Cerpen

CINTAKU BAGAI PELANGI

October 3, 2018

Priska memandangi dirinya sendiri dikaca,” Apa sebenarnya kekuranganku…aku tidak jelek,  tubuhku bagus semampai, aku bukan tipe perempuan o on ,  IPK ku juga lumayan, kenapa aku selalu dikecewain cowok…?   ”  perasaan Priska tak menentu” Aaaahhh malas aku ke kampus..”    Priska ngambeg kembali ngasur lagi. Hape bernyanyi ia biarkan begitu saja padahal dari Anita sahabatnya, karena gak diangkat akhirnya wa nongol. ” Uuuuhhh…siapa sih ganggu aku….? Astaga Anita…” Priska ngaca sebentar dan langsung stater motornya menuju kampus tanpa melihat isi pesan tersebut, tiba-tiba ia di stop anak-anak ngamen ” mbak di depan ada tilangan, mbak gak pakai helm pasti kena ciduk, putar balik lewat gang sempit ini mbak. Tanpa pikir panjang Priska lewat gang kecil dan ngucapin “trima kasih dik ” semrawut fikiran di otaknya dia jalan gak tentu arah lewat di gang kecil ini membuat Priska tambah bingung bin mumet akhirnya ia berhenti ditempat penjual pecel, Priska minta es setup dan pecel mie tahu petis. ” Mbak ma’af itu motornya masih nengah, tolong pinggirin” parkir kampung kesulitan atur, melihat Priska asik makan tak mendengar keluhan parkir, laki-laki sebelahnya membenarkan motornya untung laki-laki itu tahu motornya Priska karena hampir bersamaan masuk diwarung pecel tersebut. Priska membaca sms dan wa yang belum terbaca..” OOla..la .. Anita ngerjain aku lagi ternyata helem ia pinjam kemarin sore…kenapa aku juga lupa..? ” Sepertinya Priska merasakan keanehan dalam dirinya akhir-akhir ini. Priska merasa dirinya strees , selalu menyalahkan orang lain padahal ia sendiri yang meminjamkan helm. Priska pulang ke rumah, karena tidak bisa konsen fikirannya dan harus melewati jalan kecil lagi..sampai rumah juga dia, meskipun rancau pikirannya tapi masih aman sampai rumah.  Dia langsung shollat maghrib, kekacauan hatinya ditumpahkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa… lama Priska tidak melakukan shollat sehingga tatanan hidupnya morat-marit untung dia segera sadar.” Ya Allah.. apalah artinya aku di hadapanMu, Yang meninggalkan Kamu menuruti keegoanku, aku mohon ampun padaMu, Ya Allah ampunilah dosa-dosaku…tunjukkanlah aku jalan yang lurus.

Pintu bell di rumah berbunyi, bibik Rosmala membukakan pintu, tapi bibik belum pernah melihat laki-laki ini sehingga menutup lagi , ” maaf om saya tidak pernah lihat om kesini, om namanya siapa dan mau apa..?”  ” Saya Aditiya temennya mbak Priska” ” bibik Rosmala lapor mbak Priska dulu om”  terpaksa Aditiya menunggu lagi. Karena penasaran Priska menemui orang itu,” Lo…kok kamu…” Priska mengingat-ingat laki-laki itu. ” Iya , ini tasnya ketinggalan…..dan makanannya sudah saya bayarin”  “Astaga.!!!iya…masuk dulu mas…siapa tadi..?” ” Aditiya mbak Priska”  Aditiya duduk diteras disuruh masuk ruang tamu. Priska mengecek tasnya, dan masih utuh gak ada yang hilang. Bibik Rosmala membuatkan es teh dan aqua gelas, Priska keluar dari kamar dan menemui Aditiya.

” Maaf mas Adit nunggu lama ”

” Gak apa, bagaimana ada yang hilang..?”

” Gak ada,,lengkap, terima kasih ya sudah di slametin tas saya, terus bon makan saya bagaimana nihh?”

” Sudah aku bayar tadi, aku kesini hanya ngasihin tas kamu saja, ya maaf aku cari alamat kamu tak ada..dan kebetulan ada temen kamu yang kasih tahu Anita namanya yang kutemuin di buku kamu, maaf dah buka-buka, karena disitu ada KTP, KTM,ATM , VISA , SIM, dan juga STNK  dan juga hape yang terkunci…itu yang harus aku kembalikan….ngomong-ngomong kamu asli Jogjakarta ya…kok bisa lalai gini…apa banyak masalah..? maaf..hanya ingin tahu saja..maaf ”

” Iya..akhir-akhir ini memang aku banyak masalah..sebenarnya aku cuma mau isi SKS saja karena habis liburan yang mengecewakan”

” OOH..ya sudahlah …semoga sekembalinya tas itu tak akan kecewa lagi, aku pulang ya Pris..?”

” Mas..bentar …mas Adit ini dari mana , kuliahnya dimana, kok sepertinya aku pernah lihat…?!”

” Okey …ayo kita kenalan nama Saya Aditiya Kurniawan , asal  dari Bandung , disini ngekost di Pandanaran, kuliah di kedokteran UNDIP sementara saya jadi koas di Rumah Sakit Umum dr Kariadi Semarang saya asistennya dokter Ariyawan dan tahun ini saya di wisuda.

” Saya Priska Wulandari, saya masih nyusun scripsi dan perbaikan nilai, kuliah di USM jurusan Ekonomi saya mengucapkan terima kasih untuk pertolongannya ” Priska begitu lancar gak seperti biasanya mungkin karena pembawaannya Aditiya yang enggak basa-basi sehingga menular yang diajak bicara.

“Ini nomor hape saya, aku call ke hapemu nomor berapa..?” Priska memberikan nomor hapenya, “nah itu nomor saya..aku simpan ya nomor kamu…trima kasih Priska…met malam ”

” Met malam mas Adit…” sahut Priska, perasaan aneh singgah dihati Priska, luka yang lama seolah -olah pudar. Anita menelepon Priska, dan meminta maaf belum mengembalikan helm. ” Kamu tuyaa…maaf terus yang singgahin aku mbok bawain es campur gitu..Semarang panas niihhh” Iya ..ini aku sama Mita adik aku luncuran ke situ”

” Es campurnya ikut meluncur kagak..?”

” Iya…iya….aku bawain” Anita  bersama Mita ngebut ambil es campur pesenannya sekalian beli tahu petis prasojo jam 20.00 sampai di rumah Priska, Bibik Rosmala menyiapkan wadah buat es campur mbak Priska , Anita dan Mita. ” Ini esnya sisa satu buat bibik ya mbak Anita..?” tanya bibik Rosmala  “Iya bik silakan di minum bareng-bareng semeja  kata mbak Priska bawain sekaliantahu petisnya ya..?’

” Gih …mbak ..hmmm harumnya tahu petis ini ” bik Rosmala mencium bau tahu petis

” Bik sini sekalian kok malah mojok” Priska meminta bik Rosmala nggabung, tapi bibik gak mau

” disini saja mbak.. ”

” Bagaimana Aditiya ? diem-diem kamu dah dapat pengganti Jayadi yo…?” Anita bertanya pada Priska “Pengganti…pengganti..emangnya apaan Jayadi itu, pura-puranya sih persahabatan , terus coba-coba nempel.., trus ngajak seriusan..buntutnya sih minta inilah..minta itulah, kalau gak dituruti ngambek….bosan aku ngladeni dia Nit”

” Tapi katanya Jayadi kamu masih sayang sama dia..?!” Anita memancing

” Sayang apaan …nih tonjok kalau kesini,  Jayadi itu mah Bulsit, merayu saja kerjaannya, aahh sudahlah..gak usah ngomongin dia ntar dikira aku ada rasa sama dia..enggaklah..cuman mangkel aku sama dia..!! polah tingkaknya itu tujuannya apa..udah ah Nit jangan omongin dia lagi!!”

” oke..oke…marahnya reda dulu..kita minum es campur lagi ” goda Anita

” Kak tahu petisnya gurih nih..hmm..enak…ayok kak Priska

” Kak Jayadi …aku makan engkau…aku gigit-gigit…aku koyak-koyak..nyam..nyam..remuuuk kau..!!!

” Bikin runyam saja kamu kak Jayadi aku balas engkau dengan gigitan kak Priska…ayo kak Priska gigit tahunya seperti Mita, trus ditarik-tarik gini…iiiiihhh..mantab..lega kan sekarang..?”

Begitu Mita mengajari membalas kemarahan Priska sama Jayadi.

” Ha..ha…ha…..tak untir..untir…iihhh…iiihhh..” Priska mengikuti gaya marahnya Mita

” Iya ..ya… lega..kamu top bener ngasih solusi penghancur kemarahan ” kata Priska sambil makan tahu petis.  ” Anita ,Mita kalian sudah bawa ganti ?” Priska menanyakan pakaian gantinya mereka berdua karena mereka datang malam tentu harus nginap.

” Iya ni aku bawa. Anita menunjukkan pakaian gantinya dan itu helemnya di kursi

” Besok berangkat jam berapa..Pris ? ”

” Jam 10.00 ya…kita bobok yook..ngantuk nii…”Priska mengantuk sekali , tapi setelah badan nempel kasur malahan kethap kethip, ia teringat Aditiya yang begitu tulus menolongnya.

Hand phone berbunyi ternyata dari Aditiya

“Hallo..” suara Priska

” Hai..maaf belum bobok ya..”

” Kamu sendiri juga belum bobok..”

“Aku di Rumah Sakit nih..”

” OOh..jaga ya..”

” Iya…bagaimana sudah isi SKSnya..?”

” Rencana besok jam 10.00 berangkatnya…pulangnya jaga malem jam berapa..?”

” Jam 08.00..omong-omong besok aku ke kampus kamu ya…?”

“Apa nggak ngantuk..?”

” nggak..jauh loo…kampus kamu ke kampus aku..”

” Masih satu kota ..gak jauh laah..”

” Baik aku tunggu ya…kabari kalau mau berangkat..ok ?”

” Oke..sekarang bobok ya..”

“Kalau aku belum bisa bobok gimana…?”

” He..he…paling kangen sama aku..he..he….”

“IIhhh GR kamu…”

” gak apa too…aku juga kangen ….”

” Gomball…” hati Priska berdesir…

“Weeee..bener..ni ..sejak lihat kamu pertama kali jantung ini berdetak lebih kencang…”

” Gombal…”

” Jangan aahh, masak aku harus bawa gombal di Rumah Sakit….paling tidak bawa perban untuk menutup luka hati gitu….”

” Luka hati..? emang luka hati sama siapa…?”

” Sama kamu , masak aku dibilang gombal..”

” Iya …enggak deh…maaf…”

” Gitu dong….udah ya…ada pasien perlu penanganan nih..sampai jumpa besok sayaaang…”

” Hati-hati dalam bekerja ya…aku tunggu esok hari..bye.bye…”

Priska merasakan kangen tiba-tiba…tapi matanya tetap merem biar tertidur sendiri

Sampai subuh matanya gak bisa merem, Priska shollat dan matanya mulai mengantuk, Bibik Rosmala juga sudah bangun, ” Bik nanti kalau nasi goreng dateng pesenin buat sarapan ya..aku tidur lagi..” begitu Priska memberi pesan dia langsung tiarap.

Anita mengetuk pintu Priska ” Wow sudah jam 09.00 jadi ngampus kagak..? tu nasi goreng sudah diangetin bibik Rosmala ”

” Iya..ni mau mandi..aku jangan ditinggalin sarapan ya…?.” sahut Priska dari dalam.

” Iya cepetan..keburu laper…” teriak Anita

” pokoknya aku jangan ditinggal sarapan.

Ketika merapikan pakaian ada wa masuk dari Aditiya ” Priska nanti gak usah bawa motor ya… aku jemput, sedang apa sekarang..?”

” Ini lagi sarapan, baik..aku gak bawa motor..makasih.” Priska segera keluar dan ikut sarapan

” Woi.. cantiknya…bidadari surgawi ” celetuk Anita melihat Priska tampak fresh dan bergairah.

” Nit nanti aku nebeng kamu ya…aku ada janji, pulangnya belum bisa tahu jam berapa.” kata Priska

” Waahhh…mau akur ya….oke deh salam buat Jayadi ” balas Anita

“Aku gak jalan sama Jayadi..Jayadi sudah tutup buku” ucap Priska

” Aiihhh sorry ..sukur deh kalau dah putus sama Jayadi si pengerat pasti sama Adit..iya mas Adit..orangnya gimana Pris..? gantengan mana sama Jayadi..?”

” Sudahlah…jangan sebut-sebut Jayadi lagi, ini yang terakhir menyebut nama dia” jawab Priska ketus

” Oke…selamat ya…buat yang baru…kapan-kapan kenalin aku ya..?” senyum Anita menenangkan sahabatnya.

” Yuk brangkat…helemku nanti dibawain pulang ya..?”

” Oke Pris..beres..” Anita menyuruh adiknya menunggu bersama bibik Rosmala

Jayadi sudah menunggu di gerbang, dan menanti Priska. ” Lurus terus jangan brenti purak-purak gak tahu saja Nit, sampai Parkir.” Priska menyuruh Anita cuwek . Dan bener Jayadi mengejar sampai parkir. Priska tetep cuwek saja. ” Langsung ambil formulir aku sudah siapin isian SKS kok dan nanti aku langsung cabut.”

” Oke Pris  hati-hati ya..?”

Priska dan Anita diikuti Jayadi dari belakang, Priska sudah selesai ngisinya dan segera mengumpulkan formulir, wa masuk dari Aditiya sudah menunggu di gedung sebelah yang baru dan langsung dibalas ” oke aku arah parkir sebelah.”

Priska langsung keluar dan melirik Anita sedang ngobrol sama Jayadi, dia mempercepat jalannya dan Aditiya sudah menunggu langsung menuju ke Priska. Lega rasanya ketika melihat Aditiya dan  menggandeng tangan Priska, ternyata Aditiya membawa mobil dan membukakan pintu untuk Priska. Mereka langsung keluar. ” Pris kita ke kosan dulu aku kenalin ibu kos aku lanjut ke kampus sebentar lihat kelulusan dan wisuda. ”  ” Oke aku siap mas ” Hati Aditiya senang ketika dipanggil mas, dan tersenyum untuk Priska.

Sampai di kosan ibu Dolah menyapa” Mas Adit, ini ya calonnya..cantik bingiit, pinter mas Adit pilih cewek, semoga orang tua merestui ya..?”

” Iya buk, do’akan ya Priska gak nolak sama aku…” Aditiya memeluk Priska, yang dipeluk panas dingin dan tersenyum didepan ibu kosan sambil menyalaminya. “Ibu saya langsung ke kampus dan minta doanya lancar ”

” Nggih mas semoga lancar semuanya, cepat di wisuda dan lekas nikah ”  “Amiin..amiin…”jawab Aditiya

Sampai di Rumah Sakit Dokter Kariadi teman-teman Aditiya sudah menyalaminya…” Kita Wisuda bareng minggu ini..ternyata memang benar….dalam pengumuman tertulis namanya Aditiya Kurniawan dan beberapa teman seangkatannya, Aditiya memeluk Priska dan menciumnya saking bahagianya, dan Priskapun memeluk Aditiya seraya berkata ” Selamat ya mas…”siang itu tiba-tiba gerimis..dan memunculkan pelangi yang indah. Aditiya dan Priska berpelukan sambil memandang pelangi itu.

 

 

Selesai