Cerpen

PARMIN episode 26 keluarga Rahmat ke Jepang

December 28, 2018

Parmin belum mengabari lagi setelah sampai di Jepang, Ibu ingin menghubungi tapi bapak melarangnya, katanya Parmin amat sibuk menyambut musim gugur disana karena ada pak Ohagi yang sedang memantau Parmin di teknik mesinnya. Bapak juga mengatakan kalau kemarin Parmin telpon dan kangen sama ibu mungkin minggu-minggu ini Ia akan menghubungi Ibu kira-kira habis mahgrib nunggu tenang. Ibu lega mendengar cerita bapak, Reni sedang belajar dikamarnya karena Reni akan ikut lomba administrasi perkantoran yang diadakan di BLKI ( Balai Latihan Kerja Indonesia) dan Reni amat bersyukur karena kak Miciko sudah memberikan contoh administrasi yang bagus di bengkel Rahmat. Begitu bangganya Reni sama Miciko karena banyak membantu dia dalam sekolah. Lomba administrasi pun dimulai dari 107 peserta Reni berhasil ikut diputaran selanjutnya beradu dengan 50 peserta minggu depan dilanjutkan lagi. Sepulang lomba Reni kesekolah dulu dan memberikan sertifikat masuk dalam 50 besar kemampuan Administrasi Kantor untuk sekolahnya. Reni memfotonya dan mencetak kembali untuk diberikan ayahnya karena yang asli disimpan di Sekolahnya, dan kepala sekolah memperbolehkan karena itu merupakan prestasi sekolah. Reni sampai dibengkel dan bertemu pada ibuk dan bapaknya sambil menyerahkan hasil lomba. ” Oh…jadi masih di filter lagi untuk masuk 50 besar ya nduk..?” ” Iya buk, gak apa seminggu lagi Reni lomba lagi. Seperti biasa Reni mengecek lagi pekerjaannya. Ada tamu pak Rohani sedang berbicara pada bapak bersama seorang wanita kira-kira seusianya lebih tuaan tamunya, dan pak Rahmat memanggil Reni mendekat. Ternyata wanita itu menantunya pak Rahmat yang melamar kerjaan pada pak Rahmat dan diserahkan Reni. Wanita itu bernama Suryantini lulusan D3 umur dua puluh dua tahun dan sudah menikah dengan mas Tono anaknya pak Rohani di Taman Blimbing

Suryantini akhirnya diterima Reni untuk dibagian Logistik sementara Ibu membantu dikeuangan Reni dan mengkontrol logistik setiap harinya bersama Suryantini ketika Reni berada di sekolah bapak menyetujuinya. Reni lega karena ini jelang ulangan-ulangan dan tugas sekolah. Lomba kedua Reni agak was-was soalnya mungkin lebih sulit lagi, Reni yang cerdas akhirnya masuk dalam 25 besar dan mendapatkan sertifikat penghargaan. Reni siap maju seminggu lagi , Reni belajar di bengkel dan di rumah sedangkan Suryantini yang dipanggilnya mbak Tini sudah mulai bisa mengikuti pekerjaannya dan sudah diajarin ibuk cara pemesanan sparepart mobil dan motor di kantor pusat Astra, kalau pekerjaan tambal ban kosong Kabul membantu di logistik dan mengangkat telepon. Mbok Sablah tumben datang antar kateringnya, ternyata mbok Sablah memberikan undangan perkawinan anak bungsunya yang bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Telogorejo, ibu senang sekali mbok Sablah mau datang ke bengkel dan memberikan puding kesukaan mas Parmin dan Reni sedangkan Kinanti di masakkan cumi goreng tepung , untuk bapak dan ibu dimasakin opor ayam, untuk karyawan dibuatkan sayur lodeh dan ikan tengiri goreng serta sambal terasi. ” Anak bungsunya dapet orang mana mbok Sablah..?” tanya ibu pada mbok Sablah. ” Dapat orang Bandung kerja di Kereta api sebagai masinis bu.” jawab mbok Sablah. Kelihatannya mbok Sablah buru-buru pamit dan mengharap kedatangannya pada acara pernikahan anak bungsunya di Gedung Wanita. Ibu mengantar mbok Sablah sampai diluar. Reni masuk sepuluh besar dan bersertifikat juga diberi penghargaan. Reni masuk tiga besar selanjutnya final seminggu lagi merebut juara I , II dan III . Ibu bersyukur dan berharap Reni bisa menang dan membanggakan sekolahnya. Sehabis shollat Maghrib ibu mempersiapkan makan malam dibantu Reni , hape Reni bergetar dan ketika di lihat videocallnya kak Miciko…Reni memanggil ibu” Buk ini..ini videocall kak Miciko” Ibu senang sekali dan segera mengangkatnya, rasa kangen ibu pada Parmin dan Miciko seperti terobati ketika melihat mereka berdua kelihatan di layar….ibu menangis…. sambil menciumi hape Reni, Parmin mengatakan kalau dia habis memenangkan festival musim gugur untuk perancangan mobil berbahan bakar listrik . Bapak bangga sekali mendengar kabar dari Parmin dan bulan mendatang persiapan musim dingin untuk praktek kerja , Miciko menanyakan Reni dan langsung diterima Reni,” Kak Reni seminggu lagi akan vinal lomba administrasi perkantoran, untuk memenangkan gelar I,II dan III doakan semoga bisa menang ya kak” ” Tentu Reni kan anak yang cerdas, adiknya kak Parmin harus oke…! seperti kakaknya kan …?!” Miciko memberi semangat pada Reni, ” Ibu…jangan sakit ya…ibu kok kurusan badannya Ren..?!” tanya Miciko pada Reni, karena Miciko amat was-was dan begitu perhatiannya pada ibuk” ” Iya kak.., ibu kangen sama kak Parmin karena kemarin belum ngabari setelah sampai Yokohama dan baru kali ini ibu melihat kak Parmin. Ibu senang sekali dan memandang Parmin sambil nangis saking kangennya, Miciko mengatakan sekarang sudah mulai longgar dan akan sering praktek, Micikopun akan sering ditinggal karena Parmin diminta praktek kerja diberbagai tempat, pokoknya padat sekali tapi masih bisa videocall seminggu sekali. Parmin mengingatkan pada ibunya…jangan sering ngelamunkan Parmin, tolong perhatikan bapak juga agar bapak juga tidak merasa sedih , karena ibu kurang konsentrasi. Parmin akan mengirimkan uang pada ibu karena praktek kerja disana ia mendapat uang saku dan ucapan terima kasih setiap bulannya, Parmin sudah mendapat empat amplop dalam satu bulan ini masing-masing 750.000 yen separoh untuk bapak dan ibuk serta nanti Reni dan Kinanti juga akan dikirimin, Parmin sudah cukup untuk hidup disana karena Astra mengirimkan uang untuk Parmin tiap bulannya karena Parmin mengirimkan video setiap minggu sekali ke Astra untuk dibuatkan blog praktek kerja dimasing-masing instansi yang meminta Parmin untuk membantu menyelesaikan praktek kerjanya. Pak Rahmat , Ibu , Reni , dan Kinanti senang sekali mendengar kabar dari kakaknya di Yokohama , Ketika videocall terlihat ada tamu mencari Parmin dan Miciko yang pegang hape sekarang . Itu kurir dari Saitama yang akan ikut gabung dengan Parmin untuk praktek kerjanya. Mulai bulan Oktober di awal musim dingin Parmin akan touring di daerah sekitar Mulai dari Kawasaki , Tokyo , Saitama , Sagamihara dan Yokohama. Tiap Sabtu , Minggu dan Senin Parmin berada di Yokohama untuk konsultasi dan mengambil materi pelajaran kumpul sama Miciko di asrama yang lama karena sudah sangat cocok dengan adaptasi di sekitar kampus. Miciko lebih sering tidur dikamar Parmin karena fasilitas internet dan peralatannya lebih lengkap dibanding kamarnya dan bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia, juga pak Ohagi yang ternyata kerabat dari almarhum ayah Miciko dalam lingkungan kerajaan yang bertugas di pengawasan pendidikan merupakan kakak sepupunya membawakan pakaian untuk Parmin gunakan dalam pertemuan kerajaan karena Miciko merupakan anak dari cucu terakhir yang paling muda sendiri. harus hadir di jelang akhir musim gugur.

Sesuai dengan adat Jepang Parmin mengikuti acara sakral dalam pernikahannya secara terhormat , keluarga Parmin dijemput oleh keluarga kerajaan bersama Tamazagi , bapak Hiroyuki bersama ibu dan pak Sonny menghadirinya sekalian Miciko melakukan syukuran kelulusannya dan mengajar di UNY sambil menunggu Parmin selesai study Miciko mengambil S2 di Manajemennya. Ayah dan Ibu beserta keluarga amat santun di keluarga besar Miciko karena Micikopun baru kali ini bertatapmuka dengan keluarga besarnya. Kalau bukan karena pak Ohagi yang mengatur semua itu tak akan jadi seindah ini. Selama seminggu keluarga Rahmat menikmati pesta musim gugur dengan berbagai hidangan dan hawa yang segar sekali bersama Parmin dan Miciko mereka semua memakai pakaian adat pernikahan di Jepang dan berada di lokasi The Imperial Palace Park atau Kakyo Gaien ini semua merupakan gagasan Mr Tanaka dan Mr Ohagi yang diam-diam meliput acara pernikahannya Miciko – Parmin dan mengunggahnya di internet. Reni adik Parmin yang menjadi incaran publik karena kecantikan dan kecerdasan yang dimilikinya terpancar diwajah ayu dan seksi. Pernikahan Miciko parmin begitu memukau kecantikan dan ketampanannya membuat iri yang melihatnya. Parmin dan Miciko sungkem kepada bapak dan ibunya dihadapan tamu-tamunya yang diatur Mr Ohagi dan Mr Tanaka sukses luar biasa, dan memberikan bulan Madu di Australia seminggu dan akhir tahun akan berada di New York . Bapak dan Ibu Parmin hanya bisa bersyukur saja melihat dan menyaksikan pernikahan anak sulungnya. Miciko tetap akan tinggal di Indonesia mengikuti suaminya dan keluarga tetapi dari keluarga kerajaan memberikan hadiah tempat tinggal untuk tetap berada di Tokyo merupakan rumah dan seisinya yang dilengkapi dengan taman nya yang begitu indah.

Dua tahun sudah berlalu Parmin sudah lulus dan pulang ke Indonesia, rumah tinggalnya tetap seperti dulu karena Parmin tak ingin merubahnya tatanan rumah itu dan disebabkan Miciko suka dengan keadaan kumpul keluarga yang diimpikan siang dan malam . Parmin masih tetap bekerja sama dengan Astra sebagai sahabat hidupnya. Miciko melahirkan putri pertamanya di Tokyo karena saat itu Parmin diminta mengajar di Jepang sementara Bengkel Rahmat di Wariskan ke Reni yang menjadi Sarjana Akuntansi dan Kinanti yang lebih menyukai dunia fashion dan fotografer membuat pak Tanaka enjoy dengan hidupnya bersama Seiko dan mendampingi Kinanti dalam upaya bisniznya .

T A M A T