Cerbung

DERITA KEHIDUPAN- episode 2 – Pengemis Nakal

January 7, 2019

Wahyu dan Ratna baru saja melangsungkan pernikahan , padahal Wahyu sudah memiliki anak dan istri, tapi Ratna tak mau tahu kebenaran berita itu. ” Namanya saja kawin sirih bu Sartono…gak usah dipikirin malah kita jadi sewoten…dah ….biarkan saja mereka yang penting sah pada agama soal nanti ada surat apa-apa mereka gak bakalan dapat perhatian sama pemerintah” kata Bu Indah sambil mulutnya manyun, karena bu Sartono memang orangnya criwis dan suka membicarakan orang lain yang bukan urusannya. ” Habis dia begitu dadakan mulai membeli motor terus kulkas dan rumah , eehh..malah barusan dibeliin mobil…kemayu banget dia bu Indah..kalau jalan gelang sama kalungnya di keluarin biar kelihatan dimata tetangganya…purak-purak geleng-geleng kepala lah…kegerahanlah…minta dipijit tangannya yang kecapekan mencuci pakaian….. kemayu banget pokoknya…padahal dulu sering pinjam uang bu Titik untuk naik angkot …huh sombongnya sekarang….” bu Sartono mangkel banget melihat polah tingkah Ratna anak bu Sukarmi pekerja laundry di pasar Demangan di Yogyakarta. Bu Indah istrinya pak RT juga agak bingung sebenarnya, Ratna itu dulu pekerja di pabrik kaos Dagadu tapi semenjak berhubungan dengan Wahyu beberapa bulan sudah memiliki apa-apa yang sulit dijangkau bahkan Ratna hendak pindah rumah mewah dikawasan elite di Sleman. ” Bu Sartono dekati saja Ratna kalau pingin tahu kegiatannya, kan ada Elie anak sampeyan bisa ikutan kerja. ” Tapi Elie masih kuliah bu Indah…., walaupun sering absen karena uang hasil kerjanya sering dipinjam bapaknya dan belum punya motor kasihan Elie…… ” rasa sedih bu Sartono pada anak gadisnya. ” Dicoba saja siapa tahu Elie minat….dan bisa ikut bahagia sama Ratna. saran bu Indah pada bu Sartono karena ngomongin orang terus kerjanya.

Mumpung masih pagi Elie dan Bu Sartono datang kerumah Bu Sukarmi ibuknya Ratna yang sama-sama penduduk Karangwaru Tegalrejo Yogyakarta , ingin ketemu dengan Ratna siapa tahu Elie bisa ikut bekerja sama mbak Ratna. “Bu Sukarmi masih dandan akan berangkat ke Laundry dan mbak Ratnanya ada di Sleman dirumah barunya, sebentar saya panggilkan ibuk ” begitu kata pembantu bu Sukarmi. Bu Sartono semakin heran dulu bu Sukarmi pekerja laundry kok sekarang malah punya pembantu dandan lagi .. .wadalah….kabar seru banget iki begitu isi hati bu Sartono. ” Weeelah ono dayoh to….monggo bu Sartono pripon wontenopo tumben – tumbenan mampir. ” ” Niki lo bu …Elie pingin pinanggih mbak Ratna mau cari kerja kalau ada tempat lowongan ” kata bu Sartono memelas. Bu Sukarmi menelepon anaknya Ratna yang di Sleman. “Nduk kapan kamu pulang….ini ada bu Sartono kemari, katanya anaknya butuh kerjaan …la kamu kan butuh asisten …… Iya Rat, anaknya bu Sartono ….ndak tahu….ya mungkin Elie ambil siangnya untuk kuliah kali….owh gitu…yo wis tak suruh nunggu yo…?” begitu pembicaraan yang di dengar dari bu Sukarmi dan Ratna. ” Bu Sukarmi mengajak sarapan yang sedang di siapkan Wartini pembantunya dan Bu Sartono matanya mulai jelalatan melihat-lihat isi rumah tersebut, ” Wah..wah..rumah bu Sukarmi bersih dan rapi…mana perkakasnya lengkap dan baru.” begitu bu Sartono menyanjungnya. ” Yaaahhh…hasil kerja yang ditekuni Ratna bisa menjadi seperti ini, kalau Elie mau membantunya bisa kok…seperti ini..?!” ” Wah…hebat ya mbak Ratna, buk saya harus mencobanya….boleh ya saya ikut kerja mbak Elie…?! ” Elie merayu ibunya. ” Ya kita tunggu dulu mbak Ratnanya apakah kamu diizinkan membantu…” jawab bu Sartono berbunga-bunga. Sambil makan dan crita ngalor ngidul akhirnya Ratna sampai dirumah membawa mobil Avansa sendiri, bu Sartono ikut keluar menyambut mbak Ratna dan menyalaminya termasuhk Elie calon karyawatinya. ” Ini Bu Sartono ya…? dan ini Elie…yang mau kerja…?” Ratna memanggil Wartini untuk mengambil beberapa dos makanan yang di dalam mobilnya . Mereka duduk di ruang tamu dan Elie diajak masuk Ratna di kamar kerjanya. Lama sekali Elie dikamar Ratna dan keluar sambil senyum ceria ” Kamu bawa motor milik saya saja yang lama dan nanti kesini lagi biar ditrining mas Rohadi. ” dan dijawab Elie:” Siap Bos , Elie pulang dulu ngantar ibuk baru kesini lagi “. Elie membawa sepeda motor mbak Ratna, serta dibawakan satu dos ayam goreng yang dibawanya tadi dikasihkan bu Sartono.

” Lumayan sekali dipinjamin motornya mbak Ratna dari pada jalan kaki kurang lebih 40 menit, terima kasih bosku ” sambil menunjukkan uang lima puluh ribuan sebanyak empat lembar dan dua lembar diberikan untuk ibuknya. Bu Sartono gembira sekali ,” Apa sebenarnya yang dibicarakan antara kamu dan Bos Ratna nduk..?” ” Pembicaraan ini khusus untuk karyawan dan bosnya buk , orang lain gak boleh dengar meskipun ibuk atau bapak , agar bekerja lebih bertanggung jawab dan aku boleh kuliah kalau sudah lancar mengurus kerjaanku , aku mau ambil cuti satu bulan kuliahku gak apa-apa ya buk biar lancar triningnya.” ” Yo ..terserah kamu karena itu pilihan terbaik kamu….kuliah jangan ditinggalin kalau bisa….” Elie nyemil ayam goreng dari mbak Ratna dan minum air putih terus berangkat lagi. Mbak Ratna dan Rohadi sudah menunggu Elie untuk di trining dan masuk kamar disebelah kamar Ratna di ruang berbekalan. Rohadi menunjukkan beberapa nama bahan tersebut ada sekitar 14 nama bahan yang disuruh menghafalkan dan ditinggal Rohadi menemui mbak Ratna,” Kalau kamu sudah hafal semua segera keluar dan akan aku test ” begitu kata Rohadi bagian perbekalan ” Mas sudah hafal ….coba di test” Elie berteriak mencari Rohadi tapi yang dicarinya tak ada ” Wartini menemui Elie dan berkata, ” Barusan keluar dijemput pak Wahyu mbak….” Elie bersungut-sungut tapi kemudian tersenyum karena mbak Ratna yang akan menguji testnya dan memasuki kamar perbekalan.Ratna senang karena Elie begitu cerdas dan mengerti maksud tujuannya.

Kini Ratna membuat contoh pembuatan luka busuk, Elie memperhatikan tekniknya, alhasil Elie bisa membuatnya dan malahan lebih dari satu contoh . Elie bisa membuat sepuluh macam luka baru dan luka permanen malahan bisa mewarnai muka buruk dengan make up kecantikan yang disediakan , Ratna girang baru kali ini menemukan wanita secerdas Elie, maka Elie dinyatakan lulus selanjutnya besok akan melakukan praktek di Sleman. Rohadi pulang bersama pak Wahyu lalu mencari Ratna dan Elie , Pak Wahyu menemukan mereka diruang makan .” Ayok makan sayang….ini Elie yg sudah lulus test dan bisa mewujudkan yang enggak ….jadi iya oke deh” Wahyu senang sekali dan memanggil Rohadi membawa empat orang yang sudah siap jalan dibawa kesini. Rohadi segera pergi dan menyiapkan empat orang untuk jam eksperimennya Elie . Elie dipuji-puji Ratna sambil menikmati makan siangnya sementara Wahyu melihat Elie dan ingin segera mengujinya. Elie yang pernah kursus salon dan ingin membuka salonnya terganjal karena uangnya dipinjam bapak dan tak dikembalikan sampai saat ini tapi Elie sudah merelakannya karena kasihan ibuk sering diomeli terus. Makanya ia mahir merias wajah orang dan bisa menyesuaikan bentuk mukanya. Rohadi datang dan membawa empat orang dua wanita dan dua pria. Empat orang langsung disuruh Elie masuk ruang perbekalan dan Elie meneliti postur serta muka mereka satu persatu. Tapi karena ada wanita maka Elie mengurungkan maksudnya. ” Enggak apa-apa El mereka sudah biasa santai saja aku juga mau lihat kok sama mas Wahyu kecakapan kamu” Elie menyuruh mereka melepas pakaian nya dan memakai beha dan underwarenya lalu meriasnya. Sekali pegang Elie bisa memoles empat orang itu seperempat jam muka sudah mulai tampak dan ketika finishing bukan main membuat wajah mereka tak dikenali. Ada yang muka pucat dan pesakitan , ada yang wajahnya memelas sekali ada yang buruk muka karena bekas kena cacar, dan muka bopeng serta tua wajahnya. Satu jam mereka dimake up dan di remover ketika Wahyu dan Ratna melihat jadi plonga-plongo….” Gilaaa….hebat banget kamu” dan Elie mendapat tip uang dari Bos Wahyu empat ratus ribu. Selanjutnya mereka masuk mobil yang sudah dimasukkan garasi terus memakai pakaian dinas mengemis. Rohadi membagi mereka di Alun-alun Kidul di jalan Bantul, di jalan Parangtritis, di jalan raya Yogya dan di Musium Benteng Vredeburg lalu Rohadi balik lagi berkumpul dengan Bos Wahyu , Ratna dan Elie. dan menyerahkan uang satu juta dari empat orang tadi. Datang pak Warto menyerahkan uang dari Lokasi Prambanan, ” Masak cuma empat juta War..?!Itu kan kawasan ramai…masak delapan pengemis gak ngangkat…?! ” ” Lo…tadi banyak kok pak …coba saya lihat mungkin ketinggalan di mobil. ” Tenyata benar ada dua omplong yang belum kehitung oleh Warto. ” La ini baru Riil ..sudah kamu beri imbalan semua pengemis itu…? ” ” Sudah beres Bos dua ratus ribu tiap orang ” Bagus…ini seratus lima puluh untuk kamu, terus siang ini bagaimana ?” tanya bos Wahyu pada Warto ” Dimobil ada lima orang minta di proses sekarang dia butuh uang bos dan minta antar jemput”. “Baik.., El ada kerjaan buat kamu…laksanakan secepatnya ni buru-buru sudah kesiangan setengah jam” kata bos Wahyu dan dijawab Elie ” Beres siap bos ” Warto menurunkan lima orang satu diantaranya masih remaja. Semua dipermak Elie dan ditambahi luka model permanen. dan segera masuk garasi ganti baju dinas pengemis, Warto langsung cabut setelah makan siang di rumah Ratna. Begitulah pekerjaan Ratna dan suaminya Wahyu Setiap hari dia bisa mendapatkan lima juta bersih dan Elie mendapatkan kurang lebih satu juta setiap harinya sedangkan Rohadi dan Warto mendapatkan tiga juta setiap bulannya sebagai gaji tetap. Dari sekian pengemis ada yang pegawai juga karena mereka terlilit hutang dan harus mengemis untuk mencukupi keluarganya dengan dipermak dahulu agar tak dikenal teman ,tetangga bahkan keluarga. Wahyu kadang keluar kota untuk menghindari perhatian orang lain dan menjauh dari keluarga dengan mengirim transferan uang seminggu sekali untuk keluarga besarnya sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah, dan Ratna tahu itu.

Seminggu bekerja Elie sudah bisa membeli kulkas dan kemudian membeli mesin cuci selanjutnya Elie menabung dan memperbaiki rumah orang tuanya, tapi Elie tak pernah cerita apa pekerjaannya. Bu Sartono diam saja dan menuruti apa kata Elie temasuk ketiga adik Elie begitu penurut.

Bersambung….