Cerbung

JURAGAN UNTIR-UNTIR KEPUNTIR CINTA episode 5

September 14, 2019

Minggu sore Ramli mengantar Erlita di asrama Akbid (Akademi Kebidanan) Ngalian, kebetulan job ditunda Minggu depan . Erlita akan ujian smester dan tak ada siswa yang pulang kerumah. Itu memang sudah peraturan kampus dan tak boleh terima tamu cowok kecuali saudara, untung Laras menemani juga Lusi sehingga Ramli bisa melihat suasana asrama Akbid yang penuh bunga tertata rapi. Kamar Erlita berisi empat orang, ruang belajarnya tepat didepan kamar Erlita tampak luas sekali dan terdapat perpustakaannya juga. Lusi dan Laras duduk di depan teras kamar juga Ramli, teman Erlita yang baru datang memperkenalkan diri pada Ramli yang mengaku saudara menerima jabatan tangan Wardhani yang kemayu orangnya. Erlita sebenarnya masih pingin berlamaan dengan Ramli tapi melihat gelagat seperti ini terpaksa menyuruh Laras segera pulang, Ramli mengerti maksud Erlita dan meminta pamit diikuti adik-adiknya. ” Itu bener kakakmu Er, waah ganteng banget ” celetuk Wardhani temen satu kamarnya yang sudah datang dan mulai diikuti temen-temen yang lainnya. ” Aku mau dong jadi pacarnya” , tambah Wardhani merajuk Erlita. ” Ha.. ha.. dasar kalau lihat cowok ganteng trus polahe nganeh-anehi “. Erlita agak sewot menanggapi sikap Wardhani. Sementara ia mulai mandi gantian dengan yang lainnya yang baru datang dari luar kota.

Di kampus Ramli sedang melakukan presentasi masalah perbankan dengan menggunakan tabel-tabel yang berwarna warni bisa membuat permasalahan teratasi, Ramli yang kece dan pandai menguraikan permasalahan sampai selesai mendapat pujian bu Arianti dosen keuangan dan akuntansi materi yang disampaikan Ramli amat berbobot diikuti peragaan komputer Kirana serta penyampaian soal oleh Warti yang mantap group Ramli mendapat nilai “A”. Sungguh luar biasa tepuk tangan kelas berkumandang dilantai 4 . Ramli yang menolak menjadi komting karena tugas seabrek tetap dipandang kelasnya sebagai favourite. Ide sosialnya yang tinggi serta ramah merupakan nilai prestasi yang dikantonginya, Kirana semakin lengket juga Warti serta cewek lainnya hal ini membuat Ramli mencoba menyatukan cowok-cowok lainnya agar tak memusuhi dirinya bahkan kadang dia kuliah memakai motor bututnya, tapi karena tubuhnya diasuransikan maka ia sering memakai mazda2 agar aman. Hape Ramli yang di silent bergetar tanda wa masuk dari Sisca mengabarkan jam 15.00 ada ketemuan dengan pak Nanang dan bu Rani mohon tepat waktu karena jelang ketemuan dengan Sriti kosmetika. ” Oke siap mbak Sisca jam 15.00 on time” jawab Ramli. Jam terakhir mata kuliah Informasi akuntansi kosong dosen pak Kirnadi sedang melakukan study banding di Denpasar Bali tapi memberikan tugas dengan mengolah data inpute dan dikumpulkan hari ini juga. Irfan komting klas membagikan soal lewat flashdisk dan masing-masing kelompok mengkopinya dan disebar ke anggotanya. Lumayan juga soal ini suasana amat lengang dan tegang yang terdengar suara ketikan keyboard yang saling berebut ada yang garuk-garuk kepala, memegang jidat, bahkan menyangga tangan di leher sambil cemberut. Banyak yang melakukan chatting tentang soal tersebut dan saling bertukar pendapat saking pusingnya Ramli mengirim jawaban gambar karikature( pak Kirnadi menari sambil nyawer) yang di share ke Kirana diteruskan ke Warti sampai seluruh siswa mendapatkan mendadak tertawa seisi kelas termasuk Ramli. Ketegangan harus terobati dengan tertawa ” Silahkan tertawa klas”,kata Irfan tertawa terbahak-bahak dan membalas gambar ke Ramli tak kalah lucunya karikature pak Kirnadi mancing di Sanur mendapat ikan duyung yang tua dan keriput. Ramli tak tahan keluar ke kamar kecil. Sambil menghubungi Sisca ” Bentar lagi aku selesai, dan segera berangkat ” lalu masuk kelas lagi. Di dalam masih cekikian, Ramli segera memasukkan inputan tersebut dan sukses hasil segera di emailkan ke pak Kirnadi. Kirana chatting meminta petunjuk. ” Kalau kamu salah inpute ya.. harus di ulang dari awal ” kata Ramli sambil mendatangi Kirana dan teman-teman ikut melihat tugas kesalahan Kirana serta mengulang lagi dari awal. Ramli banyak membantu dan mereka akhirnya saling membantu. ” Fan aku cabut dulu ya “, kata Ramli sambil menutup laptopnya. ” Oke man, makasih ya dah dibantuin ” sahut Irfan dengan senang

Di kantor Rani Intertain Ramli disambut Ivan dan Sisca dan dirias memakai koleksi Sriti kosmetik , Ramli minta setipis mungkin karena dia baru pulang dari kampus Dan masih ada sisa makeup diwajahnya. ” Aih gak bisa begitu mas bro… Ike bisa kena marah diomel bu Rani kalau tak di bersihkan dulu… harus bersih gitu…. ntar ada kuman yang nempel bisa rusak kulit mas bro… ayolaah.. ” rengek Ivan pada Ramli . Ramli mengikuti saran Ivan karena kasihan juga kalau diomeli terus sama Bu Rani. Sisca pun senang dengam sikap Ramli yang tak mau dimanjakan Ivan Dan lainnya. Pak Kasan membukakan pintu gerbang tanda Bu Rani sudah datang. ” Nah gini enak kalau sudah rapi, Sisca tolong ambilkan sepatu Dan kemeja di mobil ohya tolong mbak Saraswati suruh masuk sekalian. Sisca mempersilahkan Saraswati putri bu Rani yang kuliah di kedokteran UNDIP dimana saat ini sedang ambil S2 Kecantikan kulit, Saraswati berbadan cukup besar dan tinggi tak seperti ibunya yang ramping kecil molek, kulitnya bersih dan halus. Ramli menyalami Saraswati serta berkenalan. Saraswati melihat – lihat koleksi foto Ramli dari awal sampai saat ini prestasi Ramli amat banyak dan mendatangkan keuntungan Rani Intertain . Saraswati senang sekali berkenalan dengan Ramli dan amat mengaguminya, Saraswati meminta diantarkan ke kampus S2nya dan meminta bu Rani mengizinkan Ramli. Mereka akhirnya jalan dan Saras amat senang sekali diantar Ramli dengan mengendarai Mazda 2 . Di dalam mobil mereka berdua diam Saraswati mencoba membuka pembicaraan dengan melihat-lihat cd yang ada di dalam laci dashboard ” Wow ada Ernie Johan lagu lama kesukaan mamah, boleh aku setel cd nya Ramli ? ” pinta Saraswati. ” Silahkan.. ” Ramli mempersilahkan. ” Ini yang suka siapa..? ” Itu ibu bapak aku yang suka lagu-lagu lawas akupun jadi ikutan suka. “. ” Loh kok lagu lawas semua, mana lagu kesukaan kamu…? ” tanya Saraswati sambil menyetel Ernie Johan. ” Ada.. ini aku suka. ” Ramli menunjukkan cd dari samping pintu . Saraswati meminta cd yg ada di samping Ramli dan Ramli memberikannya . Saraswati mengganti lagu Ernie dengan lagu Rossa. Mereka menyanyi bersama. ” Suaramu Bagus Saras… kok enggak jadi penyanyi saja ” kelakar Ramli. “Ha..ha..ha…aku ini seorang dokter dan menyanyi itu cuma hobby saja Ram, masak aku harus menyanyi….?” balas Saras sambil mencubit pinggang Ramli yang membuat Ramli kaget karena geli . Saras mengajak ke rumah prakteknya di jalan Gajahmada karena dosen S2 Prof. Doktor dr Effendi mendadak tugas ke Australia untuk menghadiri undangan operasi bedah plastik seorang aktris dari Holywood, di rumah prakter dokter sepi karena baru buka jam 18.00 mereka masuk dan mengobrol karena pintu pagar sudah kebuka maka asisten dr Saraswati pak Roni yang tinggal di rumah praktek memajukan jam buka dari pada sampai malam dan atas izin dokter Saraswati pak Ronimenelepon pasien-pasien tersebut. Pasien berdatangan dan mulai mengantri Ramli pamit pulang, dokter saraswati meminta dijemput pulangnya jam 22.00 . Ramli mengiyakan dan langsung bablas ke Sriwijaya ke Rani Intertain.

Sejak meninggalkan Saraswati dirumah prakteknya perasaan Ramli gak tenang, ia gundah lalu memutar lagi mobilnya kembali ke Gajahmada dan melihat praktek dokter Saraswati yang mulai ramai pengunjung. Ramli tersenyum dalam hatinya bergejolak ingin turun tapi untuk apa?. Dan Ramli harus kembali ke Sriwijaya. Bu Rani sudah menunggu dan bersiap untuk meeting dengan Sriti kosmetik yang sudah dekat sampai kantor. Ramli masuk ke ruang ganti memakai kemeja baru serta sepatu dan dasi, muka di poles dikit karena masih fresh dan rapi penampilannya. Rapat dibuka Sriti meminta Ramli keluar di ruang studio dengan memakai baju yang dibawa bu Rani . Lenggangan Ramli amat santai tapi wajah menunjukkan keseriusan karena memerankan sebagai pebisnis muda yang keren, fihak Sriti amat senang dan selesai meeting Ramli mendapat bingkisan pak Andreas dari pihak Sriti, foto-foto Ramli ditunjukkan dari ujung kaki sampai rambut kepala semua oke. “Semoga Ramli akan menambah income Sriti yang sudah mulai naik daun sejak kontrak kemarin”

Bersambung…