“Pak Rahmat,  Mas Parmin…, Tarjo izin jemput dik Kinanti” pamit Tarjo

” Ya Jok , hati-hati ” sahut pak Rahmat. Parmin mengawasi pekerjaannya sementara ia jemput Kinanti, Parmin mengetes dan memperbaiki sambil membaca laporan kerusakan sepeda motor dan mengamati Andi yang  membersihkan motor bersama Juprii. Tiba-tiba Parmin memanggil Jupri dan disuruh mengetab sepeda motor tersebut dengan diawasi Parmin. Selesai ngetab Jupri merasa bangga sekali dapat mengerjakan perintah Parmin karena selama ini Jupri membantu Tarjo hanya sebatas mengambilkan kunci dan mencopoti baut-baut saja serta memasang kembali tebeng-tebeng motor, ” Semoga aku diajarin mas Parmin lagi bongkar  mesin motor dan ngetab lagi atau ganti oli .

” Ibuuuu Kinan datang..!” seru Kinanti sambil mencium tangan ibunya

” Oee cah ayu kecil ibu sudah nyampai bengkel, ayok ibu temenin makan ” manja sekali ibu memeluk Kinanti

” Kinan kan sudah makan di Sekolah , ibu lupa ya…”.

” Iya..ya..ibu lupa ,hari Kamis kamu kan les, jadi makan di sekolah ”

” Tapi bener gak mau incipin masakan ibu…?”

” Iya mau dong ibu cantikku, tapi dikit saja ya bu soalnya masih kenyang”.

” Iya dikit saja gak apa..” Ibu menggandeng tangan Kinanti masuk ke ruang makan, dan langsung cuci tangan.

” hhmmm…harum baunya cumi goreng tepung dan baby boncis, makanan kesukaan Kinanti.” Kinanti membau makanan kesukaannya terasa ludahnya membasahi tenggorokannya

” Nah…ternyata masih lapar kan..? nih ibu bikinin es Jeruk agar segar siang yang panas ini.”

“Terima kasih ibu Rahmat ibunya Kinanti.” sambil tersenyum Kinanti mulai melahap makan siang dari Bengkel.

Mobil pengangkut Bus mini sudah sampai, Tarjo membantu menyiapin tempat bersama Jupri, dan meletakkan sesuai arahan pak Rahmat

Pak Bayu segera menemui Parmin, dan bercerita kerusakan bus mini yang ia armadai,

” Iya pak nanti setiap kedatangan Bus mini armadanya harus lapor kerusakannya, agar memudahkan perbaikannya , jika tidak ada saya.. langsung sama pak Rahmat ya pak “.

” Baik mas Parmin akan saya informasikan kepada armada yang lain, saya pamit mas Parmin.”

” Monggo silahkan pak Bayu, salam buat pak Trisno ya.”

” Ya pak, akan saya sampaikan ,Asalamu Allaikum.”

” WaAllaikum salam.” jawab Parmin.

Parmin  dan pak Rahmat melihat-lihat mini Bus yang barusan datang, mengecek sesuai data yang diberikan Pak Bayu, matanya mencari-cari tenaga kerja yang bisa di ajak kerja  tapi semua pada sibuk…”coba Andi aku uji coba “, pikirnya dalam hati..dan ia segera memanggil Andi, yang dipanggil langsung menuju tempatnya.

” Coba kamu buka dan bersihkan lokasi mesin, turuti apa perintah  pak Rahmat dan di cek sesuai laporan catatan kerusakan, motor yang kamu servise biar saya tekel ”

” Gih mas, siap.”

Selanjutnya Parmin menuju bengkel motor,mendekati Tarjo dan menanyakan kesulitan apa yang sekarang dia hadapi tapi Tarjo mengatakan gak masalah dan hampir selesai, bahkan kerjaan Andi akan dia teruskan tapi ternyata diselesaikan Parmin dengan cepat

” Kalau ada waktu, tolong Jupri di ajarin, biar gak lesu dianya .”

” Iya mas sedikit-sedikit dah mulai bantu ”

” Kemarin aku suruh ngetab masih pating clepret lantainya, tolong lebih sering lagi kamu membina Jupri, kelihatannya dia rajin bekerja bukan ?”

” siaap mas , benar sekali..” semangatnya Tarjo kalau disuruh mas Parmin

” Jupri kalau cucian kosong kamu bantu Andi di Mini Bus .”

” Gih, siap mas .”

Tumben Reni dah nyampai, ternyata ada jam kosong diakhir pelajaran dan diberi tugas belajar di rumah, tapi sudah diselesaikan di sekolah di kerjakan bareng-bareng.

” Hallo kakakku sayang, waaaahh….rame bener dah dicatat semuanya Jok? .”

” Kebetulan kamu dah pulang, kakak mau keluar, ke sekolahan kakak.”

” Heleeehh..kangen sama bu Retno paling.” gurau Reni

” Jangan bergurau ah …sok tahu saja kamu .” Parmin merevisi kata-kata adiknya

” Parmin bapak mau pulang jemput ibu dulu .”

“Gih pak, hati-hati ”

Parmin menuju Mini bus dan melongok ke kolong mobil, ” piye Ndik kamu pisahin sekalian ya..?”

” Iya mas, tadi bapak bilang begitu sebentar lagi saya bersihkan.”

” Aku tinggal sebentar ke sekolah ya kalau bengkel motornya rame tinggalin saja Bus mininya biar aku lanjut nanti”

” Iya tentu mas..” Andi senang karena merasa diperhatikan, seperti juga Tarjo sehingga semangat kerja dan tanggung jawabnya semakin besar, keloyalannyapun meningkat

Di Sekolah Parmin sudah ditunggu Pak Wondo, pak Ruslan dan lain-lain, dan diperkenalkan kepala sekolah yang baru  yang bernama Mulyana,. Dalam pertemuan itu Parmin akan mewakili sekolah STMN 3 sebagai pengusaha Muda yang sukses dan akan memberikan presentasi perbengkelan yang melambungkan namanya  sehingga memulai debut baru di dunia automotive. Parmin sebenarnya tak menyangka kalau selama ini sekolah mengawasinya…padahal dia melakukan semuanya ini karena keadaan yang harus diperbaiki, dan Parmin akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan kemajuannya dan Parmin sudah didaftarkan sebagai peserta teknicall meetting dengan tema menerobos innovasi baru.

Kepala Parmin pusing bukan main, dia meminta waktu untuk kekamar kecil sebentar dia ingin menyampaikan uneg-unegnya di kamar kecil itu, ” eduan…eduaaan…tenan…menungso iki meh ngapakno aku…wis opo ujare tak lakonane sik ….Bismillah”. hanya itu aduan hatinya…le penting usahaku …tugas kuwi nomor wolu…digawe ayem wae…..” dia segera keluar dan kembali lagi ke ruangan

Parmin ditunggu bu Retno untuk test phsikologi, dan kelengkapan data di ruang kepala sekolah, dia mengikuti saja arahan  pak Wondo  menuju kantor kepala sekolah sambil ngobrol dan senyum senyum bingung ” wis kono  diapakno meneh aku”. Bunyi hape berdering dari Reni langsung Ia angkat ” Ya Ren kenapa ? ” dari kejauhan terdengar percakapan suara Reni ,” mas ini barang-barang onderdil pak Ruslan sudah  datang dan ini juga mobil merahnya pak Malta mau diambil bagaimana ?

” Terima saja semuanya , untuk pak Malta serahkan pada bapak, mobil sudah jadi fix tinggal ambil saja, suruh Tarjo menguji testnya agar pak Malta mantab menerimanya karena kakak masih lama di Sekolah”

” oke kak sukses selalu kakakku sayang ” demikian ucapan Reni didengar pak Wondo

” Lo mobilnya pak Ruslan kamu perbaiki ? katanya di jual…?

” Iya pak, masih baik kok mesinnya dan sudah saya bersihkan semua tinggal ganti onderdil yang baru dan pemasangan ac nya kalau bodynya saya belum bisa menerimanya pak, perlu waktu yang lama lagi ngaten pak .”

“Iya saya ngerti mas Parmin, perlu dirayain ni nanti..he..he…”

Tiba di ruangan kantor kepala sekolah Parmin langsung bertemu bu Retno, dan banyak pertanyaan yang dilontarkan, dan satu lagi ini video kamu waktu kamu saat menerima piala juara tercepat perbaikan mobil di BLKI. Parmin sedikit geli melihat tingkahnya empat tahun yang lalu….yang ditutup ketawa menggelegar di ruangan itu, Parmin sempat mencium ulang piala kejuaraan BLKI itu …air matanya mengambang..buru-buru Ia memejamkan mata.

” Terima kasih bu Retno, mengingatkan masa empat tahun lalu yang sudah di kemas dalam bentuk CD”

” Dan yang ini bahan -bahan untuk presentasi tinggal nambahin dikit kalau mau ditambahin kalau tidak ya gak apa-apa..tolong dipelajari mas Parmin, biar lancar…car…car…kebiasaan bu Retno kumat lagi batin Parmin.

” Siap bu Retno ,trima kasih sekali lagi CD, data , dan tas Map nya lengkap “. Parmin bersalaman dan menuju ruangan pak Wondo.pak Ruslan pun nyusul ke situ”

” Kowe jek kelingan ra karo foto iki.?” tanya pak Wondo

” Itu kan foto pak Ruslan dengan mobil barunya  yang dulu pak, emang kenapa pak ?

” kamu tahu, pak Ruslan ditipu, ternyata itu mobil colongan yo diambil polisi, untuk melegakan hati istrinya  pak Ruslan beli mobil rosokan dan sampai sekarang gak pernah dipakai.” begitu katanya

” Tanyakan saja pak Ruslan dimana mobil itu sekarang.”

” Laaaa..wis..wis… mengko tak critani dewe Par.. yo iki sneck di incip sik..yen arep maem ning ruangan kono kae kantin sih eling ra…?”

” masih-masih pak, sneck ini saja sudah cukup pak , apakah masih ada lanjutan lagi pak soalnya saya harus segera jemput ibu” Parmin ingin menyelesaikan obrolan itu

” Sudah..sudah..sebulan lagi cek uji presentasi, dan saya hubungi hanya itu saja. ”

” Kalau begitu saya pamit pak ..salam untuk semuanya ya pak, matur suwun asalamuAllaikum”

” Waallaikum salam Parmin ”

Sampai bengkel, Parmin segera menemui ibunya, tapi yang dicari tidak ada ” Cari ibu kak…?” Reni menanyai Parmin yg kebingungan

” Iya, dimana Ren ?”

” Dah diantar pulang bapak sekalian Kinanti dia kegerahan, tapi bapak balik sini lagi kok kak”

” Lo kak itu bawa apa, ”

” Ini..? cuma untuk dipelajari nanti di rumah

Reni menghampiri kakaknya dan nyelethuk ” Kakak mau ngajar di Sekolah ya….? ”

” woeeee..ngawur saja…tebakan yang super meleset jaauuuuh non….” sahut Parmin

” Emang kakak pendidikannya apa…? kok ngajar…kalau Sarjana ya masih okelah..” lanjut Parmin

” Siapa tahu kakak jadi Guru Bantu ” sela Reni lagi,  Parmin cuma angkat pundak tanda gak tahu

” Kakak nanti pinjam Laptop kamu ya…? ini kakak mau pulang dulu buat bekajar ”

” Ya monggo silakan, tapi jangan diintip file-file Reni..loooo..?”

” Yuuuu..file-file apa…? memang ada foto Dragon Ball kamu yang cengengesan..?” gurau Parmin

” Dah Ren kakak sebentar saja kok sambil nyimpan berkas in.”

” Ya kak..hati-hati”

Parmin dan Tarjo mengantar berkakas ke Rumah pak Ruslan, di rumah cuma ada Bu Ruslan

dan memberikan kunci mobil untuk memasang semua peralatan itu, sementara pak Ruslan masih dalam perjalanan. Parmin memasang AC dan Tarjo pasang Karbulator.

” Tolong sambungkan kabelnya Jok ”

” oke..selesai ”

” Cek accunya siapkan stater ” Parmin memberi komando

Bu Ruslan sedang membuatkan minum dan dia tersenyum bahagia ketika mobilnya  berbunyi segera bu Ruslan keluar sambil mengeluarkan minuman segar dia bersyukur sudah dua tahun mobil itu gak ada bunyinya dan Parmin izin untuk test drive keliling kampung saja

” Minum dulu mas Parmin dan mas Tarjo ”

” Nanti saja bu ini cuma sebentar biar pak Ruslan nanti yang cek suaranya ngaten ”

” Oh gih…gih…tapi ini nanti minumnya jadi kurang dingin mas…ayolah mumpung segar nanti ibu tambahin lagi ”

“Baiklah bu, matur suwun , malah jadi ngrepotin ibu.”

” Gak papa mas, ibu iklas kok dan sudah dibantu , monggo diminum dulu.”

Parmin segera turun dan meminum es buatan bu Ruslan ” Jok ayuk minum dulu ”

” Gih mas, suwun”

Tarjo membuka pintu gerbang dan membantu parmin untuk atret,bu Ruslan lega dan melihat mobil itu keluar,hatinya riang

Pak Ruslan baru nyampai rumah, dan melihat mobilnya dah keluar rumah bukan main senangnya

” AsalamuAllaikum bu…”

“WaAllaikum salam pak , mereka sudah membawa mobil untuk dites katanya pak”

” Iya aku telat nyampai, tadi macet di Milo…ya sudah nanti kita coba sekalian jemput Bimo latihan Sepak Bola ya bu

Dijalan mobil Kijang Taruna 2008 tak ada kendala masih lancar-lancar saja

” Saatnya test AC, coba Jok kamu rasakan dinginnya…menyebar apa tidak….tapi jangan besar-besar volumenya”

” Ya mas,..aku atur suhunya, biar agak dingin nanti sampai di rumah pak Ruslan biar tdak kecewa”

” Pinter kamu Jok..tau saja ”

Akhirnya mereka pulang dan sebentar mampir bengkel, dan yang pegang setir  gantian Tarjo. Parmin hanya menemui bapaknya ” ini pak mobilnya pak Ruslan dah oke dan ac nya juga sudah dingin. ” Pak Rahmat memeluk anaknya, haru dan banga menyelimuti hati Pak Ruslan bagaimana tidak dia bisa menunjukkan kebolehannya pada Guru sekaligus Wali kelasnya

Hape Parmin berdering panggilan dari pak Ruslan yang meminta pengharum ruangan mobil dan minta diisikan bensin , Parmin mengiyakan dan menyuruh Reni mengambilkan pesanan . Parmin segera menuju rumah pak Ruslan

Penyerahan mobil segera diberikan Parmin, pak Ruslan banyak bertanya pada parmin tentang perawatan mobilnya dan biayanya karena sudah disiapkan semuanya

” Mana bon-bon kemarin Par ? looo la ongkos jasa kok gak ada ?”

” Piye berapa ongkos jasa kamu Par ? ”

” Gak usah pak, saya sudah banyak dibantu bapak tanpa tanda jasa lagi ”

” Jangan begitu Parmin, ini untuk waktu dan fikiran usaha kamu juga karyawan kamu, sudah ini dibawa sebagai ucapan terima kasih, untuk onderdil sudah terbayar langsung ya kemarin..?”

” Iya pak sudah lunas semua dan terima kasih amplopnya pak, saya permisi pak Ruslan, pesan pak Wondo jangan lupa pak…untuk syukuran ngaten pak, asalamuAllaikum

” Waalaikum salam mas Parmin ”

Sesampai di bengkel Parmin cerita sama bapaknya dan terpaksa menerima jasanya, pak Rahmat tersenyum ” itu sudah rezeki kamu nak bukalah ” di depan bapaknya Parmin menghitung uang pemberian pak Ruslan ” Alhamdulillah Dua Juta Rupiah pak”” yah…itu sudah menjadi rezeki kamu nak”

pak Rahmat menepuk bahu anaknya dan segera diberikan ke kas bengkel

 

 

 

bersambung…..