Cerpen

CINTA SMA PENUH SEMANGAT

November 29, 2018

Hari Minggu sebentar lagi tiba Anita menunggu hari itu untuk pulang kampung halamannya setelah sebulan ngekos  di jalan Damarwulan untuk sekolah di Semarang, pelajaran rasanya sudah gak nyanthel di fikiran , ketika pak Sastro Wardoyo guru matematika pada jam akhir kosong Anita melonjak kegirangan.

” Pulang gasik….pulang gasik….” teriak Anita. Tapi pak Sastro malah memberi PR ( Pekerjaan Rumah ) untuk di kumpulkan  besok Senin. Karena Anita sebagai sekretaris kelas maka Ia menulis catatan PR dari pak Sastro Wardoyo di papan tulis dan catatan itu Ia bawa pulang.

” Walaaaahh…masak hari Senin besok di blebeg PR Kimia , Matematika dan Bahasa Indonesia mana mengarang lagi…mending buat puisi  bisa sambil menginspirasi pacar…mengarang kapan rampunge….? mana judulnya runyam banget ” Pemilu dikampungku “. Anita bersungut sungut keluar kelas IPA III A meninggalkan  Sekolah SMA 6 di jalan Ronggolawe Semarang.

Bus yang ditumpangi menuju arah Kaliwungu jalannya lamban dan sering macet, maklum Sabtu pada mudik termasuk Anita yang dulu sering terlambat kini sudah ngekos agar tidak telat lagi, tapi pekerjaan rumah ditumpahkan hari Minggu sama juga bo’ong…Anita menggerutu sepanjang jalan pulang, sudah gak dapat tempat duduk dan harus berdiri..disamping Anita Hamidah teman satu kelas dan selalu bareng  kalau pulang …sayang bauk keteknya..waduuh menyesakkan hidung…tobaaattt Anita menyingkir ke depan menjauhi Hamidah.. eh malah penumpang yang Anita tungguin turun…beruntung Hamidah dapat tempat duduk. Dada Anita membludak jengkel ketika anak kecil yang digendong ibunya muntah mengenai sepatunya, ibu itu meminta maaf pada Anita. Menangis hati Anita tapi Ia tahan  dan senyum sinis memaafkan ibuk tersebut. Tak tahan akhirnya Anita turun di pasar Mangkang perutnya mual dan Anita tak mendengar panggilan Hamidah yang masih didalam bus dan terus melaju ke Kaliwungu. Dia mencari toilet untuk memuntahkan isi perutnya yang sudah sampai dimulut, begitu masuk lansung sooorrr….Anita muntah dan menyiram sepatu olah raganya sampai bersih.

” Sudah belum non…!!” teriak seorang laki-laki yang menunggu dari tadi.

” Selak kebelet nih…mbak salah kamar..ini kamar laki-laki…hadehhh” laki-laki  itu mengingatkan Anita, dan Anita membersihkan kotoran muntahan tadi sampai bersih lalu keluar.

” Waduuh mbak muntah ya…pantas salah masuk. Laki-laki itu kecing dengan leganya dan keluar toilet tapi dia masih melihat Anita yang teler…

” Mbak sakit ya….?” tanya laki-laki itu memperhatikan Anita yang duduk di bangku kosong sambil sandaran. Laki-laki itu membelikan teh hangat dan Anita disuruh meminumnya. Setelah agak enak Anita mengucapkan terima kasih dan laki-laki itu memakai seragam SMA  dia menyodorkan tangannya untuk berkenalan.

” Agung Pratomo kelas IPA III A  SMAN -3 Semarang ”

” Anita Putri Dewi  kelas IPA III A  SMAN-6 Semarang ”

” Kayaknya kamu yang ikut lomba vocal group mewakili Sekolahmu ya…?

” Iya….” Anita memegangi kepalanya dan keringat pada keluar. Agung mengajak makan soto di warung  pasar, baru setelah makan Anita mulai memerah mukanya.

” Ternyata kamu kelaparan ya….?” goda Agung

” Aku semalam begadangan ngerjain soal Kimia Senin harus segera dikumpulkan, terima kasih ya…Agung telah membantu saya…”

” Iya sama-sama kita kan satu komplek di Mutiara Indah Kaliwungu Nit..masak kamu tidak kenal aku…?”

” Aku masih kurang jelas pandanganku..maaf..” jawab Anita

”  Kita pulang bareng saja kalau begitu aku antar kamu sekalian ya…Nit…?”

” Iya terima kasih…kamu pakai motor …helemnya..?”

” Gak usah khawatir ..ada helem dua,,ayuk keburu hujan ” mereka melaju pulang, Agung kearah Kendal sama tujuannya dengan Anita ,” kamu blok B kan..? tanya Agung

” Kamu kok tahu banget aku ….memang kamu blok berapa ..?” tanya Anita

” Aku blok A.., kebetulan saja aku pernah ngelihat kamu ” Agung  tersenyum, dan berkata ia akan ngebut karena langit sudah gelap menggantung, Anita disuruh memeluk erat-erat. Tapi tetap saja tak tertolong hujan mulai turun dan terpaksa Agung mencari tempat untuk membuka jas hujan sampai ke belakang. Anita duduk ngangkang dan memeluk erat Agung … sepatu mereka kebasahan tapi tas mereka selamat masih kering. Sampai juga mereka di Mutiara Indah mereka turun di rumah Anita dan masuk di halaman yang berkanopi. Agung meminta nomor hape Anita dan meng add WAnya .  Agung langsung pamit karena sudah kedinginan. Anita langsung mandi ibunya bertanya :” Siapa itu Nit..? ”

” Itu tetangga kita blok A , kebetulan sejalan dia di SMAN-3, Nita SMAN-6 ”

” Dia kos juga di Semarangnya..?” tanya ibuk

” Belum sempat tanya kok buk..besok Nita tanyakan deh buk..he..he…”

” Tanyak saja kok Nit ..” ibu agak sewot

” He..he..Nita tahu kok buk..ganteng kok buk..iya kan …? ” sambil mengeringkan rambut Anita menggoda ibuknya

” La kok kamu malah yang nanyain ke ibuk..wee…lah..” Anita tersenyum-senyum melihat ibuknya sewot

” Yang penting ya buk, Anita sudah dapat teman untuk ngerjain PR dan belajar bersama itu yang penting buk..!!” Ibuknya memberikan jempol pada anak gadisnya. Anita ditemeni ibunya belajar sambil disuapi nasi goreng babat pak Kemat yang barusan lewat, rasa kangen ibu pada Anita ngumpul hari ini sehingga Anita risih kalau diciumi kepalanya….tapi dia tak tega pada ibunya.

” PR apa Nit…?”

” Bahasa Indonesia buk….mengarang…..” hape pesan WA berbunyi dari Hamidah

” Nita , kenapa kamu ninggalin aku tadi….”

” Aku muntah ..bau ketek kamu…ha..ha…LOL….”

” Menghina iiqq…ndak tahu tuh ketekku kok bisa bauk ya….maaf ya Nit….aku dah usaha..akupun membau sendiri ketekku..duh..malu aku…”

“Kemarin aku memang kurang fit karena semalem kurang tidur ngerjain Matematika…ini pun kurang satu nomor kukerjakan  dari sepuluh soal ”

” Waaaahhh…tolong dong difoto, biar aku lihat pekerjaanmu ?”

” Enak saja kamu Midah..aku yang pikir kenapa selalu kamu yang minta copyan ..hargai aku dong…?  kamu kerjakan sendiri soal-soal itu, aku masih ngerjain mengarang…dari Bu Sulastri ”

” Tolong nomor lima saja, aku pusing nih….”

” Sama aku juga nomor lima yang sulit…..” terdengar lagi pesan WA dilihat dari Agung Pratomo.

” Hai Nita….lagi ngapain …?”

” Gung aku lagi kesulitan ngerjakan PR matematika ..bisa bantu gak…? ” tanya Nita ”

” Malam Minggu gini kok masih upyek PR ,  tapi bolehlah ..coba kamu kirim soal itu…? Goda Agung padahal dia juga lagi belajar membaca Alquran surat- surat Al Makiyah dan mencari intisari Surat Al Falaq. terdengar WA dari Anita.

” Nih PR yang buat aku pusing….” pesan Anita yang membuat Agung tersenyum dan segera memfoto jawaban yang pernah dia kerjakan dengan benar.

” Ini jawaban ku…aku sudah pernah mengerjakan dan itu sudah benar…copy saja silakan dan pelajari, terus Kimianya bagaimana…moga-moga aku bisa bantu ..?”

Anita tepuk tangan…kegirangan dan mencocokkan jawabannya dari Agung…Owalaaahhh…ini to yang belum aku kupas…sementara ibuknya masih menyuapin Anita..

” Seneng amat, sudah ketemu jawabannya…?”

” Sudah bu…Agung yang kirim ” dan Anita membalasnya

” Wow begitu tooo…thanks Gung, nanti aku kirim soal Kimia tiga soal belum aku apa-apakan…maaf ya kamu jadi sibuk mbantu aku…”

“Oke aku bantu kamu Nit..coba gak hujan aku sudah ke rumah kamu…? ” Agung senang bisa membantu Anita dan ia ingin selalu bisa membantunya…..dada Agung bergetar membayangkan ketika tangan Anita memeluk pinggangnya ada rasa berdesir yang ia rasakan . Anitapun demikian, Agung begitu baik ganteng lagi, tiba-tiba ada rasa kangen di hatinya…..tapi ia fokus lagi dan memfoto soal Kimia yang tiga soal itu.

” Maaf ya Gung, malam Minggu kita gunakan untuk belajar  habis PR aku ngrampok kebebasanku…” demikian Anita membalas .

“Oke tunggu sebentar aku kerjakan dulu..Nit..”  sambil tersenyum Agung membaca soal-soal dan mencocokkan  dengan kunci Kimianya, punya pacar enak juga nih kalau sambil belajar gini. Anita cantik sekali. Agung berkali-kali melihat foto profil WAnya Anita.

Jam sebelas soal bahasa Indonesia beres, Anita membacanya sekali lagi…aahhh biarlah penilaian yang menentukan bu Sulastri dan aku sudah berusaha, begitu guman Anita dan segera dilanjut mengerjakan Soal Kimianya, bunyi WA dari Hamidah yang ia kira dari Agung.

” Sombongnya…..mana jawaban soal nomor 3 Matematiknya…?”

” Ditukar  jawaban soal Kimia nomor satu ya…? ”

” Halah peliiit kamu…. boro-boro…punyeng kepalaku..” Hamidah mengeluh

” Sama aku juga pening nih…baru mau ngerjain Kimia ..dah ngantuk..”

” Mengarang kamu sudah beres dong….?”

”  Iya dah beres aku ngantuk nih…?” tulis pesannya ke Hamidah

” Oke sambung besok lagi.. met istirahat Nit…”  jawab Hamidah.  Tapi Anita sebenarnya belum tidur karena masih WAnan sama Agung membahas soal kimianya. Selesai sudah PR Anita dan Agung mengajak jalan Anita besok pagi jam 10.00 akan dijemput. Dada Anita berdebar kencang ada perasaan aneh dihatinya berkecamuk dilubuk hatinya. Tiyas kakak Anita pulang dari KKN di Bali dibukakan Rio adik Anita yang masih SMP.

” Kak Tiyas kok gak ngabari bapak biar dijemput…”

” Hape kak Tiyas lowbatt…jadi ya beginilah….”

Jam lima pagi ibu bangun dan melihat banyak salak di keranjang, Ibu segera mengetuk kamar depan tapi tak terkunci dan membukanya, ternyata benar Tiyas dah pulang dari Bali. Anita berniat joging di kampung ini saja dan membuat susu kental manis, Ibu membuatkan roti bakar..

” Ayuk buk jalan-jalan..” sapa Anita pagi ini

” Kakakmu pulang tuh di kamarnya….” kata ibu yang langsung direspon Anita dengan membuka pintu dan memeluk kakaknya.

” Pagi kak Tiyas yang cantiikkk…emmuuaaach..” Anita menciumnya

” Pagi adikku Anita yang cantik, imut, dan manja ..kita jarang ketemu…kamu mau kemana..? jalan -jalan ya..kakak masih ngantuk.” Tiyas memeluk Anita karena kangen sekarang Anita ngekos karena mau ujian dan tak ingin terlambat terus. Anita mengambil buah salak Bali yang gede-gede dimasukkan ke saku celanannya dan membawa tas punggung kecil untuk menaruh minuman. Anita joging seputar taman.  dan balik lagi karena gerimis. Diteras Tiyas , Ibu dan bapak , serta Rio makan buah Salak itu sambil nunggu  Anita pulang.  Ternyata Anita ketemu Agung dan diajak mampir ke rumah Agung dikenalkan bapak Ibu Agung.

” Oooo..ini putrinya Pak Agus Ramelan seorang pengacara handal di Kaliwungu, ” Anita mengangguk  dan ingin segera mohon diri karena kakaknya baru saja pulang KKN dari Bali. Agung mengantarkan pulang dan berjanji akan menyelesaikan bersama di rumah Anita sore nanti kalau tidak hujan.  Agung disuruh  masuk oleh Pak Agus Ramelan dan berbincang sambil makan buah salak oleh-oleh anaknya Tiyas dari Bali yang mengambil ekonomi di Undip. ” Jadi kamu anaknya pak Setiyawan Notarisnya ibu Bupati Kendal Widya Kandi ya mas ..?” Agung mengangguk dan ketika pulang dibawakan buah Salak Bali oleh Bu Agus Ramelan.  Agung begitu menghormati pak Agus Ramelan karena Pak Agus Ramelan juga menghargai orang tuanya sebagai Notaris.

Enam tahun sudah hubungan antara Anita Putri Dewi dan Agung Pratomo, Anita sekarang menjadi seorang dokter anak, dan Agung Pratomo menjadi seorang Apoteker. Mereka menikah selesai diwisuda