Cerbung

JURAGAN UNTIR-UNTIR KEPUNTIR CINTA episode 3

July 10, 2019

Ramli menyerahkan formulir pendaftaran beserta persyaratannya dan langsung di test. Di dalam sudah ada 9 orang yang sedang mengerjakan soal. ” Untung aku semalam belajar ” begitu fikir Ramli dan menerima lembaran soal dari pengawas dengan waktu 180 menit. Soal itu mengenai pengetahuan umum saja dan ditambah soal hitung-hitungan. Ramli mengerjakan soal dengan santai karena otaknya penuh dengan hitungan yang selalu dia kerjakan dengan rutin dan disiplin. Selesai mengerjakan langsung dikumpulkan ke pengawas dan diberikan pengumuman diterima atau tidaknya seminggu lagi lewat telepon, pengawas itu mengecek nomor hape Ramli sekali lagi. Nomor ujian ditunjukkan saat daftar ulang waktunya amat terbatas seminggu juga karena ini sudah gelombang kedua waktunya sudah mepet untuk penerimaan mahasiswa baru. Ketika hendak keluar halaman ada lima cewek menyapanya ” ini kak Ramli ya yang menang kontes model baru itu? ” Ramli tersenyum sambil mengangguk, teman yang satunya lagi berkata ” Waaahh seru nih bisa caper sama si dia.. ” Ramli minta pamit karena banyak tugas yang harus diselesaikan, cewek tersebut memperkenalkan diri ada Kirana , Diana, Priska, Warti dan Amira Ramli tak boleh sombong karena itu dilarang oleh pak Nanang maupun ibu Rani, karena dari merekalah nama Ramli akan beken. ” Ternyata tak sombong ya orangnya… mana cakep lagi.. ” ujar Kirana seusai ditinggal Ramli keluar. Ramli sampai dirumah langsung memakai seragam menggoreng dia kaget mencari sarung tangan dan sepatunya gak ada ternyata dipakai orang lain. ” Pak siapa laki-laki itu kok memakai sepatu dan seragamku ” tanya Ramli pada bapaknya. ” Ohhh dia itu.. ” Bapak memperkenalkan Mukidi , dulu yang membantu nenek menggoreng gelek dan untir-untir karena menganggur , ibu disuruh nenek memanggilnya lagi dan dia senang sekali menerima tawaran ibuk kamu. ” Tapi pak.. ” Ramli mencoba menjelaskan, tapi bapak memotong pembicaraannya. ” Biarlah kamu konsentrasi di kuliah kamu sambil mengecek seperti biasanya dan tetap bekerja di Rani Intertain , karena kamu sudah terikat kontrak jadi ambil peluang itu sebaik-baiknya .” Sisca menelepon meminta Ramli segera datang karena bu Rani dan pak Nanang sudah diperjalanan. Ramli pamit sama ibuk dan bapaknya dan bersalaman dengan Mukidi katanya “Selamat bekerja semuanya, maaf saya permisi dulu mas Mukidi. ” Ramli mencium tangan ibu, nenek dan bapaknya. Sampai di kantornya jalan Sriwijaya Ramli langsung menemui Sisca. Dia melihat mobil mazda2 di garasi sedangkan mobil bu Rani belum ada. ” Siang mbak Sisca ” ” Siang juga Ramli, itu sudah ditunggu Ivan” kata Sisca, Ivan yang mendengar suara Ramli langsung keluar ” Eh yayang Ramli.. my darling ayuk cepat pakai mike up… ” Ramli sebenarnya agak risih tapi memang itu sudah pembawaan Ivan yaaa… mau apalagi… Ramli harus membiasakan diri

Ibu Rani sudah datang dan meminta semua kumpul di ruang rapat , ternyata ada fashion yang membutuhkan Ramli dari batik keris dan meminta pengambilan gambar di hotel Novotel, tempat sudah di booking hari ini. Ada 25 macam batik serta model pakaian yang harus di ditayangkan lewat video dan foto, juru foto dan video sudah ada di hotel. Ramli sudah rapi juga maka mereka segera berangkat, sampai di hotel segera mempersiapkan pakaian dan bertemu dengan juru foto ( fotografer) dari Batik Keris yang sudah survey duluan untuk lokasi yang ada 5 titik. Sisca penata gaya mengatur posisi Ramli agar porposional pengambilan fotonya . Ramli memang menyenangkan orangnya tidak mudah tersinggung dan mendalami karakter tema nya sehingga cepat selesainya. Bu Rani dan pak Nanang bertepuk tangan selesai acara tersebut. Yang menonton penuh dan ingin berjabat tangan dengan Ramli yang keren tapi petugas keamanan melarang mereka serta menghalangi untuk menyentuh Ramli. Bu Rani dan pak Nanang mengantar Ramli masuk mobilnya dan segera pergi diikuti mobil Ivan bersama Sisca menuju kantor. Ramli disuruh memilih salah satu setelan yang ia sukai sebagai tip dari Batik Keris. Ramli suka sekali dengan model pakaiannya serta corak dan warnanya yang kental Indonesia banget. Foto grafer tiba dengan memberikan copyan video dan foto dalam fleshdisk sambil mengambil pakaian yang sudah dirapikan lagi dan berpamitan dengan Ramli sambil berkenalan ternyata fotografer itu namanya pak Burhanudin. bu Rani menanyakan apakah sudah punya sim dan akan menyerahkan mobil mazda 2 itu sebagai inventaris kantor untuk Ramli biar aman, Ramli minta waktu seminggu lagi dan kunci itupun diserahkan untuk melihat lihat dalam mobil tersebut. Karena sudah selesai Ramli ingin segera pulang . Sisca memberikan setelan batik itu pada Ramli sambil berkata ” Cepat simnya segera diurus kasihan itu mazda sendirian di kantor ” . Ramli tersenyum dan mengelus mazda2 itu. Ivan minta foto bertiga di depan mobil mazda 2 dan berselfi. Bu Rani dan pak Nanang sudah pulang tapi mereka masih ngobrol sambil makan bakso yang lewat di kantor. Pak Kasan penjaga kantor ikut makan juga karena diminta Ramli untuk bergabung.

Pagi ini Ramli khursus stir mobil sekalian mengurus simnya, lima hari Ramli sudah menguasai setir , terdengar pesan sms di hape Ramli tapi Ia asik menyetir dan ketika istirahat Ramli membacanya ternyata dari Akubank yang mengabarkan kalau Ramli diterima di Akademi Keuangandan perbankan selanjutnya segera menghubungi admin ibu Innayah dari jam 08.00 sampai jam 12.00. Perasaan senang dan bahagia memancar dimuka manisnya. ” Mas Tatang kita kembali kerumah dulu yok ” Pinta Ramli, mas Tatangpun mengangguk “Iya mas Ramli monggo jalan” . Ramli menyetir mobil arah rumah untuk mengabari keluarganya .

Ramli mendaftar ulang sambil menyelesakan administrasi, mas Tatang diminta seminggu full menemani Ramli sambil urus kuliahnya yang pindah tempat di STIKUBANK , Ramli mengikuti saja arahan kampus, dengan diantar mas Tatang Ramli mengikuti ujiam sim dan berfoto akhirnya Ramli memiliki sim sungguh luar biasa senangnya Ramli amat bersukur mendapatkan kemudahan menempuh study. Ramli menuju kantor bersama mas Tatang mengantarnya . ” Mas ini keren mobilnya” kata mas Tatang dan dijawab Ramli agak malu “Ini inventaris bukan milik sendiri ” ” Justru itu keren mas ” ” Trima kasih mas Tatang, doakan saja kerjaan saya lancar ya ” ” Aamiin mas ,dan mas Ramli sudah lancar menyetirnya dah dapat sim juga jadi saya sudah harus segera meninggalkan tugas ini dong ” kata mas Tatang agak sedih. ” Tapi bisakan bantu saya suatu saat ?” ” Tentu tapi telpon dulu ya mas ” kata Tatang dan Ramli memberikan tanda oke sambil tertawa lebar. Bu Rani sudah datang , mas Tatang mohon diri melanjutkan pekerjaannya. Pak Nanang menanyakan sim Ramli dan ingin keluar bersamanya. Bu Rani mengizinkan mereka keluar tapi jangan lama-lama karena menunggu tamu dari Soraya Modeling yang akan melakukan kerjasama. Pak Nanang senang dengan cara Ramli mengemudikan mobil itu. Sisca menelepon pak Nanang kalau tamunya sudah datang. Untung saja sudah dapat keperluan yang dicarinya dan juga dapat sate ayam kesukaan bu Rani. Rapat segera dimulai Ivan mendapatkan makeup terbaru yang akan dipamerkan di Semarang besok sore dan diperagakan Ramli yang ditemani Sinta model dari Soraya yang masih di Surabaya hari ini . Ramli pulang membawa mazda2 perasaannya begitu lega dan ingin menceritakan pada keluarganya. Lusi dan Ambar membantu membukakan garasi tangannya menggelayut dismping kakaknya Ramli dan segera masuk diruang keluarga yang sudah ditunggu bapak ibuknya yang begitu bangga pada Ramli anak sulungnya. Ibu menuangkan teh hangat untuk Ramli dan siap untuk berbicara. ” Bagaimana jualannya kemarin Lusi, mana pembukuannya . Lusi menyeeahkan buku dan Ambar menyerahkan uangnya , semua dicek Ramli. ” Nah, nanti kakak akan ngajarin kamu bagaimana membayar tempo makanan dari masing-masing ibu yang nitip makanan pada kita dan menghafal namanya dan k\kak minta maaf pada ibuk, bapak, serta Lusi dan Ambar karena jelang kuliah kakak banyak job mungkin sampai Luar Kota dan menginap beberapa hari, nih sim kakak, dan ini panduan kuliah kakak , kakak tetep awasi keuangan tiap ada di rumah dan kalian seperti biasa belajar sambil bekerja sampai keadaan kita membaik dan mencari tenaga kerja agar kalian bisa konsentrasi belajarnya. ” begitu penjelasan Ramli, tapi bapak minta kejelasan mobil itu. . ” Itu inventaris hanya dipinjami gratis sebagai transportasi Ramli biar aman ” begitu penjelasan Ramli. ” Nah mumpung ada mobil ayok naikin semua makanan ke bagasi, kita segera ke pasar .” kata Ramli. Mukidi diajak ikut melayani pembeli sedangkan Ramli mengawasi saja dan mendidik Lusi di pembukuan , keuangannya, pembayarannya dan penitipan makanan menggunakan nota. ” Oo.. jadi mas Ramli mau kuliah to.. Selamat ya mas semoga usahanya tambah lancar banyak yang nitip kue ” begitu ucapan para penitip makanan yang semakin banyak nitip kue – kue nya

Bersambung…