Ramli bingung Sherley memaksa ikut ke Indonesia dan sudah mempersiapkan segalanya ” Apa nanti kata ortu aku..?” melihat kebimbangan Ramli , Park Kim Sun memberikan penjelasan ” Maafkan saya, Sherley sudah saya ceritakan tentang rencanamu membuka klas mode, dia ingin menjadi pengajar dan mempelajari Indonesia dibidang fashion tak usah khawatir nantinya akan aku dampingi juga ” begitu kata Park Kim Sun dalam bahasa Inggris dan melanjutkan pembicaraan lagi , ” Dia sudah mantap tolong bantu dia ya..?” Ramli menghela nafas dan berkata “Baiklah,tapi saya di Semarang mengurusi kuliah dan akan segera ke Filipina sesuai prosedur pak Andreas bukankah begitu mister ?” Park Kim Sun yang masih belajar bahasa Indonesia menjawab, ” Sorry, but please follow hir wishes” ” Ok, I’ll take care of her”. Ramli menjawab dengan mantap dan membuat Park Kim Sun lega. ” Thank you …thank you..I owe you one” ” Dont think about it mister “. Ramli sambil tersenyun mengatakannya dan Park Kim Sun segera menghubungi Sherley. Rasa hati riang menemani perasaan Sherley yang masih menunggu keputusan Ramli, karena tak sabar Ia keluar kamar menuju ruang tamu disana masih ada Ramli dan ayahnya mengobrol. Dalam bahasa korean Sherley mengucapkan ” ayah, terima kasih bantuannya “.((
아버지 감사합니다 dia memeluk ayahnya dan memeluk Ramli sambil berkata ” when we leave ?” ” Soon maybe Sherley” Ramli membalas pelukan Sherley . Mereka bertiga membicarakan kepulangan Ramli . Park Kim Sun akan membelikan tiket tapi Ramli menolaknya karena sudah dipesankan Siska dan merekapun pulang bersama.Tiket Sherley sudah dibelikan bapaknya sampai Semarang.

Ramli menelepon bapak ibunya kalau sudah sampai Jakarta, dan menginap di Hotel Amaris karena yang paling dekat dengan bandara dan pagi hari segera ke Semarang. Pak Sarwo dan ibu amat gembira sepuluh hari tak ketemu Ramli rumah terasa sepi tak ada yang godain adik-adiknya. Lusi baru pulang selesai ujian , biasanya langsung tidur dan bangun belajar lagi, tapi kali ini Ia langsung bermalasan di sofa sambil nonton tivi . ” Buuuukk…kak Ramli kok belum ada kabarnya yaaaa..?” tanya Lusi sambil bermalasan tapi ibu masih sibuk di dapur sehingga tak mendengar malahan Ambar kaget mendengar suara Lusi, ” Kak Lusi ya…kok tumben lesu ada apa kak..?” Lusi mengambil nafas panjang. ” Panas sekali Mbar..tolong hidupin kipasnya dong…..”. Ambar mendekati Lusi sambil menghidupkan kipas. ” Kak….ujiannya kan dah selesai , kok kak Ramli belum pulang ya…?” ” Iya aku di tanyain temen-temen tentang kursus itu..”. ” Bilang saja nunggu kak Ramli ” jawab Lusi enteng. ” I ya sudah… tapi mereka tanya terus..!!” Ambar cemberut. Lusi tertidur di sofa , Ambar jengkel dan menemui ibuknya di dapur membantu membersihkan cetakan kue mangkok. ” Loh buk kok membuat kue mangkok , katanya sudah gak buat?! ” ” Ada yang pesan 75 biji, ayok dibantu masukin dalam dandang, keburu yang pesan datang . Anita berseri-seri dikabari Ramli pulang hari ini , dan besok pagi langsung ke kantor Anita mengurus KKN. Anita sudah mempersiapkan tugas-tugas Ramli dan kini tinggal menunggu kedatangannya . Taxi online berhenti di depan rumah, Ambar hanya melihat saja tanpa ekspresi ternyata Ramli yang datang ibu yang masih ngepak makanan melongok keluar dari jendela terlihat Ramli turun dan ibu buru-buru menyambutnya. ” Oalah anak lanangku bali ……Lusi ….. Ambar..kakakmu pulang !!” Lusi kaget dari tidurnya dan Ambar berlari mendahului ibuknya. Sherley menyalami ibuk dan Ambar ” Perkenalkan aku Sherley..”. Ibu menerima uluran tangan Sherley ” Saya ibunya Ramli dan ini adik bontotnya Ramli namanya Ambar ” , ” Yes I’m Ambar, I like to see you “. Ambar senang melihat Sherley yang cantik dan berkulit putih itu. Sherley mengeluarkan oleh-olehnya dan dibantu Ambar serta Lusi .

Ramli dan Sherley duduk di ruang tamu setelah ruang keluarga bersih dan beres mereka pindah dan di situ Sherley tercengang melihat foto dirinya terpampang di dinding . Ramli tahu Sherley tercengang dan kaget , ” It was Erlita’s photo at the zoo ” Ramli menjelaskan . ” I can hardly believe it /
나는 그것을 믿을 수 없다 ” spontan Sherley meminta foto itu diturunkan dan mengamatinya. Sherley video call ayahnya dan memamerkan foto Erlita , Park Kim Sun keheranan hampir tak percaya . Ketika mereka asik melihat-lihat foto Ramli mandi dan dilanjut Sherley. Ibu menghidangkan kue mangkok juga nagasari . Sherley menikmatinya sambil membuka oleh-oleh bawaan Ramli dan Sherley. Ramli mengajak ke Simpang lima dan menelepon Erlita diperkenalkan pada Sherley. ” Ayang, hari Sabtu aku di wisuda kamu bisa ikut hadir gak?”. Ramli menyanggupinya, sebenarnya ingin main ke rumah tapi Erlita masih ngepas baju toga dan Ramli pergi bersama Lusi , Ambar dan Sherley memperkenalkan kota Semarang di waktu malam . Ramli memburu es campur dan lontong opor , Sherley amat suka dan memvideokan moment itu dan mengirimkan ke sahabat-sahabatnya. Bu Sarwo bingung sebenarnya apa yang diinginkan Ramli sambil ngeteh bu Sarwo bertanya; ” Pak kenapa ya Ramli ..kok jadi banyak ceweknya, ibu kasihan Erlita tolong kasih tahu tuh anak kamu..!” Pak Sarwo nyengingis saja dan berujar ” Biarlah dia menentukan pilihannya bu.., persis aku dulu ceweke seabrek” Bu Sarwo melengos langsung melakukan penyerangan,” walaahh terus bangga..bangga..nurun pakne gitu yaaa..?” Pak Sarwo mesem dan melanjutkan pembicaraan, ” Bukan begitu maksudnya bu…. Mencari pendamping hidup itu tak mudah…bener gak..?” Bu Sarwo diam saja dan pak Sarwo melanjutkan. “Kamu tahu Mintarsih alias Mimin saingan kamu itu dulu aku tak pernah menjanjikan apa-apa padanya…tapi perasaanmu begitu peka dan Mimin ikut pakdhenya ke Bojonegoro Jawa Timur karena tak mau menyakiti hatimu , sekarang Ramli pun demikian , bapak yakin Ramli tak menjanjikan apa-apa pada gadis China itu. ” ” Bukan gadis China pak tapi Korea…” potong bu Sarwo . ” Yaaah .. manalah asalnya yang penting gadis itu baik dan tahu adab kesopanan , bapak kira Ramli akan tepat memilih demi hidupnya, orang tuanya dan adik serta saudaranya”.

Ramli sampai rumah jam sembilan malam , dia membawakan bapak ibunya lontong opor dan lumpia dan di berikan Sherley dibantu Lusi. Komunikasi Sherley mulai sering berbahasa Indinesia karena keinginannya sendiri, karena Lusi sudah selesai ujian dan banyak waktu membantu Sherley. Ramli menjelaskan pada Lusi kalau miss Sherley akan membantu mengembangkan khursus di klas modenya di Rani Intertain .Lusi dan Ambar amat senang menyambutnya , bapak dan ibu ikut mendengarkan penjelasan Ramli mereka puas menemani bapak dan ibu makan. Sherley tidur di ruang tamu Lusi dan Ambar di kamarnya tapi rupanya Sherley tak bisa tidur rasa nyeri badan Sherley baru terasa , ibu memanggil nenek untuk memijitnya mungkin kecapaian. Sherley kegelian karena tak pernah dipijit, tapi lama kelamaan Sherley tertidur. Ramli mengantar Ambar sampai depan sekolah, Ambar ketemu teman-teman MTsnya mereka pada menyerahkan berkas dan berkenalan dengan Ramli. ” Kak berkas formulir pendaftaran aku taruh di mobil saja ya..nanti kalau tercecer di sekolah”.

Seminggu lagi Ambar ujian Mts( setarap SMP ) hari ini jadwal sudah ditangan tinggal latihan soal yang seabrek per mata pelajaran tapi teman-temannya masih nanyain kegiatan fashionnya , mereka amat menginginkannya. ” Tenang saja tutornya sudah ada di rumahku, gadis Korea yang cantik jelita ” . Mendengar cerita Ambar mereka tambah ingin bertemu tapi Ambar tak kurang akal untuk menolaknya, dan merekapun bubar dan dilanjutkan mengisi soal-soal lagi.Siska dan Ivan datang mengajak Sherley ke jalan Sriwijaya kantor Rani Intertain sedangkan Ramli mengurus KKNnya di Bank Rakyat Semesta ketemu Anita. Sherley pamit sama ibu bapak Ramli dan akan ke kantornya bersama Siska dan Ivan Ramlipun pamit hendak kuliah,Sherley mencium pipi Ramli dan memberikan kiss goodbye. Ramli menyaksikan keberangkatan Sherley dengan tenang karena Siska pintar ngomong Korea. Sampai Bank Rakyat Semesta bu Anita sudah berada di ruangan teller mengawasi transaksi pagi itu,melihat Ramli datang bu Anita menyuruh langsung ke ruangannya.Anita menangis menerima hadiah dari Ramli air matanya dihapus Ramli pakai sapu tangannya.Ramli memakai dasi yang kontras dengan kemejanya dan kelihatan gantle, Anita amat suka dengan tampilannya pantas saja banyak cewek yang takluk dengannya.Anita memberikan perintah yangg sesuai dengan tugasnya mulai dari laporan keuangan sampai ke teller harus dikuasainya.Waktu makan siang Anita mendengarkan Siska menelepon Ramli dan Sherley menceritakan pengalamannya bersama Siska yang mengajak Lusi mengisi data pengikut klas fashion juga bertemu dengan Sinta dari Soraya Modeling.Ramli merasa nyaman kabar yang didengarnya dan hadirnya Lusi mengikuti jejaknya benar-benar rak disangka.

Bersambung…