Cerbung

PARMIN episode 12 – model Astra

September 22, 2018

Pagi itu Heru sopir dari Astra sudah menjemput, dan Parmin segera pamit pada orang tuanya karena segera menjemput pak Sony. Sampai di rumah pak Sony, gantian Parmin yang bawa mobilnya ke bandara, Pak Sony keluar didampingi istri dan anaknya .

” Wow..kamu yang bawa mobilnya mas Parmin, …” kata pak Sony ketika masuk mobil

” Ganteng jadi sopirku…ha..ha..ha..bergurau saja mas…” lanjut pak Sony

” Gak apa..enjoy saja pak brow .” sahut Parmin. Pak Heru senyum-senyum saja melihat ketampanan mas Parmin yang tidak membosankan

Jam 08.45 pesawat sudah take off, sampai di bandara Soekarno Hatta sudah dijemput pak Mamat.

” Selamat datang di Jakarta pak Sony, dan mas…..? pak Mamat memperkenalkan  pada Parmin.

” Saya Parmin pak Mamat, ” Parmin langsung menjabat tangan pak Mamat.

” Mas Parmin ganteng sekali…jadi pingin muda lagi nih..he..he…” gurauan pak Mamat

” Iya…memeng ganteng..siapa dulu yang bawa…kan yang bawa orang ganteng juga…ha..ha…ha..” pak Sony nimpahin pembicaraan sehingga pagi itu membuat happy semua yang di dalam mobil. Sampai kantor pusat Pak Hambali sudah menunggu kehadiran pak Sony dan Parmin. ” Bagaimana kabarnya pak Sony…waaahh..makin maju pendapatan Semarang, jadi ini mas Parmin yang bapak ceritakan itu…pantas..ayo ke ruangan saya…” pak Hambali berkenalan dengan Parmin dan menuju lantai 7 di ruangan pak Hambali., dalam lift Pak Hambali banyak tanya pada Parmin, terutama Baliho iklan Seiko …tepat sekali sasarannya yang di Pajang di Haneda Airport begitu menakjubkan foto itu membuat iri yang melihatnya dan Ia merencanakan untuk membuat Baliho di Gerbang tol Cikarang kalau bisa sama miss…siapa nama pasangan mu…?”

” Nona Miciko pak ” sambung Parmin

” Iya Nona Miciko, cantik sekali,..senyuman kamu dan nona Miciko sangat ideal banget..coba kamu buka di you tube ” senyuman terindah ” disitu mas Parmin viral dengan nona Miciko, makanya waktu pak Sony memberikan masukan,  ini sungguh membuat darah saya menjadi hangat lagi…ha..ha..ha…. ayo masuk sudah sampai di depan ruangan saya…monggo pak Sony , mas Parmin.”  Ketika Parmin hendak duduk hape berbunyi dari nomor tak dikenal ” siapa ya,,?  tapi ini kodenya dari Jepang” Parmin menjawabnya dalam bahasa Jepang, ” Hallo…. iya ini saya Parmin..Ohh..Mister Tanaka dari Seiko…apakabar pak Tanaka ?” Pak Tanaka mengingatkan satu bulan lagi yaitu bulan Agustus awal akan ke Indonesia dilanjut ke India mohon, Parmin cek rekening BCA sudah terkirim 1.800 yen sisanya selesai pengambilan foto dan film, nanti kurang dua minggu akan saya kabari sampai kurang satu minggu, karena untuk mengkondisikan asuransi kesehatan Parmin. ” O iya mas Parmin besok kita kerja sama merk sepatu, tas,kosmetika, produk makanan dan minuman, juga hotel tempat menginap”

” Mr Tanaka bagaimana kalau saya kontrak dengan otomotif kantor saya, apakah merusak hubungan kerja”  Parmin bertanya  ” Itu gak masalah selagi tidak bekerja sama dengan produk iklan sejenis, okey mas Parmin Good Luck.”

Parmin lega dengan penjelasan Mr Tanaka, dan Pak Hambali juga pak Sony mendengarkan pembicaraannya.

” Maaf pak, tadi ada telpon cukup lama, jadi mengganggu pembicaraan kita.” Parmin meminta maaf karena pak Hambali menunggu agak lama.

” Gak apa mas Parmin, itu Mr Tanaka dari perusahaan mana?”tanya pak Hambali.

” Dari Perusahaan jam tangan Seiko ” jawab Parmin

” Good… bisa tambah wawasan saya nanti, oya mas Parmin kebetulan nih, tolong hubungi Mr Tanaka izinkan saya bicara dengan beliau sehubungan dengan foto-foto yang akan kita ambil  ” pinta pak Hambali

” Iya pak, akan saya hubungkan dengan Mr Tanaka.”

” Maaf Mr Tanaka, ini ada pimpinan saya dari Astra yang ingin berkenalan dengan bapak” Parmin memakai bahasa Indonesia

Pak Hambali segera mengutarakan tentang foto yang ada di Baliho Haneda Airport siapa yang memfotonya, dan di jawab crew kami dan Tamazagi  pak Hambali meminta nomor hape pak Tanaka kalau diperkenankan apakah boleh..?  boleh silakan minta nomor sama mas parmin saja…maaf pak saya masih sibuk nanti bisa disambung lagi. pembicaraan berakhir dan hape diberikan ke Parmin. ” Sibuk sekali Mr. Tanaka ya…” pak Hambali agak kecewa karena masih ada yang perlu di bicarakan, “tapi gak apa besok-besok akan saya hubungi lagi ” Mereka akhirnya membicarakan kontrak modeling dan Parmin gak ada masalah karena Astra yang membesarkan namanya dan Bengkel Rahmat merupakan pelanggan suku cadang yang aktive rencana akan melakukan kerja sama dengan bagian distribusi untuk membuka cabang di Bengkel Rahmat sebagai distributor .”Kita makan sambil ngobrol di restoran ya, di lantai 4 mereka menuju restoran di lantai 4 karena perut pak Hambali sudah minta diisi.

Sementara itu di bengkel Rahmat, kedatangan teman-teman Parmin seangkatan yang mengajak reonian sudah diterima Reni, waktu sudah ditentukan Reni hari Sabtu tapi jamnya belum bisa ditentukan dan perubahan sewaktu-waktu bisa terjadi karena belum ketemuan dengan Parmin, ” Oh ya kak diisi dulu buku tamunya, kira-kira siapa nanti yang akan dihubungi, lima orang pada menulis di buku tamu serta telpon masing-masing disertakan, ” Oke mbak Reni , saya tunggu telpon nya mas Parmin” Reni mengucapkan terima kasih atas kedatangannya dan meyakinkan jadi pelanggan tetap Bengkel Rahmat. Di SMK-3 guru-guru pada gaduh, bagaimana tidak video SMK-3  pada sessie Temu kangen siswa berprestasi jadi viral dengan ikon Parmin…ini meningkatkan pendapatan sekolah.

” Kita harus telpon Parmin” begitu seru pak Wondo kegirangan …tapi sayang hape Parmin sibuk. ” Kita kasih pesan email saja nanti Parmin pasti telpon kita. Begitu sangat meyakinkan pak Wondo dan pak Ruslan menggebu-gebu termasuk bu Retno, Ingin ngobrol sama Parmin Ganteng.

Parmin membaca email dan You tube SMK-3 Parmin tersenyum dan pak Sony jadi ingin melihat mereka senang menyaksikannya dan mencoba buka you tube sendiri sendiri ” Sekolah kamu hebat ya mas Parmin”

” Iya Pak Hambali, guru-gurunyapun care sama siswanya , membuat betah dan ingin bermain kesana” masuk email lagi di hape Parmin memberitahukan siswa-siswa seangkatan minta ketemuan, waktu hari Sabtu jam menunggu kakak telpon dulu data ada di bengkel nama-nama: Tanto, Herman, Adit, Firman, dan Desi minta dihubungi demikian kak, love U , Big Huge ,Bell Balik.

” Ha..ha..ha… Sabtu yang sibuk mas brow…” teriak pak Sony

” Gak papa asal jangan hari Minggu sajapak brow ” Parmin menangkisnya.

” Malam nanti pak Sony tidur di Novotel saja sudah saya bookingkan, saya dan keluarga akan ke Novotel biar bisa ngobrol banyak dan tidak meninggalkan keluarga besok pagi kita ambil sample foto di Monas, sorenya pak Sony bisa pulang dan tolong kabari Tamazagi untuk gabung dipemotretan  sambil menunggu kabar dari Mr Tanaka  dan tetap bekerja seperti biasa. Tiba-tiba Silvia sekretaris pak Hambali datang menyerahkan scedule pemotretan untuk besok pagi padahal Silvia hanya ingin foto saja dengan Parmin dan beraktion, pak Hambali menyadari dan mau memfotokan dengan adegan Parmin menyuapi Silvia…ada-ada saja orang ini…sudah punya pacar masih saja pingin yang lain( guman pak Hambali) “Ayok kita cek in di Novotel biar kepala ku ringan dengan tugas-tugas baru” Pak Hambali, Pak Sony dan Parmin segera meninggalkan tempat bersama pak Mamat menuju rumah pak Hambali di Pantai Indah Kapuk I

” Ayook bu…anak-anak sudah siap..? kita di Novotel sudah ditunggu teman bapak nih..”  pak Hambali meminta istrinya segera berangkat

“Siip sudah beres semua ..ayuk berangkat.” Pak Hambali dan keluarga menggunakan mobil pribadi, Parmin dan pak Sony bersama pak Mamat. Sampai juga mereka di Novotel kamarnya berdampingan. Parmin gak tahan panasnya dan segera mandi sementara pak Sony memesan kopi dan pisang goreng untuk Parmin dipesenin orange juice, pak Sony telpon keluarganya di Ungaran sambil menunggu Parmin mandi. ” Wow man…gantengnya pakai warna biru salem dan bercelana  3/4 biru tua…mecing banget bok..” Pak Sony mengamati Parmin dari ujung kaki sampai kepala sambil geleng-geleng takjub.Pak Sony segera mandi, Parmin minum orange juice dan menikmati pisang goreng, Parmin menelepon pak Wondo, yang di telepon sudah menunggu ” Iya ini sudah di hitung pendapatannya ,  dan kamu dapat yang terbesar sekitar 75 juta. Bu Retno, pak Ruslan dan saya sama jumlahnya 40jt  pak kepala sekolah 50 jt guru-guru dan siswa 100jt,besok aku transfer ke BCA kamu ya…” suara pak Wondo tegas dan harus segera dikirim besok pagi.

” Jangan ke BCA pak di BNI saja rekeningnya nanti saya kirim ” begitu percakapan antara Parmin da pak Wondo dan Parmin segera mengirimkan rekening BNInya. Selanjutnya ia telpon pak Ruslan ternyata ceritanyapun sama, dan Parmin mengatakan kalau tadi juga habis telpon pak Wondo, cuma kurang pas kalau tidak telpon pak Ruslan …kurang renyaaahhh…..mereka tertawa berdua dan Parmin bilang saat ini di Jakarta sama pak Sony. ” Ngapain ke Jakarta Par..? dan dijawab Parmin” mau Jum’atan di Istiqlal besok”

disambut tertawa pak Ruslan ” Ha…ha…..yang bener saja kamu man…?”  ” Parmin pingin Jum’atan di Istiqlal, semoga dikabulkan”

” Ya, semoga dikabulkan Par..” pak Ruslan menyemangati Parmin

Parmin menelepon bapaknya, tenyata bapaknya malah lembur di bengkel, ” Pak jangan capek-capek, biar Tarjo dan Andi yang bekerja , bapak komando saja ” ” Iya ..bapak hanya komando saja dan ini dah selesai satu minibus, besok satu lagi….kamu gak usah khawatirkan bapak sebentar lagi selesai kok ”

 

 

Bersambung…..