Cerpen

PARMIN episode 22 – New Delhi

November 9, 2018

Parmin dan Miciko menuruni pesawat ,  Pak Tanaka masih ngobrol dengan pramugari Arida yang ingin meminta foto bersama crew milik maskapai penerbangan bersama Parmin dan Miciko.

“Boleh-boleh saja asal kami juga diperbolehkan tinggal untuk meng observasi dibandara ini ” begitu pinta pak Tanaka,. Ternyata pimpinan penerbangan memperbolehkan mereka meng observasi sampai selesai tapi seluruh crew dan barangnya tetep di ruang tunggu dan hanya yang berkepentingan yang diperbolehkan keluar dan masuk pintu utama penerbangan. Pemotretan dimulai dari crew awak pesawat bersama Parmin dan Miciko , dilanjut fihak Bandara bersama crew penerbangan , selanjutnya pilot dan co pilot bersama Miciko, Parmin dan  Parmin dengan Miciko, Parmin dan pramugari Arida,  terakir crew Penerbangan dan crew Bandara Chhatrapati Shivaji dari India bersama Miciko, Parmin serta pak Tanaka, sudah enam foto kami ambil dan akan siap di keluarkan edisi yang akan datang tolong menghubungi saya yang bertanggung jawab dengan misi kita kali ini. Dari pihak maskapai memberikan gratis kepulangan ke Indonesia kapan saja kepada crew pak Tanaka demikian kata Ahmed Prajadswara  pimpinan yang bertanggung jawab pengambilan foto, Pak Tanaka dan Ahmed Prajadswara saling bertukar kartu nama. Pramugari Aridapun melakukam hal yang sama  dengan Parmin dan Miciko

Kini mereka dijamu oleh pihak Bandara sementara menunggu penerbangan di Delhi jam 17,45 waktu Mumbai. Banyak pengalaman di Bandara Mumbai Chhatrapati Shivaji ini, selain ramah dan care dengan tiem Pak Tanaka terutama dengan bintang fotogenic Parmin dan Miciko. Pakaian mereka amat cocok dan serasi, ini desainernya  kondang dari Jepang Henin Aroyo kata Mrs Arumi Okawa ahli tata busana  dan kecantikan crew Seiko.

Jelang keberangkatan ke Delhi pak Ahmed Prajadswara memberikan buket bunga kepada Miciko dan Parmin dan diantar menuju pesawat, kali ini pak Ahmed minta selfi menggunakan kameranya bersama Parmin dan Miciko, “Selamat  jalan pak Tanaka dan crew kami akan merindukan untuk bertemu lagi. Selamat jalan bidadari cantik Miciko dan Pria terganteng Mas Parmin semoga lancar sampai di New Delhi . Pak Ahmed Prajadswara segera turun dan pesawat  akan segera take off. Mereka terbang selama dua jam .

Jam 19.45 waktu New Delhi  kira-kira jam 21.15 untuk Indonesia, mereka sudah di jemput oleh petugas dari Hotel The Leela Palace untuk segera membuka pameran mobil Indonesia dengan Mobil Toyota Dewa dan Sepeda motor Honda dengan produck Sahara karena merk koplo hanya untuk Indonesia. Parmin dan Miciko segera di make up dan berganti kostum ala India. Banyak yang menunggu-nunggu kedatangan Miciko dan Parmin yang merupakan pasangan ideal dielu-elukan. Fotografer membidikkan dengan tepat dan Tamazagi aksinya bukan main membuat hadirin mengikuti jalannya pameran takjub, Tubuh Miciko yang ramping dan indah serta sensual, seksi membuat mata tak berkedip. dan pemesanan mobilpun berlangsung, Miciko menggunakan bahasa Inggris karena banyak yang bertanya, dan selalu mengarah ke pembelian. Sedangkan Parmin pun tak kalah gaya dengan senyum manisnya mengajak anak laki-laki manager hotel untuk bargaya…membonceng dibelakang.banyak sekali yang memesan sepeda motor Sahara disini..wow bukan main ini masih satu malam dan rencana akan ditutup lima hari lagi pameran itu yang membuat pak Sony dan Hambali cerah ceria dengan mengandalkan Parmin dan Miciko karena mereka betul-betul tahu mesin sehingga customer senang dilayaninya

Parmin dan Miciko tampak kecapaian ketika jam 11.00 sudah ditutup pameran hari ini, mereka mau tidur..tapi Pak Sony dan pak Hambali masih nyerocos dan mengajak minum dulu sebelum tidur. Nyonya Arumi Okawa mengawasi terus kesehatan Miciko dan memapahnya untuk tidur. Nyonya Arumi meminta tukang pijid wanita untuk memijit Miciko dan dirinya serta Parmin dan pak Tanaka sampai mereka tertidur.

Parmin bangun dan segera shollat subuh karena diIndia tak terdengar adzan dia mentimer hapenya dengan adzan setempat. Parmin beryoga sebentar dan Pak Tanaka memperhatikan semua kegiatan Parmin diwaktu pagi hari, Parmin menelepon ayah ibunya hanya mengabari kalau dia sudah berada di The Leela Palace New Delhi India dan mengirimkan foto Parmin dan Miciko waktu di Pameran malam tadi. Nona Miciko ternyata juga sudah mandi ia ingin jalan-jalan mengelilingi Hotel bersama Parmin dan sudah mempersiapkan baju olah raga serta sepatu cat pemadu baju dan celana Parmin yang hijau dan cream sedangkan milik Miciko cream dan hijau hanya membalik saja atasan dan bawahan dan sepatunya pun sama kombinasinya, sungguh cantik dan amat menarik, dengan parfum harum yang segar milik Parmin sedang Miciko lembut menyejukkan, Miciko sudah mengatur semua keperluan di India sejak di Jepang Negerinya. Pak Tanaka jadi ikut bangun dan ingin jalan-jalan keliling Hotel The Leela Palace ND, Begitu melihat Parmin pak Tanaka melongo …cakep bangeeeet…ini orang…” Tunggu aku ikut jalan-jalan ” . Tapi pak Tanaka memakai celana pendek dibawah dengkul dan memakai handuk serta topi, begitu melihat Miciko matanya terbelalak dia langsung menelepon Yasimoto dan Tamazagi  untuk mengambil gambar Parmin dan Miciko berjoging, dan menggiring mereka di Gym untuk melakukan gerakan -gerakan yang dilakukan Parmin dan Miciko kabar segera merambah kalau Miciko dan Parmin sedang berjoging dan melakukan fitness serta diikuti seluruh penggemar juga karyawan .

Hotel The Leela Palace begitu ramenya di waktu pagi ini. Banyak kamar yang sudah di booking hari Sabtu dan Minggu bahkan sampai Kamis mereka mengikuti kegiatan Miciko dan Parmin. Baju Olah Raga dan sepatu mereka begitu menarik perhatian, mendadak booming acara Olah Raga paginya Miciko Parmin  dan setasiun Televisi segera meliput acara secara langsung, kesempatan ini dipakai untuk meng shootting film selama 45 menit oleh Tamazagi,  Parmin dan Miciko menari bersama dengan lagunya Nella Karisma berjudul perkawinan Nyi Blorong dan lagu-lagu lainnya. Foto-foto Miciko dan Parmin sudah diambil semua dari iklan busana dan sepatu,  juga  parfumnya ,   sewaktu istirahat Nyonya Arumi memberikan makanan dan minuman terbaru dari produk iklan dan banyak pesanan yang memesan dari merek parfun, pakaian olah raga, sepatu juga makanan dan minumannya. dibantu oleh pengurus hotel minuman dan makanan itu dikeluarkan dan habis manis laris….meskipun harganya mahal, apapun yang di minum ataupun digunakan Parmin dan Miciko selalu diikuti di Negeri Bolywood ini. Iklan yang langsung tanpa dibuat-buat inilah membuktikan perhatian dan keinginan untuk bersama Parmin dan Miciko terus menerus. India begitu demam Parmin dan Miciko.

Pak Rahmat sedang menonton tv bersama Ibu dan kedua putrinya, tiba-tiba televisi Republik Indonesia menyiarkan berita tentang Parmin dan Nona Miciko sebagai kolaborasi antara Jepang dan Indonesia merupakan perpaduan budaya yang amat santun dan bersahaja. Keluarga Pak Rahmat senang sekali dengan kabar itu dan mendadak telepon hape bapak, ibu , juga Reni berdering terus menerus karena ada wawancara Miciko dan Parmin di tayangkan satu menit dan diputar setiap jam sekali. dari kostum pakaian olah raga dan minuman kesehatan.

Jam 09.00 acara selesai dari televisi India meminta Parmin mengisi acara memasak dalam durasi tiga puluh menit, Parmin maupun Miciko tidak menolak karena pak Tanaka sudah mengizinkannya sebagai iklan minyak goreng dan margarin. Selesai shootting Iklan tersebut Parmin diberi cek dari bank BCA demikian juga Miciko. Bisa dicairkan di India dengan mata uang Rupee jika menginginkan, tapi Parmin ingin mencairkan di Indonesia agar mendapatkan rupiah di tabungan BCA nya. ” Lumayan sekali dapet cek 5.000.000 rupee atau setara dengan Rp 1.014.350.000,- dari iklan Minyak goreng dan Margarin. Pakaian memasak Parmin dan Miciko pun ikut di sorot walaupun tak sengaja  tapi pesanan celemek bergambar bunga dan tawon itu sangat menarik pemirsa, sepertinya serba keberuntungan, mereka tenar hanya cuma dengan celemek yang dipakai Parmin dan Miciko. Setelah temu penggemar Parmin dan Miciko diantar lagi ke The Leela Palace Hotel untuk istirahat. Di Hotel Parmin dan Miciko sudah ditunggu untuk makan siang dan istirahat, karena malam nanti ada pengambilan gambar di kamar hotel sweet room yang akan diiklankan keindahannya yang begitu elegent dan terhormat pelayanannya. Parmin tak biasa tidur siang tapi ia bersama Miciko istirahat rebahan di sofa memakai celana pendek  dan kaos yang manis perpaduan warna pink dan biru satin sehingga dipakai dingin, rupanya ada wartawan India yang klayaban di hotel dan sempat mengambil foto Parmin dan Miciko bertatapan mata sambil tersenyum dengan sofa sendiri-sendiri tangan mereka menempel di dagu diatas sandaran tangan sofa sambil tengkurap karena mereka sedang ngobrol dan saling berhadapan. Tamazagi dan Yasimoto pu ikut memotratnya untuk saksi bahwa mereka tidak mesum dan selalu terawasi keamanannya. Wartawan itu diinterogasi oleh pihak hotel dan meminta foto tersebut agar menghapusnya, karena itu termasuk pencurian  modelnya. Ketika dilihat petugas hotel foto itu begitu manisnya, dan amat sopan karena paha dan betis Miciko tertutup bunga yang  berada di depan kamera…sungguh begitu indah, dan petugas hotel meminta kodak itu untuk diperlihatkan ke Pak Tanaka sambil meminta maaf kepada Parmin dan Miciko. Ketika gambar itu ditunjukkan ke Miciko dan Parmin..meskipun foto itu indah dan manis tapi Miciko tidak mau karena termasuk pencurian dan harus menghapusnya.

 

 

Bersambung