”

” Tentu Nona Miciko, nona belum istirahat tiga hari ini, besok saatnya beristirahat dan akan saya ajak keliling kota Semarang”

” Terima kasih Parmin besok saya tunggu jam 10.00 di hotel. Deal…?

” Deal nona Miciko.”

Selesai makan siang rombongan Jepang itu balik ke Hotel.

“Waah…waaah…yang dapet cantholan cewek Jepang…..dadi kendel” Bu Retno mesam mesem  nyindir Parmin

” Ha..ha…ha..” bu Retno ada-ada saja ”

” Betul lo Parmin nona Miciko itu cantik lo, dia mahasiswa di Yokohama semester 4. Kemarin di sini memberi Makalah kemasyarakatan dan sistem kerja dan dia juga pandai bahasa Indonesia beruntung kamu kenal Miciko.

” La ini selanjutnya piye bu, aku pingin pulang mau tengok Bengkel, mana hape mati terus dari tadi ”

” Ini acara masih lama, dah kamu pakai ini dulu ibu antar pulang trus balik sini lagi, ke Salon lagi ganti baju lagi ketemuan sama Astra makan malam trus pulang, pokoknya Parmin tidak boleh lepas dari jangkauan bu Retno ataupun pak Wondo

Menuju rumah itu yang diinginkan Parmin, ketika pintu terbuka Reni melihat bu Retno, dia pun bingung karena kakaknya belum kelihatan

” Kak Parmin,….mana bu Retno..?”

” Reni kakak di sini…..!!”

” Kakak…!! penampilan kakak berubah..” Reni memandangi wajah kakaknya…sambil memukul-pukul dada Parmin…sehari gak ada kabar….!! Jahaaaattt….” Denger ribut – ribut di luar bapak dan ibu Parmin keluar, dan mempersilakan masuk tamu-tamunya”

” Ada apa ini Ren…? kenapa tamu enggak segera disuruh masuk ?”

” Ibu ini Parmin dan guru-guru sekolah, masak gak ingat…?” Parmin langsung memeluk ibunya

” Astaghfirullah…, anak ibu kok berubah cepat sekali…ganteng pisan…” bu Rahma kaget melihat ketampanan anaknya yang begitu ganteng ” pak Rahmatpun jadi heran kenapa Parmin didandani macam itu..?  “Semua diluar dugaan pak,bu, juga Reni.. jangan terlalu heran ya…”Parmin minta izin bapaknya untuk melanjutkan acara , sampai malam ini masih padat acaranya dan Parmin hanya pingin Mandi ..” Rasanya dah gatal badan ini bu” kelakar Parmin sambil masuk kamar Kinanti.

” Kinan kakak dah pulang, kakak ingin foto peluk kamu” Parmin minta Reni memotret Parmin bersama kinan yang sedang tidur, Renipun minta foto beberapa kali pakai hapenya. Air dingin membuat gairah Parmin ..badan jadi segar rasanya..sesekali  ” bberrrttt…dingin juga…hhhrrr..menggigil..tapi segeeerrr…gerr..geeer..” Keluar dari kamar mandi Reni masih nungguin Parmin mandi ketika keluar Reni langsung peluk kakaknya dan berbisik ” Ini bener-bener kakakku dengan rambut dan mukanya yang bersih dan rapi, begini terus dong kak.”

” Sudahlaah, sekali-sekali tampil beda gitu saja Ren, ojo konyol ngono to..” kata Parmin pelan. Bengkel lancar gak hari ini ? ” tanya Parmin

” Alhamdulillah lancar kak, bapak juga dapat pelanggan baru dari Sekolah  ISRIATI ”

” Adik yang pinter, meski WA kakak mati laporan tetep saja dikirim nanti kakak buka kalau sudah longgar”

Parmin hanya menggunakan kaos oblong dan celana Jeans  ditutup setelan jas yang dipakai tadi segera minta pamit bapak,ibu dan Reni.” Semoga lancar ya pak,buk..Parmin brangkat lagi” Parmin mencium tangan kedua orang tuanya .

” Hati-hati Le….” guman bapak lirih, parmin tersenyum segera diucapkan salam Parmin langsung masuk mobil bu Retno. Pak Wondo dan bu Retno pamit dan melambaikan tangannya.

Reni mengamati mobil bu Retno hilang sampai belokan, dia memeluk bapak ibunya dan mengajak masuk

Pak Rahmat langsung shollat diikuti ibu dan memanjatkan Puji serta Syukur untuk anaknya agar selalu diberikan kesehatan dan kenyamanan hidup. Dadanya berdebar melihat Parmin kelihatan begitu dewasa, dan bertanggung jawab mohon kabulkan cita-citanya begitu doa mereka

Reni belum bisa tidur , dia membuka foto-foto dari kakaknya tadi…dalam hatinya berdoa ” Kak, engkaulah yang membuat kita jadi begini..,bapak ibu menjadi tenang dan sehat selalu, karena kakak menyayangi kami, semoga kakak selalu dalam Lindungan Allah ..Aamiin ”

Parmin dan rombongan tiba di Hotel Citraland langsung menuju lobby dan sudah ditunggu pak Sony dari Astrea. mereka membicarakan banyak agenda ke depan

dan akan membantu Parmin saat melaksanakan pendidikan di Jepang, Parmin akan melakukan uji materi selama tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan/ skill dalam menentukan kredit semester yang akan ditempuhnya dan akan dicarikan mess yang terdekat dengan kampus biar memudahkan hubungan dengan dosen wali serta dekat perpustakaan. Mas Parmin nanti akan diberikan video sebagai bahan penelitian untuk dokumentasi  kami dan selama satu minggu akan ditemani karyawan kami untuk pemasangan internet agar memudahkan hubungan kami setiap saat dengan mas Parmin ini fasilitas dari kami apabila masih ada bantuan setiba di Yokohama bisa lewat internet dan email.Karena hari sudah larut maka pertemuan itu segera diakhiri  dam pak Sony berharap bulan Maret yang akan datang Parmin sudah siap ke Jepang. Saya menunggu kabar selanjutnya mas Parmin, ticket segera kami siapkan dari kabar mas Parmin.

Pulang dini hari, jelang subuh ibu membukakan pintu rumah dan didepannya terlihat anak lelaki satu-satunya memeluk ibu. ” Ibu aku akan sangat merindukanmu aku ingin shollat subuh bersama kalian berdua.”

Ibu memapah Parmin dan segera diajak shollat berjamaah bersama ayahnya, berlinang air mata Parmin rasanya tak tega dia menceriterakan apa yang akan dia lakukan ke depan, Parmin memeluk ayahnya….pelan…dia menuturkan semakin cepat lebih baik dan ini harus terselesaikan. Apa yang dirisaukan Parmin ternyata terbalik, bapak ibunya malah bersukur karena Parmin sudah menentukan jalan hidupnya yang benar, dan akan mendorong kepergiannya ke Jepang. Masalah bengkel masih bisa teratasi” Pasti bapak bisa, kan bapak ini ayah kamu….pasti bapak bisa mengatasi semuanya bersama Reni, kamu tak perlu mengkhawatirkan bapak, dan mulai besok kamu harus menceriterakan di bengkel serta kapan rencana keberangkatan kamu  kalau sudah mantab bapak ibu mendukung kamu juga adik-adik kamu pasti mendukungmu.”

Bapak berangkat pagi sekalian ngantar Reni, kamu istirahat dulu siangan bersama ibu ke bengkelnya ya..Lega rasanya hati Parmin mendengar tutur bapak membuat semangat dia tumbuh dengan sempurna dan mantab berangkat ke Jepang.

Parmin tidur nyenyak sekali, kelelahan dia tiga hari berturut-turut  kurang tidur, karena belum bangun-bangun akhirnya ibu masuk kamar Parmin dan mencium keningnya.

” Wis awan Le..sarapan sik, ini ibu buatin nasi goreng telur ceplok, ayuk sarapan sama ibu…..” Mata Parmin mulai membuka mata dan mencium bau nasi goreng   Parmin menggeliat dan melompat ” ayuuk sarapan bu…laper mencium bau nasi goreng ibu.”

” Iya ibu siapin, tapi  kamu harus mandi dulu Parmin ” Ibu segera  mempersiapkan sarapan bersama anak sulungnya.

” oke siap buk.” jawab Parmin semangat.

“Bu hari ini kita makan siang beli nasi Padang saja, Parmin khawatir ibu kelelahan, ibu istirahat saja ya tapi ibu tetep ikut ke bengkel biar nanti Tarjo CS yang beli makanan , kita berangkat sekarang saja bu, kangen sama bengkel nih.”

” Iya ayo..kita berangkat” sahut ibu dengan senang hati

 

 

bersambung…..