Cerbung

KONTRAKAN KAMPUNG LEYANGAN- episode 1

November 7, 2019

Susi membuat kopi untuk Sugeng suaminya, yang baru saja pulang jaga malam di Rumah Sakit Umum Ungaran. ” Kok gak manis dik….” ” Maaf gulanya habis yah, jadi cuma sedikit gula yang ada…” “Maaf ya istriku …ayah baru bisa kasih ini , tapi untuk makan masih amankah…?” . Dengan menunjukkan ekspresi muka sedih Susi mengatakan: ” Ayah..untuk makan masih terjaga, cuma kalau seperti ini terus pendapatannya kita akan jadi orang susah yah…Susi akan bekerja bareng mbak Rosa di pabrik tepung boleh gak yah..?” ” Benar yang ajak mbak Rosa..? bukan yang lainnya..? ” Bener Yah, emang kenapa kalau bukan mbak Rosa..?” ” Karena mbak Rosa orangnya jujur dan lurus…” ” Jadi boleh dong Yah, aku diajak kerja bareng mbak Rosa..?” mata Susi berbinar – binar senang tapi sekejap diam lagi karena bingung siapa yang akan memasak dan membersihkan rumah, karena Susi dan Sugeng adalah penganten baru tiga bulan dan masih kontrak rumah di Dukuh Beji Ungaran Timur. ” Pikirkanlah dulu, ayah ingin kamu bekerja di rumah agar nanti anak-anak kita tak kelantar pendidikkannya, ayah tak melarang dik Susi bekerja”. “Yah.. tapi itukan masih lama apa salahnya Susi bantu ayah bekerja, trima kasih ya Yah sudah menyetujuinya “. Jawab Susiati dengan senang sambil mencium pipi suaminya dengan manja. Sugeng kasihan juga kalau melihat istrinya sendirian di rumah makanya dia menyetujuinya. Ketika jelang sore mbak Rosa main ke rumah Susi sepulang kerja, dan menanyakan keputusannya, ” Piye…sido melu kerjo po ra..( bagaimana…jadi ikut kerja ‘gak ..?) Iki butuh tenaga loro tinggal siji lo Sus…?( Ini butuh tenaga dua tinggal satu lo Sus..?) Kamu kan lulusan SMA sesuai yang dibutuhkan sebagai tenaga mandor seperti aku, bukan buruh pekerja kasar…ini kamu akan satu bagian sama aku…jangan lama berfikirnya, aku sudah bilang sama orang kantor, besok aku jemput pagi ya sambil bawa lamaran kamu yang aku contohin kemarin okey…?! ” ” Iya mbak, aku dah dapat izin suami kok dan sudah buat lamaran juga syaratnya sudah lengkap barusan, besok kita brangkat bersama ya…?” Susi menjelaskan sejelas-jelasnya agar Rosa mantap. Rosa lega dan pamit untuk pulang. Rosa menstater sepeda motornya. Sugeng keluar dari kamar mandi langsung ganti pakaian dan mendengar pembicaraan Rosa dan Susi istrinya, Sugeng mendadak memanggil Rosa dengan buru-buru karena Rosa akan pulang tapi Rosa tak mendengar karena ketutup helm. ” Kenapa Yah… ? Kok kayak bingung… “. ” Ayah mau tanya banyak… “. ” Telpon saja Yah, Susi punya telponnya kok.. tapi nanti saja ya habis maghrib, biar mbak Rosa beberes dulu di rumah” . Susi mengajak suaminya masuk rumah karena hari mulai gelap, sementara tetangga satu kontrakan sudah pada pulang.

” Jam kerjanya pukul 08.00 sampai jam 16.00 mas Sugeng dan nanti pulangnya sekalian belanja , karena didepan pabrik ada pasar krempyeng Leyangan dan melewati kebun singkong milik paprik yang panjang sekali , tapi mas Sugeng gak usah khawatir pintu gerbang ada satpamnya dengan ruangan yang besar sebelum masuk pabrik lewatin kebun singkong dulu.. jadi aman mas ” . Demikian cerita Rosa tentang pabrik tepung tapioka yang ada di Leyangan Ungaran Timur. Sugeng percaya dengan cerita Rosa dan mengucapkan terima kasih sudah mengajak istrinya bekerja . ” Bagaimana Yah…. sudah mantap kan? ” Susi ikut menenangkan fikiran suaminya. ” Ya dik ayah mantap sekarang berarti kita subuh sudah bangun buat sarapan ya dik?” ” Sudah aku siapin sarapannya tinggal manasin saja nasinya sudah matang di magigcom, beres kan? ” Sugeng bangga pada Susi istrinya yang sudah menyiapkan semuanya. Kontrakan itu amat sempit hanya ada satu ruangan yang berisi kamar tidur kamar mandi dan dapur serba sempit almari dari plastik ruang tamu ada diluar berbangku panjang dan meja, kadang juga buat makan yang campur sama pengontrak lainnya kalau menjemur pakaian di kamar mandi karena beratap plastik tebal biar terang satu deret dengan kamar mandi dan dapur yang berjendela kaca tapi bisa dibuka sehingga angin bisa masuk. Kalau malam begini amat ramai karena ada sepuluh pengontrak yang berhadapan jadi ada 20 KK yang terbentuk satu RTyang dibatasi taman saja. Rata-rata mereka buruh pabrik di Polyplas, pabrik plastik dan tepung tapioka , pabrik pengolahan tebu ( tetes) pabrik garment, juga ada buruh bangunan. Mereka hidup rukun dan aman-aman saja. Anak-anak mereka sekolah di SDN 1 Leyangan karena masih rumah tangga muda. Pagi ini Rosa sudah sampai di kontrakan Susiati dan duduk menunggu di ruang tamu karena kamar Susi nomor 15 jadi berada ditengah-tengah dan Rosa lewat jalan taman yang dipakai untuk menjemur pakaian kalau yang didalam gak cukup. Susi keluar bareng suaminya dan mengeluarkan motor bututnya. Sambil membawa lamaran Susi salim sama Sugeng suaminya untuk pamit. Rosa mengikuti dari belakang dan memperhatikan pakaian Susi yang rapi dan rajin. ” Yah Susi berangkat dulu, doakan kerjaan Susi lancar ya..?” ” Iya..hati-hati dalam bekerja, mbak Rosa makasih titip istriku ya…?” ” InsyaAllah inggih mas..pamit mas Sugeng .?!” Sugeng melihat istrinya berangkat kerja, Susi amat cantik bercelana panjang hitam dan kemeja ungu, rambutnya diponcot memakai sepatu cat tanpa kaos kaki tapi terkesan seksi karena bodynya yang ramping

Susi menikmati pemandangan yang jalannya naik turun melewati kebun tebu, kebun singkong dan penambangan batu,udara pagi yang segar bebas polusi tak seperti di Semarang yang asapnya pagi-pagi sudah mulai mengepul seiring dengan aktivitas setiap hari. Susi diantar Rosa menemui HRD, pak Andrean dan Susi menyerahkan lamarannya. ” Jadi kamu sudah tiga tahun ini ambil kursus komputer dan bekerja di percetakan Aneka Ilmu di Semarang Kaligawe dan kursus bahasa Inggris terus status kamu kok sudah menikah kapan menikahnya..?” ” Saya menikahnya baru tiga bulan pak ” ” Terus suami kamu kerja dimana sekarang..?” ” Di Rumah Sakit Umum Ungaran sebagai security pak” “Baik kalau begitu, Rosa tolong dijelasin tugas-tugasnya dan selesai istirahat nanti akan saya periksa” ” Siap , njih pak ” Rosa mengajak Susi berkeliling pabrik memperkenalkan Susi sebagai mandor produksi bahan baku pengolahan sedangkan Rosa mengawasi sedimen pengeringan dan pendinginan selanjutnya diajak ke bahan baku lagi untuk menyortir singkong dan kembali ke kantor untuk menulis laporan posisi bahan baku dan perencanaan untuk seminggu dan esok hari. Susi membuka bekal untuk makan siangnya mie goreng dan telur ceplok sama seperti bekal suaminya, kalau suaminya sudah ada tepak tempat bekal tapi kalau Susi masih bungkusan plastik saja. Melihat tepak sesama mandor Susi seneng karena bagus-bagus hatinya pingin memilikinya tapi belum ada uang. Rosa memperhatikan Susi dan memberikan kerupuk udangnya satu:” Makasih mbak Rosa, ini saja sudah cukup kok” ” Gak papa ayuk makan lagi, oh ya Sus aku punya tepak dirumah besok aku bawakan untukmu ya…?” Baik sekali mbak Rosa ini Susi hanya selalu mengucapkan terima kasih saja karena memang dia belum mimikirkan tepak pikirnya tadi kalau sudah dapat uang gaji mingguannya baru membelinya tetapi mbak Rosa malah memberinya, sungguh suatu keberuntungan buat Susi. Rosa mengajak ke musholla untuk shollat bersama setelah itu kembali ke kantor untuk melanjutkan pelerjaannya. Dari data menunjukkan acuan orderan singkong delapan ton untuk esok hari yang saat ini sedang dirujuk dari Boja Semarang dan besok pagi jam 07.00 sampai di Leyangan Ungaran. Rosa memberikan petunjuk dan mengarahkan yang terbaik untuk pekerjaan Susi. ” Jadi setiap hari kita memproduksi delapan ton mbak..?” ” Iya kecuali ada orderan lebih kita akan lembur Sus, dan itu sudah disiapkan kemana tepung itu akan dikirim seperti terlihat di komputer ini. Dan ini pekerjaan kita, para mandor sedangkan tugas pak Andrean kengecek semua pekerjaan kita dan juga mengawasi marketing kelihatannya santai duduk tetapi kepalanya penuh pemikiran yang berat. Pak Andrean memiliki istri namanya Cik Lan dia pemilik perusahaan ini setiap Kamis dia kesini mengaudit pekerjaan. Kolom yang berwarna merah ini yang mengisi pak Andrean dan yang hijau ini aku sedangkan kamu yang mengisi kolom kuning, jika kolom-kolom itu berkedip harus diawasi di pabrik pasti ada kesalahan di bagian produksi.” Hari ini Susi belajar banyak dari mbak Rosa dan pak Andrean memanggil Susi, sedangkan Rosa kembali ke bagian pemanasan. Cukup lama Susi di ruangan pak Andrean dan menghadapi komputernya HRD tersebut. Tiba-tiba terdengar sirine pertanda selesai produksi dan pekerja siap-siap pulang. Susi bersiap pulang dan Rosa menunggu di pintu ruang HRD. ” Bagaimana tadi sama pak Andrean apakah kamu terkecoh..?” tanya Rosa. Susi agak tegang dan memegang dahinya: ” Aaahhh…tegang aku mbak…tapi jelas sekali tugas kita berat, untung aku tadi makan banyak kalau tidak bisa pingsan aku “. Sambil jalan keluar untuk belanja Susi dipanggil satpam untuk membuat absensi dengan menempelkan ibu jari dan terdengar suara OKE. Susi tersenyum dia sudah diterima di pabrik tepung tapioka Melati mulai hari Rabu ini dan didampingi Rosa seniornya selama satu minggu

Bersambung…