Ibu meminta pendapat Reni tentang makanan untuk sukuran pembelian rumah di Peterongan sari

” Dipesankan saja makanan dos dosan di Rahayu Katering bu.. , nanti Reni yang ketik acara dan habis Isyak sukurannya kira-kira berapa orang warga kampung ? dan karyawan kita serta orang luar berapa dos bu..?” saran Reni pada ibunya

” Orang kampung ada 27 kk, karyawan 4 orang, pihak luar 4 orang jadi ada 35 dos dipesankan 40 dos, roti wonder juga 40 dos yang dimakan di piringan nasi dan sup , ayam goreng, buah dan kerupuk minumnya aqua gelas sudah cukup gitu saja bu, yang mbantu mboke Kabul dikasih dos dan uang lembur. kalau ibu setuju nanti Reni segera ke Rahayu Katering membayar DP atau kita lunasi sekalian mumpung masih jam 14.00 bu, kalau untuk nanti malem masih bisa. ”

” Yo wis nduk pesenke sisan 50 dos mosok pak gurune ora dikabari kok tegel men, la Jemaah masjid mosok ra diundang ? ” Bu Rahmat mulai menghitung

” Ya sudah..jemaah masjid kan banyak orang kampung ya ditambahin10 lagi jadi pesen 50 dos gitu ya buk..?”

” Laaah gitu mantab, jadi rotinya ya 50 dos Ren, wis gitu saja sop dan ayam goreng belikan sekalian biar di goreng mboke Kabul”

” Gih bu Reni budal, ibu jaga kasir gih ? oya uangnya mana bu..?”

” Ini sudah ibu siapkan.”

Reni meminta Tarjo mengantarkan ke Rahayu Katering dan memfoto isi  dalam dosnya, serta membeli roti , ayam matang tinggal goreng dan sudah dipotong=potong , sayur sop yang sudah dipisahin tingal manasin , beli buah pisang dan anggur, aqua gelas, Reni hampir lupa membeli Martabak Telur Bang Kohar sebagai teman sop daging sapinya , serta tissu. kelihatannya sudah cukup Reni segera pulang ke bengkel. Parmin ternyata baru saja pulang dari kantor dan ikut mindahin belanjaan ke mobilnya. Pak Rahmat sudah menghubungi pak RT dan  Jamaah masjid, mereka siap habis isyak  datang di sukurannya keluarga pak Rahmat.

” Bu nanti Rahayu Katering akan mengirim makanan jam 18.00 paling lambat , jadi nanti jam lima harus diingatkan  soalnya Reni mau belajar dulu dan ini print ucapan syukuran sudah Reni copy sebanyak 50 lembar..okey buk Reni belajar dulu ”

” Ya nduk, matur nuwun anakku wedok sing ayu dewe “ibu menyanjung anak perempuannya yang membatu pengadaan tasyakuran, dia amat berteima kasih sekali.

Pak Yudi dari bagian distribusi mengirimkan wa Parmin, dan segera ditanggapi juga memberikan nomor telepon kantor untuk di konfirmasi, sepertinya sudah valid dan vix data perusahaan Bengkel Rahmat, pak Yudi menelepone Bengkel Rahmat dan diangkat Tarjo yang paling dekat dengan telpon saat ini, Pak Yudi ingin mengkonfirmasi  data perusahaan secara pasti dan ingin bicara dengan bagian logistik, telepon segera diberikan kepada Reni selanjutnya pak Yudi menanyakan “kira-kira keperluan apa saja yang diperlukan saat ini”. dan dijawab Reni:

” Maaf pak, ini bapak dari mana ?”

” OOh maaf..maaf…saya pak Yudi kepala distribusi pusat Jakarta”

” Maaf …pak ..Yudi..data untuk keperluan  sampai bulan ini sudah kami catat, dan apakah seperti biasanya kami kirim lewat email..?”

” Maaf..maaf mbak Reni.saya hanya konfirmasi  saja tentang majemen kantor ini dan ternyata memuaskan pelayanannya.Ok…selamat mbak Reni kami menerima kerja sama dengan Bengkel Rahmat dengan direktur pak Parmin dan komisaris bapak Rahmat sendiri, keuangan  Ibu Rahmat dan logistik mbak Reni saya kira ini cukup. Tolong sampaikan pada pak Parmin kalau pak Yudi barusan menelepon dan menyetujui kerja samanya..oke..selamat ya..”

” Pak Yudi mengirimkan WA ke Parmin yang isinya sangat setuju bekerja sama dengan Anda ” Parmin tersenyum dan membalas ” Terima kasih pak Yudi sudah mempercayai kami ”

Reni mengabarkan berita baik ini kepada kakaknya Parmin, juga bapak dan ibunya, Reni hampir menangis menyampaikannya karena saking gembiranya.

“Kakakkk…bapaaak …ibuuuk….” Reni berteriak kencang. membuat kaget..semua orang..

” Ada apa nduuukkk…?” ibu amat kaget dengan teiakan Reni .

” Reni..Reni…minum dulu ni milik kakak…tarik nafas..lepaskan…” Parmin menenangkan perasaan Reni

Reni memulai membuka suara ” Kak tadi pak Yudi telpon Reni dan menanyakan ini itu…Reni takut..tapi ternyata Pak Yudi hanya konfirmasi, dan menyetujui kerjasamanya”

semua mengucap syukur ” Alhamdulillah ” Walaupun sebenarnya Parmin sudah diberitahu, tapi Parmin merasa sangat berterima kasih pada Reni atas kejujurannya dan tegas memberikan wawasan walaupun dia masih uts tapi tetap konsisten dalam bekerja. Bengkel segera ditutup Tarjo Andi, Jupri dan Kabul ikut lembur membantu Tasyakuran di rumah pak Rahmat. Reni menelepon Rahayu Katering menanyakan nasi dos nya, dan dijawab sudah dalam perjalanan,  Reni lega dan langsung menuju rumah. Sampai dirumah Kinanti sudah menata dos-dos tersebut, Roti juga sudah dimasukkan ke plastik. Rani dan semuanya membantu menurunkan keperluan Tasyakuran, mbok Kabul menggoreng ayamnya dan sebagian pada shollat maghrib bergantian.

Tasyakuran itu berjalan lancar dan dihadiri Jamaah dan warga kampung, pak Sony , Tamazagi dan pak Trisna datang. Pak Rohani hadir dan pak Wondo bareng sama pak Ruslan, pak Kepala Sekolah bareng sama bu Retno. Tarjo dan Andik barusan pulang disusul Jupri dan yang terakhir masih bersama Parmin adalah Tamazagi dan sepertinya pingin nginep dia, karena tadi nunut sama pak Sony, Parmin mengajak Tamazagi masuk ,  Kabul dan ibunya pulang bersama setelah bersih -bersih.

” Parmin , saya dengar kemarin sakit ya..? Tamazagi ngobrol sebelum tidur

” Aku hanya kecapekan saja….” jawab Parmin

” Aku kira kamu kangen sama Miciko..”

” Ya kangen juga siihhh…”

” Kemarin mister Tanaka menelepon aku, agar aku ikut ke India dan di Agendakan seminggu, aku belum bisa jawab…dia butuh bidikan saya dan efek camera, sedangkan crew piawai di editing..bantu aku  biar bisa ikut brow…?! ”

” Apakah kamu belum bicara sama pak  Sony..?”

” Gak berani aku….”

” Okey…moga-moga besok ada jawaban ”

” Yess…! kau memang sahabatku terbaik ” Tamazagi menggenggam erat tangan Parmin, keduanya tertidur kelelahan.

Bangunan ruang baru sudah selesai tinggal finishing saja, pak Rohani sudah dihubungi pak Rahmat, dia sudah datang bersama anak buahnya dan menarik kabel telepon untuk lantai satu dan dua. Pak rahmat memesan Reni agar administrasi untuk pak Rohani diselesaikan  katanya hari ini selesai . Reni menyanggupinya . Pak Rohani dan pak Rahmat sedang makan siang Reni mendekat dan menanyakan pada pak Rahmat : ” Bapak maaf, kwitansi untuk pak Rohani sebesar berapa ya..ini kok belum masuk” yang jawab malah pak Rohani:” Sebentar mbak ini hari cek telpon dulu , ada kendala apa tidak, nanti akan saya berikan bapak agar di acc baru saya serahkan ke mbak Reni”

” O ngaten..gih pak…” sahut Reni. Reni gak enak menagih secara langsung kepada pak Rohani khawatir dibilang tidak sopan makanya dia meminta pada pak Rahmat.Pak  Santo memberikan bon-bon pengeluaran material untuk dapat diuangkan, bon-bon itu minta di acc kan ke Reni baru di berikan pak Rahmat, karena ini bukan pengeluaran bengkel..tapi pengeluaran untuk pribadi.

Di kantor Parmin mendapat telepon dari Mr Tanaka yang mengharap Tamazagi agar ikut, karena bidikan dan effect yang tepat dengan cuaca yang kontras, dan sebagai sahabat Tamazagi tentu tak ingin kalau Tamazagi kecewa,

dan Parmin menjawab : ” Coba saya hubungi pak Hambali dulu nanti kalau pak Hambali okey akan saya hubungi secepatnya Mr Tanaka.

” Baik..saya tunggu secepatnya kabar dari mu mas Parmin ”

Parmin menghubungi pak Hambali, ” Iya hallo mas Parmin bagaimana kabar ?”

” Baik pak, barusan Mr Tanaka telpon saya kalau sangat membutuhkan bantuan Tamazagi untuk bidikan kameranya dan effectnya, bagaimana pak ? dia handal pak !! karena sebentar lagi beliaunya akan ke Indonesia untuk bertolak ke New Delhi selama empat sampai seminggu untuk pengambilan foto dan video, kalau boleh saya sarankan  bagaiman kalau kita bareng sekalian ambil fotonya sedangkan kendaraannya kita bawa untuk promosi di India sekalian bagaimana..?”

” Ide yang baik sekali mas Parmin.. okey saya setuju untuk kerjasamanya”

” Baik pak Hambali, biar Mr Tanaka nanti yang menghubungi bapak, demikian pak Terima kasih”

” Iya mas sama-sama saya tunggu telponnya Mr Tanaka” pak Hambali senang sekali sebentar lagi dia akan melihat baliho dengan merk motor dan mobil terbaru gak cuma di Indonesia tapi juga di India sebagai pesaing.

Parmin menyampaikan idenya tadi kepada Mr Tanaka dan beliaunya menyetujui secepatnya Mr Tanaka  menelepon pak Hambali. Tamazagi yang sedari tadi mata  dan telinganya menuju Parmin menjadi Histeris meloncat-loncat, mencium Parmin. Pak Hambali menelepon pak Sony agar Tamazagi mempersiapkan diri ke India sebagai fotografernya Astra dua minggu lagi berangkatnya.

Pak Sony memanggil Tamazagi ke ruangannya beserta Parmin. Mereka berdua buru-buru menghadap, sesampai diruangan masih menunggu pak Sony karena mendapat telpon dari kantor pusat Jakarta. Pak Sony keluar dan langsung menemui keduanya:” Hallo…waahh kalian ini memang benar-benar sahabat sejati, kalian akan berangkat ke India dua minggu lagi semua akomodasi diurus kantor pusat, semoga kalian pembawa rezekiku tahun ini dan tahun mendatang. Tolong Paspor dan visa kalian disiapkan, kalian tinggal berangkat saja bekal sudah diurus kantor pusat, pak Tamazagi asistennya di beri wacana selama berada di India, beban dan tanggung jawab berikan kepadanya dan mobilmu bisa dipinjamkan satu minggu berarti kunci diserahkan saat berangkat okey……selamat bekerja kembali dan lebih giat lagi” Miciko menelepon Parmin kalau dia besok berangkat ke Indonesia, Aku menginap di rumah kamu saja my love….tidur sama Reni jadi tak usah kemana-mana” Parmin gembira sekali mendengar keberangkatan Miciko besok pagi bareng sama Mr Tanaka. Parmin menelepon bengkel Rahmat dan yang angkat ibunya.

” Hallo selamat siang Bengkel Rahmat di sini”

” Selamat siang ibuku yang paliiiing aku sayangi”

” Parmin ngagetin saja kamu lee…?!.”

” Buk…Reni sudah sampai bengkel..?”

” Belum…paling sebentar lagi…ada apa..?”

” Miciko mau ke Semarang besok malam dah nginap sini loo Buk…”

” Alhamdulillah….iya nanti akan ibu kabari Reni…” suara ibu begitu ceria dan senang sekali kelihatannya.

 

Bersambung…..