Cerbung

DERITA KEHIDUPAN episode 3 – Jambu Air

January 11, 2019

Charis menantu yang baik dan selalu menurut perintah mertuanya, Dewi sang istri yang merupakan anak sulung keluarga Bapak dan Ibu Pahwono sangat bertanggung jawab terhadap adik adiknya. Orang tua Dewi seorang petani yang memiliki tanah dan sawah yang luas. Karena Charis ingin bekerja di bidangnya yaitu di elektrika dan tetap tak mau terjun kedunia pertanian tapi demi menghormati mertuanya Charis memutar fikiran dimana biar tetap bekerja dan tetap menjalankan pertanian, Charis mencoba membaca buku-buku tentang pertanian dan memulai mengikuti kursus tentang penanaman apa saja yang dimulai dari awal, meskipun gajinya belum menyukupi untuk memenuhi kebutuhan Charis harus meluangkan waktu untuk belajar menanam, pengalaman pertamanya dengan menanam jambu air madu deli yang dibantu bp.Saiful Anwar, SP di Sleman Yogyakarta. Mulai dari cara menanam merawat dan memanen. Uang hasil kerja ia belikan pot tanaman dan pupuk . Charis sangat tekun dalam belajar susahnya ia kesulitan mencukupi kebutuhan rumah tangga sehingga orang tua ikut membantu kebutuhan makan sehari-hari. Setiap habis gajian Charis membuat tabulam pot jambu air madu Deli Hijau sepuluh pot. dengan diameter kecil, dan memilih bibit yang baik sebanyak sepuluh pot polybag, Charis meminta Dewi untuk bersabar dan pak Pahwono ikut membantu Dewi dalam usaha pertanian yang Charis jalani. Disamping rumah, Charis menanam Tabulam Pot bermaksud agar istrinya mau menyiram jambu air tersebut dua kali dalam sehari bila Charis sedang bekerja. Dua minggu sekali Charis memberinya pupuk NPK, dan Dewi selalu menyiram setiap hari . ” Pak tagihan airnya mas Charis belum kasih uang gimana nih…?” tanya Dewi pada pak Pahwono yang ikut membantu ekonomi anaknya itu. ” Ya nanti bapak bantu membayarnya..apa suamimu belum kasih uang nduk…? ” Kemarin uangnya dibelikan pupuk, dan listrik belum diisikan pulsanya ” kata Dewi hampir nangis. Karena gaji Charis masih pas-pasan .

Sejak menikah mas Charis belum bisa memberi nafkah disebabkan menuruti mertuanya agar bertani karena tanahnya luas milik orang tuanya Pahwono yang merupakan warisan karena Pahwono anak tunggal, kini anaknya diberikan tanah tersebut, anak pak Pahwono perempuan semua ketiganya dan Dewi yang lulus SMA sudah bekerja diperusahaan tekstil tapi begitu menikah harus keluar maka pak Pahwono menganjurkan untuk bertani saja. Pak Pahwono menanam padi dan sayuran sebagai pemenuhan kebutuhan makan dan lain-lain , beliau amat berharap Charis bisa mewujudkan cita-citanya dalam bertani , adik-adik Dewi masih SMP dan SD masih banyak kebutuhannya mendatang. Bulan ke tiga Charis meneliti tanamannya dan menemukan calon bunga di buah jambu airnya, Charis senang sekali ternyata usahanya bisa membuat tanaman itu berbunga, Charis tiap dua minggu sekali gak pernah absen memberi pupuk dan Dewipun gak telat menyiramnya, ketika mertuanya melihat kebun jambu yang masih sedikit yaah…karena dana masih kecil dia ikut memeriksa tanaman jambu air Charis dan melihat banyak bunga di bagian belakangnya. ” Nduk…nduk…mrene…delokno iki..jambune wis arep pada kembang…?!” Dewi mendengar panggilan bapaknya yang mampir melihat-lihat tanaman Charis dan ikut melihat calon bunga di pohon Charis, Dewi segera menelepon suaminya dan bercerita tentang pohon jambu airnya. Charis bersyukur hasil kerjanya mulai menampakkan hasil, dan sepulang kerja Charis melihat mertuanya masih duduk di teras dan segera menghampiri Charis menuntunnya ke kebun samping rumahnya. ” Lihat ini Ris..sudah banyak calon bunga…..” Aris tersenyum ” Alhamdulillah pak besok Minggu akan saya cek semua calon bunga.

Pag-pagi pak Pahwono ke rumah Dewi dan menuju tanaman jambu airnya Charis, ternyata Charis sudah di sana dan mengecek bunga-bunga bermekaran, Charis memotong daun yang jelek dan mengganggu tanaman berbunga, pak Pahwono ikut membantu, Dewi membuatkan kopi bapaknya dan menggoreng pisang dari bapak yang tadi dibawa dari rumah. ” Pak kopi sama pisang gorengnya sudah matang segera diincipin” kata Dewi senang. ” Iya sebentar lagi nduk ” jawab bapak. Seminggu kemudian Charis membungkus plastik calon buah sabil memotong daun yang menghalangi pembuahan agar sukses. Sampai juga masa panen pertamanya dan mendapatkan rata-rata 17 kilo per pohon padahal satu kilonya tiga puluh ribu, Jambu air madu deli hijau itu besar-besar berkwalitas A karena panen perdana yang sukses ada pedagang yang meminta dikirimi sebagai pengepulnya. Charis mendapat keuntungan Lima juta rupiah kali lima pohon dia membeli pot lagi dua puluh ukuran 40 cm lebih besar dari yang dulu juga membeli medianya termasuk bibit tanaman pilihan terbaiknya. Jambu air deli hijau itu berbuah terus, sampai setahun bisa tiga kali panen. dan tanaman keduanyapun ikut berbunga hasil panen keduanya diberikan mertuanya karena untuk kebutuhan adik-adik Dewi.

Pak Pahwono berkata pada Charis akan melepas tanah nya dua hektare untuk Dewi dan sebagai warisannya serta mau membantu adik-adiknya untuk bertani sementara tanah adik-adik Dewi dikelolakan juga untuk berkebun buat kebutuhan pendidikan mereka dan lain-lain, karena bapak mau konsentrasi di sawah untuk biaya naik haji lima tahun yang akan datang. ” Inggih pak matur nuwun akan saya jaga warisan bapak dan akan saya balik namakan Dewi untuk adik-adik biar tetap nama bapak saja tapi lahan akan saya gunakan untuk keperluan mereka juga untuk bapak dan amal jariyah bapak” Begitu jawaban Charis membuat hati bapak mantab. ” Tapi kamu masih kerja di perusahaan Listrik itu kan Ris..?” ” Iya pak masih kan bisa buat tambahan hasil kerja luar pak” Pak Pahwono merasa nyaman “Tapi kenapa Dewi belum hamil-hamil ya Ris..? ” Belum dikasih sama Allah kali pak…?!” jawab Charis sedih. ” Yaaahh….yang sabar ya Ris….pasti nanti dikasih Allah ” mertua Charis menegaskan. Charis kaget ketika Dewi ternyata mendengarkan pembicaraan antara mertua dan menantu, makanya Charis diam dan Dewi mendekati bapaknya. ” Pak rencana mas Charis mau menambah Tabulam Pot nya bagaimana menurut bapak..?” Dewi minta pendapat bapaknya dan di jawab ” Terserah suamimu saja kan sudah bapak serahkan semua tanah pada kamu dan suamimu, cuma…bapak minta tolong batas untuk adikmu diberi tanda pohon jambu yang kanan untuk Putri dan yang kiri untuk Dinda serta batas akhirnya di tanami pohon jambu air juga biar lebih afdol Wik ” begitu pesan pak Pahwono yang bekerja keras demi cita-cita mereka berangkat naik haji bersama. Charis lega karena telah mengira istrinya mendengar pembicaraan nya sama bapaknya ternyata malah menceritakan Tabulam Pot.

Dewi hamil, Charis senangnya bukan main, berita baik ini langsung disampaikan mertuanya, ” Pak aku mau sukuran atas kehamilannya Dewi ” Kata ibu Pahwono memberikan semangat dan ucapan terima kasih kepada Gusti Allah yang mengatur rizeki. Putri ikut membantu ibunya juga Dinda karena akan diadakan pengajian dan Kekahan Charis karena belum diakekah. “Semoga cucu dan anak saya diberikan keselamatan serta kemudahan saat lahir nanti” Pengajian ibu-ibu itu banyak yang hadir dan waktu pulang dibawakan buah jambu air satu kilo satu kilo. Jambu air mbak Dewi manis banget , segar, dan banyak airnya. ” Mbak Dewi maaf apa pak Charis dulu sekolahnya di Pertanian ….? kok pinter menanam juga merawat jambu airnya” tanya tetangga Bu Pahwono .” O..tidak Bu Dahlan …suami saya itu lulusan STM Listrik makanya kerjanya di Elektrikal dan mengerjakan jaringan listrik dari PLN ” jawab Dewi menjelaskan . Dewi merasa kandungannya sudah mencapai empat bulan dan sudah saat ngupati agar kandungan Dewi kuat, pada waktu tujuh bulan diadakan acara Mitoni agar anak pertamanya dilindungi oleh Allah SWT sampai besar nanti . Putri adik Dewi lulus SMA dan disarankan Dewi agar meneruskan kuliah mengambil Pertanian supaya pandai mengatur tanaman karena untuk merawat tumbuhan jambunya yang sudah ditanami yang kini baru berumur tiga bulan. Putri menuruti kakaknya . Dinda naik ke kelas enam SD tapi sering membantu Dewi menyiram bahkan sekarang pekerjaan menyiram jambu dipertanggung jawabkan pada Dinda sedangkan Putri memberikan pupuk setiap dua minggu serta membersihkan dan merapikan semua tanaman yang tumbuh disekitar lahan tersebut. Batas akhir tanah Dinda ber dampingan dengan tanah orang tuanya yaitu milik pak Pahwono dan ditanami jambu air juga .

Tiba saatnya melahirkan, Dewi muter-muter sana sini seperti orang bingung…perutnya rasanya kontraksi tapi suaminya ditelpon sibuk, Putri yang mengantarkan ke rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta dengan membawa motor metiknya. Baru masuk rumah sakit Dewi sudah mengeluarkan air ketuban, dokter segera membawa ke tempat persalinan dan dokter Lusi yang selalu memeriksa kandungan saat itu menenangkan Dewi agar slow dan jangan mengejan kalau belum diperintah. Putri disuruh keluar ruangan dan menelepon bapak dan ibunya yang saat itu masih disawah karena jelang panen padi. Pak Pahwono menyuruh tenaga kerjanya melanjutkan pekerjaannya . Pak Pahwono dan ibu menuju RS hatinya berdebar-debar juga senang sebentar lagi akan melihat cucu pertamanya. Putri mengirim pesan lewat WA kepada iparnya mas Charis kalau Mbak Dewi sudah berada di Rumah Sakit Panti Rapih dan sudah ditangani dokternya dr.Lusi. Charis masih rapat dikantor PLN hape dimatikan tapi dia mencium bau kunir di ruangan rapat, baru setelah rapat berakhir jam 14. 00 ia menghidupkan hapenya, pesan yang masuk banyak sekali dan membaca dari Putri adiknya ” Mas tlah lahir dengan selamat dengan jenis kelamin laki-laki Putra dari mas Charis dan mbak Dewi sehat wal afiat beserta foto bayi tersebut. Charis menangis mengucap puji syukur atas kelahiran putra pertamanya. Dia menelepon Putri menanyakan kakaknya serta bayinya saat ini dan akan segera ke Rumah Sakit kalau sudah sampai kantor. Charis tak henti;hentinya berucap syukur ketika masih kerja di elektrik dan masih yunior dengan keadaan yang memprihatinkan serta menuruti mertua harus menjalankan usaha pertanian, harus belajar bertani dan semua itu biaya ia pikul sendiri Dewi makan bersama mertua, dan setelah pertaniannya jadi dan sukses kantor juga memberikan kenaikan jabatan. Ya Allah itu adalah kehendakMu… memiliki istri yang patuh pada suami dan orang tua, meneima apapun yang harus dilalui mengalir bak air ternyata inilah kehendakMu Ya Allah . Bapak sedang mengadzani cucu pertamanya sebagai DP WA nya. Charis menggendong AlGevecht putranya dan Dewi memeluk suaminya.

Bersambung….