Cerbung

KONTRAKAN KAMPUNG LEYANGAN – episode 4

December 24, 2019

Bu RT Danu bersama sekretarisnya membagikan obat pencegahan Kaki Gajah dan sekalian diminum ditempat . Karena bulan ini mendekati musim hujan dan nyamuk disekitar kontrakan ganas-ganas gigitannya juga super gatel sampai lecet menggaruknya, untung pemerintah memberikan obat pencegahan kaki gajah secara gratis dan dianjurkan diminum ditempat supaya semuanya rata sudah mendapatkan obat dari anak SD kelas satu sampai dewasa. Mbak Yeti yang dipesani snek makanan kecil memberikan nagasari semua warga setelah itu mengambilkan obat dan meminumnya sampai benar-benar diminum karena ada empat butir khawatir terbuang atau dimuntahkan bagi mereka yang bekerja bisa mengambil sore atau malam dan diminum di kontrakannya mbak Yeti , Susiati hampir maghrib sampai rumah karena motor suaminya kebanan jadi harus menuntun sampai mendapatkan tukang tambal ban. Susi sepanjang jalan cemberut karena dari kantor menawarkan cicilan sepeda motor ditolak suaminya dengan alasan biar kumpul dulu uangnya nanti beli yang bekas saja biar tak punya hutang, dengan kejadian ini membuat Susi cemberut , ” Sudahlah dik janganlah marah terus kita harus sabar, ayah rela kok antar jemput kamu dan jangan nunut mbak Rosa terus, kita sudah dibantu pekerjaan sama mbak Rosa disyukuri sekali jangan nggresulo ya..? ” Susi tetap diam dan cemberut saja, sampai dirumah Ia langsung mandi dan mempersiapkan makan malam. Mbak Yeti melihat Susi sudah sampai rumah segera menyiapkan obat dan memberikannya keburu Ia lupa. ” Oh iya mbak, hampir lupa saya, terima kasih obatnya biar saya minum sehabis makan”. Mbak Yeti memberikan kue lapis karena nagasarinya habis . Sugeng melihat istrinya tak marah lagi dan mengajak makan bareng. “Kamu belum shollat maghrib ya dik, ayo shollat dulu?! ” Susi mengambil air wudhu sementara Sugeng ngobrol di lincak sambil menunggu makan” . ” Pak obatnya sudah di minum? ” Mbak Yeti mengingatkan, ” Belum.., sebentar lagi masih nunggu Susi shollat nih, trima kasih kue lapisnya mbak bentar lagi saya makan. Mbak Yeti sedang melayani pelanggan barunya yang dari kampung sebelah dibantu Arnold anaknya. Pak Dodik menanyakan pesanannya untuk besok pagi dan sudah dibuatkan. ” Besok pagi jam enam sudah bisa diambil pak Dodik, ada tiga macamkan? Kue jentik manis, martabak telur dan kacang mete, ini pak bisa di lihat dietalase tinggal buat martabak nya saja besok sudah siap pak “. “Iya mbak jumlahnya lima puluh masing-masing”. Pelanggan barunya pulang karena selesai memesan dadar gulung 200 buah untuk dijual lagi

Sugeng makan malam bareng Susi istrinya ” Maaf ya Yah… cuma pakai mie dan telur ceplok, bu Lukito gak jualan sayur hari ini anaknya yang dari Pemalang mengajak piknik ke Yogya dan menginap di hotel katanya”. ” Gak apa ini saja juga enak dik, asal yang masak dik Susi pasti nikmat”. Senyum Sugeng menggoda Susi dan membuat Susi Salah tingkah lalu mencubit paha Sugeng sekencangnya, Sugeng kesakitan ” ha.. ha.. ha… ” Sugeng ketahuan menggoda istrinya dan mendapat hadiah cubitan yang panas. ” Makanya jangan suka ngegodain istri sudah capek kerja…capek bersihin rumah…. masih digodain lagi…ini obatnya dari bu RT diminum dulu”. Sugeng menurut saja apa yang diomongin istrinya dibuat baik saja. Pak Zul sambil membopong Zuraida mengobrol diemperan kontrakan Sugeng, melihat ada Rida , Susi memintanya dan bermain di dalam. Pak Zul dan Sugeng melihat Angga berjalan merayap diawasi Abbas, pak Rodiat dan bu Alfiah mereka begitu bahagia . ” Angga adiknya Abbas sudah mulai merayap Alhamdulilah semoga lancar jalannya ya pak Sugeng”. Sugeng memperhatikan kegiatan pak Rodiat dan mengangguk -angguk membalas pertanyaan pak Zul. ” Keluarga pak Rodiat tak mau menyusahkan tetangga dan Abbas melakukan itu semua buat keluarganya. Mas Pandu pulang kerja dan nanti malam akan lembur ojek online lagi karena banyak janji dengan pelanggan onlinenya. Arnold membantu ibuknya memasukkan kacang goreng dan roti kering kedalam plastik sambil belajar. Pembagian raport kemarin membuahkan hasil belajar Arnold semakin meningkat. Mbak Yeti membuat arem-arem Lima belas buah isinya sambal goreng ati ditambah mie goreng dari pada nganggur sambil nonton televisi. Arnold mengecek makanan siap saji dan menghitungnya juga melihat daftar pesanan minggu ini, ” Oke masih aman untuk hari ini dan besok untuk lusa pesanan pak Margono dadar gulung bahannya sudah ada semua ,Arnold selalu mengecek persediaan seperti bihun yang setiap hari membuat 200 untuk empat sekolahan juga arem-arem yang banyak peminatnya

Zuraida kerumah Susi dari tadi kok belum pulang, lagian Rida lagi ngapain sekarang? Farida mencari suaminya ke rumah mas Sugeng tapi Zuraida tak terdengar suaranya , pak Zul melihat istrinya kebingungan dan menegurnya. ” Kenapa dik, kok seperti kebingungan mencari Zuraida ya….? Dia tidur sama mbak Susi di dalam “. Tangan pak Zul menunjukkan arah kedalam. ” Mbok dari tadi bilang to mas… ” Farida anyel sama suaminya kalau dari tadi pada gak peka Farida mencari Zuraida dicari ibuknya. Akhirnya Farida ikut gabung sambil beli kacang kulit di mbak Yeti. Mas Pandu berangkat ngojek lagi karena dapat orderan dari pelanggan dan membawa arem-arem sepuluh biji karena ada yang memesannya tadi, Arnold mengantar ayahnya keluar ” Pak cepet pulang ya.. Arnold gak ada temennya…Rida sudah tidur… ” Mas Pandu memeluk Arnold dan berkata ” Sabar ya Lee.. bapak enggal Bali paling suwe jam rolas malem yo…? ” Arnold kembali lagi masuk kerumah menonton tivi sambil belajar .

Pak Zul dan mas Pandu menemui pak dan Ibu Rodiat ” Sudah mau keluar dan jalan-jalan ya mas Angga ” Tanya mas Pandu dan di jawab pak Rodiat ” Iya pingin jalan-jalan mumpung sepi ” jawab pak Rodiat. ” Yang rajin ya mas Angga, tiap hari latian pakai tongkatnya bu Yani yang sudah tak terpakai gak apa-apa kok” sela pak Zul karena bu Yani sudah sembuh. Karena jadi bahan pembicaraan Angga malah minta pulang sambil nangis. Rupanya Angga tak ingin diperlakukan seperti itu dan pak Rodiat merasa bersalah sebenarya Angga hanya ingin bertemu dengan Arnold dan ngobrol bersama. Arnold yang tak sengaja memanggil Angga “bang” membuat langkah Angga terhenti dan Arnold tersenyum sambil memberikan sate telur puyuh kesukaan Angga. “Arnold abang mau sate telur itu” kata Angga pada pak Rodiat. Arnold mengambilkan sate dua , Angga mengambil satu dan minta makan bersama Arnold , bu Alfiah senang sekali sudah lama sekali Angga tak makan sate telur puyuh kini memakannya kembali tanpa dituntun Angga jalan tertatih-tatih dan Arnold menemaninya semua pada mlongo dan membiarkan Angga bersama Arnold makan bersama, Angga minta masuk rumah Arnold Abbas melarang semua orang mengomentari keadaan ini dan disuruh biasa saja agar Angga tenang . Arnold memperlihatkan buku-bukunya dan menceritakan isi buku tersebut, Bu Alfiah memperhatikan dari jauh dan melihat Angga tertawa bersama lalu mengantarkan Angga pulang pak Rodiat kaget ” Kok sudah pulang…. katanya mau main kerumah Arnold? ” Dan di jawab: ” Besok boleh main lagi ke rumah Arnold gak pak…? ” pak Rodiat yang hampir menangis karena terharu segera menjawab: ” Iya boleh …kalau Arnold sudah pulang sekolah besok… ” Arnold bersalaman sama Angga : ” Sampai besok siang bang Angga biar Arnold yang main kesini” Arnold bersalaman dan pulang kerumah. Pak Rodiat senang sekali hatinya dan membeli sate telur yang masih empat tusuk dan meminta keluarganya makan bersama.

Bersambung