Cerbung

PARMIN episode 1 – Bengkel Rahmat

August 12, 2018

Tambal Ban pak Rahmat begitu kecil dan kurang terawat, tapi sejak anaknya yang bernama Parmin lulus STM 3 Semarang membantu usaha bapaknya, lingkungan jadi bersih dan rapi, tambal ban sepeda motor itu jadi ramai karena keramahan Parmin dan ketelatenan menghadapi pelanggan, dan Parmin menambah buka cuci sepeda motor . Baik yang mau cuci sepeda motor maupun tambal ban dilakukan berdua dengan semangat dan penuh kesabaran otomatis pendapatan mulai meningkat, sehingga atas persetujuan bapaknya Parmin menambah tenaga cuci sepeda motor

Parmin sangat piawai mengatur keuangan karena dia harus mengurusi kedua adik perempuannya untuk sekolah dan dia juga ingin melanjutkan kuliah nantinya, adik perempuannya masih masuk SMP klas satu  dan kelas 3 SD Cita-cita Parmin ingin sekali bengkel itu besar dia sering membaca buku-buku tentang perbaikan sepeda motor dan mobil sambil menghafal cara kerja onderdil-onderdilnya dan memperhatikan sepeda motor yang dicucinya dan selalu menstater motor  dan meng cek semua hasil pekerjaannya, hal ini membuat pelanggan puas atas hasil kerjanya, kadang Parmin mendapat tip dan ia kumpulkan untuk keperluan cuci dan tambal Rahmat miliknya. Karena dari membaca dan kebutuhan pelanggan dia menambah pengadaan olie seperlunya , sehingga tambal Ban dan cuci motor tersebut berubah nama jadi Bengel Rahmat

Suatu hari Parmin mendapat seorang pelanggan cuci yg menawarkan motornya untuk dijual, karena kebutuhanan untuk anaknya masuk SMA .

” Dik dibeli saja motor bapak ..murah kok..”.

Itung-itung benar juga bapak itu, aku belum ada motor untuk urusan bengkel, guman Parmin tapi uang belum mencukupi,sementara motor bapaknya sdh mulai aus termakan usia dan capek motor itu untuk keperluan keluarga dan bengkel, tapi murah sekali harganya mana mesinnya juga masih baik.

” Bagaimana dik ? ” tanya orang itu

” Duh belum ada uang pak..coba saya tanyakan bapak saya dulu ya pak ? Parmin minta persetujuan bapaknya , ternyata pak Rahmat menyetujuinya dan menghampiri anaknya ” Sudah kamu cek motornya, bapak ada sisa uang  tahun lalu di tabungan biar dipakai buat motor bengkelnya dan kelihatannya kamu membutuhkan untuk itu, itung-itung  sebagai gaji kamu Parmin”.  Wah Parmin girang sekali mendapat persetujuan bapaknya.” Alhamdulillah..ya Allah “.  puji syukur Parmin

” Dah biar bapak urusin motor itu kamu urusin pekerjaan lainnya”. perintah pak Rahmat

” Siap pak ! “. balas Parmin kelihatan berbinar kegirangan sambil bantu Tarjo bersihin cucian motor

” motor baru ya mas Parmin “. tanya Tarjo

” Tahu dari mana kamu Jo, ada motor baru itu kan motor bekas”.

” Lo …kemarin bapak itu sudah kesini nawari motornya karena mas Parmin masih order olie jadi disuruh bapak datang hari ini mas “. balas Tarjo tukang cucinya

” Ohya mas apa gak nambah tukang cuci lagi, karena mas Parmin sering keluar mana kalau sore cucian motor mulai ngantri”.

” Emang ada tenaga yg mau kerja disini, dengan gaji mingguan selain kamu ?”

” Ada mas temen-temen saya pada pingin ikutan kerja dari pada nganggur di rumah “.

” Tapi pilih yang baik-baik, giat kerja ,jujur, dan trampil juga melayani pelanggan dengan baik dan ramah, dan jangan lupa KTPnya jelas “.

” Siaaapp beres mas Pamin, semua teman sudah aku siapkan tinggal menghubungi mereka, terima kasih mas Bos ” Parmin sempat kaget dibilang BOS, ada-ada saja Tarjo ini.

Untung aku ambil sekolah STM 3 dan di Automotif, sehingga ilmuku tidak terbuang dan berjalan sebagai mana mestinya, dan aku bisa membantu bapak dikala tua, terima kasih ya Allah Kau berikan aku orang tua yang baik dan memudahkan rejeki aku.

Fikiran Parmin melayang-layang sambil ngurusi penambalan ban motor sementara Ban kempes mobil belakangnya dah mulai diurusnya. Lingkungan kerja bengkel Rahmat kelihatannya memerlukan tambahan lahan sempat terpikirkan Pamin cuma belum sempat diutarakan ke pak Rahmat, mungkin besok klo dah kelar pembelian sepeda motornya

Minggu ini begitu sibuk Bengkel Rahmat karena Parmin mulai buka bengkel perbaikan sepeda motor dan onderdil. dan Bu Rahmat lebih banyak mengantar makanan yang dibawa buat makan siang dari pada hari-hari yang lalu. Ditemani Reni anak keduanya yang sdh mulai jelang masuk SLA  ibu membagi makanan di ruang makan bengkel itu yang mulai menjadi sempit karena banyaknya orang dewasa memasukinya” Dah mulai sempit ruangan ini pak, coba tanyakan Parmin apakah sekiranya bisa memperbaiki bengkel ini pak”.

“Iya bu, kemarin Parmin juga sudah mulai punya ide perbaikan..cuma masih itung-itung keuangannya”.

” Aku bersyukur pak punya anak-anak yang menurut nasehat orang tua.. padahal kita orang-orang bodo yang kurang pendidikan, tapi anak-anak mau menurutinya “.

” Alhamdulillah, karena kita juga tidak menginginkan yang enggak-enggak jadi Allah memudahkan hidup kita Subkhanallah ya bu”. Mereka mensyukuri keadaannya dan selalu berbagi bersama menuruti perintah Tuhannya

” Sebentar ibu panggil Parmin dulu untuk makan siang pak,” ibu segera memanggil Parmin yg sudah mulai cuci tangan untuk istirahat makan siang.

” Tarjo aku makan siang dulu nanti baru gantian ya ”

” Monggo mas, jangan lupa sisain lauknya mas ”

” Pastilah…ibu sdh nyiapin untuk kalian, ayo segera selesaikan isi olienya dan lanjut cuci sepeda motornya baru makan gantian ”

” ‘gih..’gih mas ” seru Tarjo dan Andi tenaga kerja baru Parmin

Makan siang itu berjalan nyaman sambil Parmin mengutarakan maksudnya, dan di sambut senyum bu Rahmat dengan lega.

” Iya nak, tanah yang disebelah masih bisa di bangun cuma tinggal 5 meter dan belakang masih sisa 10 meter total luas tanah ini 300m3 dan  milik bibi kamu juga 300m3, jadi perbaikannya nanti nunggu akhir bulan ini ya nak”.

” Iya bu, kita harus kerja keras bu karena tahun depan Reni dah masuk SMK, ibu banyak berdoa saja karena Pamin berharap perbaikan motor dan onderdil akan lebih maju,jadi Reni dan Ibu bisa ikut bantu menyebarkan berita baik ini.. Parmin mohon doanya Bu “.

” Amiin , tentu ibu bantu, dan Reni juga bisa bantu di Bengkelnya kalau libur ya kak ? ” tanya Reni

” Tentu, kita akan bekerja keras bersama-sama juga,  biar adikmu Kinanti bisa masuk SMP, ini omong-omong kenapa Kinanti gak ikut ?”.

” Kinanti ada temen sekolah di rumah, jadi terpaksa kami tinggal dulu dan mereka pada belajar untuk ujian hari Senin kak “.

” Ya sudah kalau begitu , tolong adikmu dijaga dan dibantu pelajarannya Ren “.

” Iya kak, pasti itu”.jawab Reni penuh semangat

Parmin sangat handal dalam memperbaiki sepeda motor, sehingga bengkel Rahmat mulai dikenal orang, Parmin senang dibantu bapaknya yang cekatan sehingga cepat menangani perbaikan motor-motor.” Kamu hebat Nak, bapak takjub dengan keuletan kamu”. kata pak Rahmat memuji anaknya

” Ini kan berkat doa bapak dan ibu, dan juga adik-adikku “. jawab Parmin sambil senyum ke bapaknya

Bengkel sepeda motor kian hari kian ramai dengan pelanggan yang bergantian datang,Reni dan Ibu kadang ikut ke Bengkel membantu mencatat dan mengurusi keuangannya. Sesekali ada mobil yang meminta pertolongan Parmin untuk memperbaikinya, dan Parmin bisa membetulkan mesin mobil dan merawatnya. “Dik, kenapa nggak sekalian bengkel mobil juga kamu melayaninya “.  kata pelanggan itu

” Terima kasih pak sarannya, ini masih diusahakan soalnya belum ada yang bantu kecuali bapak”.

” OO..ya diterima saja kalau ada yang minta perbaikan seperti ini dik “.

” Iya Om, sebisa mungkin saya kerjakan, ini sekalian diganti olienya ya Om, disini sudah tersedia olienya”.

” Ya dik, ganti saja kalau sudah kotor, tenyata kamu sudah mulai mempersiapkan pengadaan perbaikan untuk mobil  ya dik, bagus itu, saya bisa jadi langganan tetap”.

” Terima kasih Om, kelihatannya dah selesai, coba saya stater dulu “.

Pelanggan itu puas dengan pelayanan Parmin , mobil dah lancar , suaranya juga sudah halus

” Bu ngumpul banyak uangnya”. Reni bicara sama ibunya

” Alhamdulillah, cucian motor ngumpul, bengkel motor juga ngumpul..ditambah mobil yang mulai kakakmu pegang”.

” Aku dan Kinanti bisa nglanjutin sekolah bu “.

“Amiin nduuk “.

Bengkel Rahmat mulai diperluas untuk perbaikan sepeda motor dan onderdil serta olie,banyak sepeda motor yang ngantri di luar sehingga kelihatan semrawut. Seminggu sudah pembenahan bengkel, dan kini mulai memindahkan barang-barang bengkel agar rapi dan luas, semua anggota keluarga dan termasuk 2 tukang cuci yang rajin kerja membantu.

” Waahh jadi lapang, ruang tunggunya, bengkel motor juga nyaman bisa sampai tiga motor sekali ngerjain, saluran pembuangan juga bersih dan lancar buat cucian motor,pekejaannya pak Santo sungguh baik dan memuaskan, terima kasih pak Santo sudah menyelesaikan tepat waktu”.

” Sama-sama mas Parmin, bapak sudah di beri kerjaan dan lancar pembayarannya, kalau butuh saya sewaktu-waktu saya siap mas”.

” Tentu pak, saya akan pakai tenaga bapak kalau pas ada renovasi lagi “. kata Parmin penuh semangat

” Hari ini saya selesai tapi sampai sore hari saya akan mempebaiki pengecatan yang lebih rapi,bolehkan mas Parmin”.

“Monggo silahkan pak, saya ada pelanggan masuk pak, saya tinggal dulu pak Santo”.

Di perempatan terlihat seorang menuntun Vespa, dan istrinya  kelihatan lelah sekali

” Masih jauh kah pak, capek nih…”.

” Tu dah klihatan bengkelnya, sabar sik ya Bu”.

Segera bapak itu menuju bengkel dan menemui pemiliknya, yang tak lain adalah muridnya sendiri

Pertemuan ini tak disangka-sangka, membuat kaget Parmin

” Pak Ruslan, apakabar, ?”

” Kamu Parmin ya , ini bengkel kamu….waah lumayan besar ..hebat kamu Parmin…sudah berapa lama kamu kerja di sini  begini ?”

” Hampir tiga tahun pak, bagaimana pak vespa nya..”

” Businya kotor juga mlepek, tolong diganti saja ya…”

” Siap pak, silahkan istirahat dan minum seadanya pak, Bu..”

Pak Ruslan memandangi seluruh Bengkel tak berkedip, tampak di wajahnya ketakjubpannya, dalam hatinya menilai Parmin yang pandai dan tekun kini mulai mandiri.

” Pak Gurunya Parmin gih,ini saya Rahmat bapaknya Parmin”. Pak Rahmat menyambut Gurunya Parmin

” Oh ya pak , saya gak nyangka ada bengkel di sini, ramai sekali, ternyata milik bapak Rahmat bapaknya Parmin, saya dulu wali kelasnya Parmin”. kata pak Ruslan

Mereka ngobrol sangat asiknya sambil memperhatikan Parmin bekerja juga bertukar hand phone, tahu-tahu sudah selesai, pak Ruslan senang dan berniat mampir lagi, karena dirumah ada mobil yang sudah lama tak terpakai dan kondisinya memprihatinkan.

” Parmin, kapan mau ambil mobil dirumah, bentar lagi musim hujan, bapak gak ada waktu ngeceknya, tolong segera ya ?”

” Gih siap pak, terima kasih orderannya, ohya langsung saja dibawa pak gratis..sebagai rasa terima kasih pak, bu sudi mampir “, tanpa basa-basi Parmin menjawabnya.  Dulu waktu masih Praktek di BLK Parmin bisa menyelesaikan mobil yang mangkrak dapat jalan lagi jadi pak Ruslan gak ragu-ragu minta Parmin memperbaikinya.Seminggu sudah Parmin urusin mobil pak Ruslan,onderdil yang nyiapin pemilik , Parmin hanya jasa saja jadi harus bolak-balik bengkel kalau bapaknya ada kesulitan, karena pak Ruslan memperbolehkan untuk samben saja mobil itu,sedangkan di bengkel sudah ada dua mobil diterima bapaknya dan atas persetujuan Parmin. Siang malam Parmin bekerja dan Tarjo sekarang tidak lagi ngurusin cucian motor tapi bantu Parmin di bengkel mobil dan motor, sedangkan andi sudah dapat teman baru Jupri namanya. Keluarga pak Rahmat semuanya andil di bengkel tersebut  .

Reni yang mengurusi pembayaran dan logistik bengkel, dan akhirnya dia bisa memutuskan sekolah dan jurusan apa yang cocok buat usaha bengkel.

” Kak aku diterima di SMK 1 dekat bengkel ini  kak,”. teriak Reni dan Kinanti masuk di SMP 37 tempat Reni sekolah.

” Alhamdulillah…ibu dan bapak sudah tahu Ren,?”

” Ini aku di suruh bapak dan ibu untuk menyampaikan kabar baik ini kak”.

” Oke, kamu dah siapkan keperluan keuangan sekolah bersama adikmu Kinanti kan ? ”

” Iya sudah disimpankan ibu kak tinggal urus di sekolah”.

” Sekarang kakak akan lembur dengan bapak, karena mobil yang di bengkel harus segera terselesaikan, tolong jaga ibu dan adikmu di urusin , kakak berangkat ya”.

” Hati-hati Pak, Kak ..ohya Tarjo sama Andi dan Jubri tadi bilang mau ikut lembur pak”

” Iya gak apa, nanti kamu gak usah ke bengkel biar bapak yang kunci sama kakakmu “. jawab bapaknya

” Gih pak”. Reni meng iyakan

Malam Minggu bengkel Rahmat buka sampai malam tak luput cucian ikutan lembur dan juga perbaikan sepeda motor, Tarjo menambal ban, Andi dan Jupri mencuci motor, pak Rahmat dan Parmin memperbaiki mobil dua pelanggan

“Jangan lupa dicatat pemasukannya, karena Reni blm bisa lembur,  karena Ibu badannya capek perlu istirahat” teriak Pamin

” Mas Minggu buka ya, saya mau lembur dan gak ada acara bagaimana?” tanya Jupri pada Andi

” Urusan lembur sama Reni,lihat saja besok” jawab Andi

“Pokoknya besok jam 08.00 aku dah di bengkel”. lanjut Jupri

” Ngongso men kamu, memang lagi butuh uang banyak ? ” tangkis Andi

” Mumpung lagi giat kerja, kalau dapat uang banyak kan lumayan buat Malam Minggu Depan he..he..”.

” Emang dah punya pacar kamu sampai malam mingguan segala”.

” Belum mas Andi, pingin ajak ibuk jalan -jalan saja….pingiiinn bahagiakan ibuk sama semuanya”.

” Ladalah…sok kamu ..kerja belum ada sebulan dah pemborosan, kemarin katanya mau beli hape sekarang brubah leloligung mak-e,Jupri…Jupri..kakean pikiran kamu…sini tak semprot pisan kamu..aeng – aeng wae…”. Semua yang dengar pada ketawa .

” Pak tinggal test saja dilanjut besok ya, tu anak-anak mau lembur besok pagi biar jaga kesehatan ya..?”

” Baik bapak ngikut kamu saja yang pegang bengkel mobil, bapak cuma bantu kamu dan ngawasin kerja anak-anak kan?”

 

 

 

bersambung…..