Cerbung

PARMIN episode 19 – KEIKO SIAPAKAH KAMU..?

October 22, 2018

Ternyata Tiem Mumbai berangkat lebih awal seminggu karena Pak Sony berangkat pagi ini dan tugasnya sementara digantikan oleh pak Edward wakilnya, dia sudah tahu  Parmin  Tamazagi juga akan menyusulnpak Sony saat ini mereka mengantar sampai bandara Ahmad Yani , Pak Sony akan  bertemu pak Hambali dan Crew nanti sore , dan akan dijemput pak Mamat  langsung ke ruang meeting di Novotel sekalian  persiapan keberangkatan ke Mumbai  jam 05.00 semua crew juga sudah tiba di hotel  tinggal nunggu pak Sony saja.

Selesai mengantar pak Sony Parmin langsung pulang ke Bengkel, Parmin ingin melihat bangunan terbaru yang sudah jadi 95% Nona Miciko mengajari Reni Logistik untuk perkantoran juga pengawasan keuangannya. Reni senang sekali dan minta diajarin yang lainnya.

Parmin sudah sampai bengkel Nona Miciko menghampirinya dan mengajak makan, Parmin heran gak biasanya Miciko mengajak makan siang jam segini…ternyata Miciko belajar masak sup ala Indonesia, dia senang sekali karena diajari Ibu Rahmat membuat tumis kangkung juga. Dan Parmin ingin mengincipin masakan miciko ” Hmmm…baunya sedep …pasti yang masak cantik niiihhh…”

Miciko hatinya berbunga-bunga melihat Parmin makan masakannya dan nambah lagi, ” My love, jangan banyak-banyak ntar gendut nanti….”

” Habis enak sekali masakan kamu sayang…….itu tuh tumis kangkungnya enak sekali ada udangnya, jamurnya , bawang bombay dan paprika hijaunya banyak jadi harum, terima kasih Keiko sayang ” Keiko memeluk Parmin dari belakang. Hari ini Keiko merasa amat puas bisa ajarin Reni, juga bisa masak tumis khas Indonesia yang lezat. ” Keiko besok pagi jam 10.00 kita akan menghadiri pertemuan reoni angkatan 25 SMK-3 yang dulu STM I -III Semarang  kamu temenin aku ya…?”

” Tentu..semakin banyak kegiatan kamu semakin tahu aku akan kepandaian kamu my love..” Parmin lega Miciko tidah menolak keinginannya. Bapak memanggil Parmin minta tolong dicek bangunan baru dan apa saja kekurangannya.” Oke pak segera berangkat” Parmin dan Miciko mengecek bangunan baru lantai 2 dan meminta pak Santo menemaninya, sekalian audit seluruh biaya pengeluarannya.Ternyata pekerjaan pak Santo tinggal kamar mandi saja kurang kaca untuk ruang cuci tangan  dan toilet besarnya.  ” Kira-kira besok bisa jadi gak pak..? ” tanya Parmin

” Bisa mas, kaca sudah dipesankan  dan dan tinggal kirim ke sini sore ini.”

” Bagus pak saya berharap sekali sebelum ke India bangunan ini sudah 100%  dan tinggal sukuran sama SMK -3 saya pak Santo ”

” Oh..gih…gih…pasti bisa pak insyaAllah.”

” Pak Santo hadir lo kalau pas sukuran ”

” Tentu pak saya sangat senang sekali..pasti datang..”

” Berarti saya bisa ambil uang sekarang di mbak Reni ya Mas ?”

” Ya ..silakan pak sudah di siapkan sama Reni ” Pak Santo segera turun menuju ke Keuangan dan Logistik dan bertemu dengan  pak Rohani yang  datang untuk menyambung telepon keduanya bersalaman  dan pak Rahmat  juga mengundang sukuran kalau sudah saatnya, pak Rohani senang sekali dan mengatakan akan menghadiri sukuran tersebut.

Pagi ini Miciko mengikuti Parmin dalam acara reoni angkatan 25 dengan kepanitiaannya : Tanto, Herman , Adit , Firman dan Desi dengan sponsor Parmin. beserta akomodasinya dan acara ini akan dapat dilihat di you tube jadi nanti silakan mengkopy sendiri apabila menginginkannya sedangkan DVD yang asli akan diberikan kepada Mas Parmin sponsor ship. Penuh yang hadir di acara reoni yang berada di Umbul Sido Mukti Ungaran, Miciko senang sekali melihat pemandangan hijau disini  dan pak Wondo, pak Ruslan serta Bu Retno  diundang ketemu dengan Parmin mereka datang bersama pasangannya juga anak-anak jika sudah memiliki anak termasuk bu Retno datang dengan calonnya  dan Desi dengan suami dan anaknya. Seru sekali acaranya ada lomba joget dangdut..memancing  dan juga karaoke. Ketika lomba joget dimulai lagunya Nila Karisma dengan judul Perkawinan Nyi Blorong Miciko meminta Parmin berjoget dengannya.”.haduuuhh… calon istriku ternyata bener-bener gila dengan lagu ini…dan meminta dibelikan DVD nya juga..” mengetahui keinginan Miciko Panitia langsung membelikan sebagai ucapan terima kasih. Pak Wondo menanyakan gedung untuk praktek kerja dan Parmin meminta nanti mampir ke Bengkel Rahmat untuk melihat-lihat dan segera mengisi keperluan siswa didik. Acara ini selesai pukul 17.00 tapi mereka belum meninggalkan lokasi dan malah berfotoria rame-rame. dengan Parmin dan Nona Miciko. Kelihatannya Miciko sudah capek dan Parmin mohon diri diikuti pak Wondo, pak Ruslan  dan Bu Retno menuju Bengkel Rahmat. Sampai di bengkel sudah ditunggu Jupri, Tarjo , Andi dan Kabul mereka masih lembur, Bapak, Ibu dan Reni serta Kinanti ikut menunggu kakaknya berdua. Guru-guru tersbut sedang melihat-lihat gedung lantai dua. ” Waahhh ini hebat sekali Par..anak-anak akan betah mengikuti praktek kerja, lengkap sekali ”

” Sukur..Alhamdulillah pak, Buk menyukainya tinggal meja kursinya segera di isi serta papan tulisnya  dipasang karena disini juga saya sediain proyektor untuk bahan presentasi.” Miciko menjelaskan peralatan dan penggunaannya serba digital. Pak Ruslan terkagum-kagum dengan penjelasan Nona Miciko.

” Oke Par besok Senin saya akan ke sini pagi-pagi dan membahas kontrak dan yang lainnya, selanjutnya kita sukuran, Nona Miciko terima kasih sudah menjelaskan peralatannya yang serba modern, maaf saya mohon pamit sudah malem. ” Parmin memahami dan selanjutnya mereka sama-sama keluar pulang ke rumah masing-masing. Parmin tanya sama Miciko ” Sayaaang besok kan hari Minggu kamu ada acara apa untuk besok, ?”

” Aku ingin memasak sama ibu, dan berbelanja dianterin ya  my love….?” Nona Miciko merayu Parmin

” Oke…akan aku antar Ratu ku berbelanja…” jawab Parmin sambil setir arah pulang, bapak dan ibu tersenyum mendengar rayuan Miciko. Mereka sudah sampai rumah dan Miciko membawa ikan Gurami bakar  dan goreng oleh-oleh dari Umbul Sidomukti Ungaran, Wajahnya begitu berseri-seri menandakan kebahagiaan yang terjadi barusan.

Parmin mengajak Nona Miciko untuk shollat berjamaah, ” Shollatlah…ikuti gerakannya kalau kamu tidak tahu…tunduklah kamu pada Tuhanmu,..Tuhan yang memberimu hidup, memberimu kesehatan, memberimu kebahagiaan dan memberimu segala-galanya  kita harus mensyukuriNya ” Parmin mengajari untuk berwudhu dan Reni memberikan mukena juga mengajari cara memakainya. Kinanti yang biasanya disamping ibu kini pindah memilih disamping Nona Micik0 ,  mereka shollat maghrib berjamaah. Malam Minggu mereka pada ngumpul diruang keluarga Reni  dan Kinanti memberikan hasil Laporan kemajuan Sekolahnya atau Raport kepada kakaknya Parmin. ” Wow..bagus Ren, ternyata nilaimu tak mengecewakan dan Nona Miciko ikut melihatnya memberi nilai jempol, rapor itu di berikan bapaknya dan Kinanti gantian yang dinilai kakaknya:” Wow Super sekali bahasa Inggris kamu, Miciko langsung ngomong menggunakan bahasa Inggris pada Kinanti dan Kinanti dapat menjawabnya tanpa ragu keluar perkataannya dengan lancar” Very good Kinanti I will you surprice” Nona Miciko mengambil tas oleh-oleh yang belum dibagikan kemarin, satu box untuk Kinanti satu box untuk Reni, dan untuk Ibu dan bapak masing-masing satu box, ini untuk Keiko dan ini untuk kak Parmin…mari kita buka bersama..Ternyata berisi gelang Giok untuk Kinanti dan Reni lengkap bersama antingnya dan kalungnya, untuk bapak ada hiasan naganya di kalung dan gelangnya seperti milik Parmin , milik ibu ada sepasang Giwang  dan kalungnya , sama seperti milik Miciko .

” Ibu.. bapak..Reni dan Kinanti kalian adalah orang dekat saya….terutama kak Parmin mulai hari ini panggil saya Keiko seperti ibu saya memanggilku, panggilan itu hanya untuk orang dekat saja termasuk keluarga.” Tiba-tiba Miciko meneteskan air mata, apakah keluarga ini menerima saya ?”

” Keiko, apapun tentang kamu…kalau boleh bapak meminta ceritakanlah sejelasnya bapak, ibu dan terutama kak Parmin serta adik-adiknya.”

” Berbahaya saya menceritakan semuanya ..karena beresiko dengan latar belakang saya, yang jelas Keiko memiliki ayah dari keluarga kerajaan dan ibu hanyalah rakyat biasa terpaksa ibu harus di kucilkan dari lingkungan kerajaan tapi karena ibu hamil maka keluarga memberikan ampunan untuk Keiko dengan syarat Keiko menurut semua aturan kerajaan, Ibu dititipkan ke keluarga Tamazagi rakyat biasa dan seluruh kehidupan ibu diawasi, ini yang membuat ibu tertekan karena rindu dengan ayah ..sampai ibu meninggal dunia…dan tiga bulan kemudian ayah menyusulnya , saat itu Keiko masih berumur lima tahun sudah yatim piatu…ayah Tamazagi patuh dengan aturan kerajaan sehingga mayat ibu dipindahkan ke makam kerajaan berdampingan dengan ayah, dan hanya Keiko saja yang boleh masuk kerajaan keluarga Tamazagi hanya mengantar saja tak boleh masuk. Tolong rahasiakan keadaan saya yang sebenarnya dengan siapapun.”  Miciko menangis menyandarkan ke lengan Parmin, karena tak tega Parmin  memeluk kekasihnya dan meminta maaf untuk pertanyaan bapak, dan pak Rahmatpun tak menyangka akan seperti ini kejadiannya.

” Keiko…bapak minta maaf.., tapi memang harus seperti ini jalan hidupmu dan kami sekeluarga menerima kamu dengan apapun keadaanmu Keiko ” pak Rahmat sambil meneteskan air mata dan segera memeluk Miciko. ” Terus dengan siapa bapak akan melamarkan Parmin..untukmu…?”

” Keiko sudah menceritakan semuanya pada keluarga kerajaan makanya pemberian giok ini dari kerajaan sebagai simbolis dan harus tepat waktunya, dan giok ini harus disimpan rapat-rapat hanya dipakai pada waktu-waktu tertentu pada acara kerajaan.

Bersambung….