Cerbung

PARMIN episode 2 – konsentrasi

August 15, 2018

Jam 23.00 Parmin dan bapak baru nyampai rumah, tapi wajahnya berseri-seri dan tidak lusuh membuat Reni keheranan.

” Sampai malam gini Pak ? Mas ? “.

” Ni bapak  bawain martabak Bang Kohar kesukaan keluarga”.

” Waaah mayar tenan nih bapak, nglegakke ibu ya pak.?”

” Biar ibumu senang tidak kecapekan, hayuuk nduk pingin makan, masih ada nasinya to ?

” Wah bau martabak-e nggandreng, matur nuwun pak ki weteng melu klogat-kloget”seru bu Rahmat keluar dari kamar habis shollat

Malam yang seharusnya mereka lekas tidur untuk istirahat malahan ngobrol dan merencanakan hari esok dengan penuh kebahagiaan.

” Reni jangan lupa besok anak-anak lembur jadi kamu jam 08.00 sudah buka bengkel untuk mengawasi mereka”. pinta Parmin pada adiknya

” Tentu kakakku sayang, yoo kita istirahat Bu, besok pagi tugas dah menanti dan gantian mas Parmin dan bapak istirahat “. Reni mengingatkan semua

” Iya nduk, mereka berdua kelelahan, entar siang ibu nyusul sama bapak ya..?” pinta bu Rahmat

” Ibu di rumah saja , Reni akan ajak Kinanti bersihin bengkel pagi ini , dan makan siang nanti biar diantar mas Parmin Bu itu semua sudah diatur bapak sama mas Parmin Bu, kita turuti saja ya…”.

” Ya baiklah, anak-anak ibu tersayang, ibu akan beristirahat di rumah “.  akhirnya ibu Rahmat menyerah juga demi kesehatan dirinya

Di bengkel sudah menunggu Tarjo dan kawan-kawan, melihat Reni mereka meminta kunci dan segera membuka pintu, satu per satu pelanggan cuci motor datang, Reni dan Kinanti menyapu ruang kerja

” Kak Reni aku seneng sekali diajak kakak ke bengkel, bisa melihat cucian motor, bisa kenal sama mas Jupri, mas Andi dan mas Tarjo mereka semua baik, besok lagi Kinanti mau kalau diajak “.

” Iya, tapi hanya hari Minggu kamu boleh ikut , karena tugas kita belajar, sedangkan kakak sepulang sekolah wajib ke bengkel membantu keuangannya dan mengkontrol catatan petugas cuci dan bengkel motor, seperti kak Parmin dulu hanya bantu bapak yang ringan – ringan tapi sekarang kebalik justru bapak yang bantu mas Parmin karena bapak gak ahli mobil yang ahli mas Parmin”.

” Kinanti kan sudah SMP trus tugas Kinanti apa kak..? tanya Kinanti

” Ya itu sama seperti kak Reni dulu, kalau hari Minggu membersihkan bengkel juga bantu ibu di dapur, dulu kotorannya banyak….karena belum rapi, setelah di perbaiki jadi rapi dan mudah membersihkannya, dulu rumputnya tinggi-tinggi terus di urug tanah oleh bapak dan diberi atap terpal saja buat kerja biar gak kehujanan atau pun kepanasan..terus bapak hanya tambal ban saja. Kamu masih ingat kan dulu kita pernah tinggal di sini , rumah kecil yang sekarang jadi ruangan bapak dan mas Parmin berkonsultasi dan meja depan itu tempat makan makan kita sekarang jadi meja kerja kak Reni sedangkan halaman dipakai untuk tempat tambal ban dan terus sebelahnya dipakai cucian motor yang bekerja mas Parmin dan bapak…karena rupek akhirnya kita pindah ditempat kontrakan sampai sekarang “.

” Iya kak , dikit-dikit Kinanti ingat ketika ibu jatuh tertimpa ban-ban bapak, Kinanti kasihan sama ibu, makanya Kinanti ingin bantu bapak juga seperti Kak Parmin dan Kak Reni “. sedih Kinanti ingat waktu itu

Gara-gara ibu sakit, bapak tidak bekerja karena  gak ada yang menjaga kita..akhirnya bapak dekeluarkan dari kantor, dan bapak usaha tambal ban berhubung pendidikan bapak rendah gak ada yang mau terima bapak kerja dan Mas Parmin yang selalu membantu bapak sampai mas Parmin Lulus STM bapak mulai agak ringan pekerjaannya

Mereka keluarga miskin yang sabar, dan berharap tak lebih, hanya tanah yang diberikan orang tua pada ibu dan bibinya yang sekarang tinggal di Padang ikut suaminya. Sekali pernah datang untuk mengurus sertifikat tanah dan membagi dua yang sekarang buat usaha bengkel,karena belum mampu membangunnya

” Permisi adikku Reni, bagaimana siang ini apakah ada kemajuan, ayoo makan dulu “. tiba-tiba saja Parmin nyelonong mendekati adiknya

” Heem kak Parmin ngagetin..iya ni kak lumayan, Mingguan mereka masih Reni hitung, bentar lagi selesai kak, tinggal membagikan kak ,lo kak bapak mana..?” tanya Reni

” Bapak sama ibu ingin beduaan saja sambil istirahat, dan nitip ini untuk kamu”.

” Apa itu kak ?”.

” Makan dulu nanti  slesai makan baru dibuka”. balas Parmin

” Haaa… Hand Phone …? yeeeee…terima kasih kak, terima kasih bapak” senangnya bukan main Reni dibelikan bapak dan kakaknya sebuah hand phone

” Ingat…ini hasil kerja kamu , dan jangan buat  mainan …ini untuk hubungan kerja kita “. Parmin mengingatkan. dan segera mengsetting  hand phone tersebut

” Siiip kak.”

” Mas Parmin, pak Trisna mau ambil mobil “. kata Tarjo

” Ya sudah jadi… bentar”.Parmin segera menemui pelanggannya, dan bertransaksi penyelesaian pekerjaan nya sambil test stater ” Ok pak Trisna terima kasih semoga selamat sampai tujuan”.

” Sama-sama mas Parmin, saya mereferansikan bengkel mas Parmin di kantor lo mas , maaf tidak bilang mas Parmin.

” Ya pak ,gih mboten napa-napa, suwun lo pak atas referansinya ” ucap Parmin

Mobil sudah melaju ..halus suara mesinnya ,tinggal satu yang belum diambil…semoga besok bisa diambil biar terang lagi ruangannya..dan terisi lagi amiin ”

” Mas sudah jam 16.00 waktunya kita pulang.” kata Reni pada Parmin

” Mas Tarjo pemasukan ditutup, selesaikan yang ada sudah jam 16,00 ” tambah Reni lagi

” Jok, Andi, Jupri selesaikan kita tutup jam 16.00 dan segera gantian ngadep mbak Reni” teriak Parmin,

” Siaaap…” balas mereka hampir bebarengan dan nampak girang semuanya

Mereka bergantian mengambil upah Mingguan yang diberikan Reni, sampai akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing. Parmin mengajak Reni ke toko hand phone untuk mengaplikasikan hapenya

” Mas ini hape yang saya beli tadi tolong diaplikasikan milik adik saya ya ?” kata Parmin

” O iya mas, mari silakan mbak, tolong KTPnya untuk regristasi, mas..mas..KK nya sudah dibawa ?” tanya penjual pada Parmin

” Ini-ini mas sudah saya kopi, ini mas “. Parmin menyerahkan kopian KK selanjutnya penjual tersebut banyak bicara sama Reni

” Kak, Kinan kok gak dibeliin hape ?”tanya Kinanti

” Kamu belum waktunya menggunakan hape Kinan “Parmin mengelus-elus kepala adik bontotnya

” Tapi teman Kinan ada yang bawa kak “.

” Biarkan saja itu urusan mereka yang tidak kita ketahui sayang,oke…?

” Iya kak,gak papa kok Kinan iseng saja, lagian pak guru tidak memperbolehkan membawa hape”.

” Yuk kak hapenya sudah beres, kita pulang.” lanjut Reni

” Kita beli pesanan ibu dulu, ibu minta buah Melon di Java Mall sama Donuts”.

” Asik…ibu… Kinan suka sekali Donuts..dan buah Melon.” Kinanti tepuk tangan dan segera merangkul tangan Parmin” Ayook kak kita ke Java Mall “.

Jelang Maghrib mereka sampai di rumah, bapak dan ibu sudah menunggu

” Pak kita shollat maghrib berjama’ah ya”.pinta ibu Rahmat

” Baiklah kita persiapan shollat maghrib, kalian beberes dulu ya, ayuk bu…”

Semua pada kumpul di ruang makan untuk makan malam bersama, buah melon sudah dikupas dan donuts juga sudah tersaji

” Semua ibu yang masak, dan dibantu bapak , ibu ingin mengenang masa kecil kalian serta bersyukur kalian selalu sehat dan sekarang kalian sudah besar bisa jaga diri dan mandiri, ibu ucapkan kepada bapak yang selalu menjaga ibu serta mengasihi kalian, mari kita makan pak, ayo anak-anak.”

Sungguh suatu karunia bisa makan malam bersama, mereka makan penuh ketenangan sesekali terdengar tawa kecil Kinanti

” Reni besok pagi antar Kinanti daftar ulang kak, mungkin agak siang  sampai bengkel “.

” Iya, kakak ngerti dan kabari kakak ya kalau perlu apa-apa “.

” Iya kak pasti Reni kabari

” Kak….dua Minggu lagi Kinanti masuk sekolah bareng sama Reni, saat ini Kinanti ambil seragam dan segera dijahitkan, waktunya mepet , Reni lambat sampai ke bengkel kak, ” begitu Reni mengabarkan keterlambatannya pada kakaknya

” Ya sudah, yang penting adikmu beresin dulu, biar kakak tenang kerjanya ya..”. demikian pesan Parmin pada adiknya

Keluar masuk sepeda motor juga mobil di bengkel Rahmat, membuat suasana betah bekerja, kadang orang juga bertanya “kok tidak sekalian cucian mobil mas? ” dan selalu dijawab Parmin” sementara ini saja dulu pak,bu “. Tiba-tiba hand phone berdering  ketika Parmin lagi asik memeriksa motor pekerjaan Tarjo, ternyata dari pak Ruslan, yang menanyakan onderdil mobil nya sudah datang apa belum , ” tiga hari lagi pak karbulatornya nyampai sini dan langsung akan saya bawa ke rumah sekalian ac mobilnya pak “. ” Ya bagus kalau begitu, eh iya ini ada pak Wondo mau bicara, ” Hallo Parmin, ini ada kabar baik buat mu, pada bulan Februari tahun depan ada Teknikal meeting dari Jepang yang mengundang Tenaga Muda mengikuti pelatihan selama lima hari di Sekolah kita dan undangannya terbatas, apabila mereka menginginkan akan dididik di Jepang  selama 3 bulan  tolong difikirkan kami sangat perhatian pada kamu Parmin”. begitu inti pembicaraannya.

Parmin termangu memikirkan telpon dari pak Wondo. yang dulu menjabat sebagai BP dan selalu bertatap muka apabila terlambat pembayaran sekolahnya, melihat situasi ini pak Rahmat mendekati dan menanyakan apakah ada masalah mobilnya pak Ruslan..? Parmin hanya tersenyum sambil memeluk bapaknya ” Bapak sehat selalu ya..? ” Pak Rahmat sedikit heran anaknya tidak berkata apa-apa, selanjutnya menerima order dari kantor pak Trisno di perhubungan

” Mas Parmin, perkenalkan saya pak Bayu, utusan pak Trisna dari Perhubungan, ini mohon dibaca surat dari kantor” sambil menyerahkan surat tersebut pak Bayu dipersilakan duduk. Parmin membacanya , segera dipanggil pak Rahmat untuk menperkenalkan  pak Bayu. ” Pak Bayu saya telpon dulu pak Trisna ya..maaf” Parmin segera telpon pak Trisna dan mengatakan kalau bengkelnya kurang besar untuk menerima lima bus sekaligus untuk diperbaiki, dan cuma satu persatu yang bisa diterima apabila disetujui akan saya perbaiki mulai hari ini bisa saya terima pak, “. Pak Rahmat manggut-manggut dan membaca surat itu sambil mendengarkan Parmin bernegosiasi, demikian juga pak Bayu mendengarkan telpon Parmin sabil mengamati bengkel Rahmat dan persiapan peralatan yang dipajang di etalase sesekali melirik bengkel motor dan cucian motor dalam hatinya mengatakan” hanya lima orang pekerja disini tapi beres melakukan pekerjaannya dan saling bantu ” Bukan main Hebatnya anak muda ini ” waktunya terisi padat

” Baik pak Trisna saya setuju dan bisa terkirim hari ini satu dulu sebagai observasi dan terima kasih perhatiannya wassalamuAllaikum ”

Pak Bayu lega mendengarkan Parmin berbicara dan akan mempersiapkan bus mana dulu yang akan diperbaiki ,dan segera pamit pulang untuk mengantar bus nya.

Pak Rahmat dan Parmin membicarakan kontrak perbaikan Bus angkutan umum dari Perhubungan dan mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan pekerjaan

” Tarjo coba sini, nanti ada bus masuk dan dan kamu arahin ke tempat paling pojok suruh Jupri membersihkan dulu “.

” Gih pak siap .” segera Tarjo mengomando Jupri melanjutkan perintah pak Rahmat

” Mas Andi, saya ke Bengkel mobil bentar ” pamit Jupri pada Andi

” OK , tak bantu cucianmu “jawab Andi santai”

Klakson motor Reni masuk bersama ibu dan bawaan makan siang, pak Rahmat menghampiri anaknya, ” Kamu sudah ditunggu kakakmu, tumben lambat pulangnya nduk,”

” Iya pak tadi ada rapat OSIS, tapi Reni dah ngabari Mas Parmin kok pak “. Reni menjelaskan

” OO ya sudah nduk…,Bu perut ku dah luwe….ayuk bapak bantu” Bu Rahmat memberikan jinjingannya dan langsung persiapan di ruang makan

” Tadi ibu coba hubungi bapak tapi gak diangkat, pikir ibu makanan dah siap tinggal ambil..eh kok malah Reni yang jemput ?”

” Tadi masih pada sibuk, jadi maaf ya bu, barusan terasa laper ibu datang, mantap dah”. rayu pak Rahmat membuat ibu kemayu..he..he…

” Pak, Kinanti nanti yang jemput siapa ?” tanya ibu pada pak Rahmat

” Kinanti nanti jatahnya Tarjo yang Jemput Bu, habis makan nanti “.

Sementara itu Parmin sedang menjelaskan tentang kontrak Bus dan menyimpannya di tembat yang aman. ” Makan dulu yok kak, dah laper nih” ajak Reni

” Baiklah kita makan dulu, baru dilanjut ya adikku yang pintar”.

” Tarjo..habis ini gantian..ayuk makan ” seru Parmin

” Monggo mas duluan.” jawab Tarjo sambil utak -utik motor

 

 

Bersambung…..